04 April 2023

Jumat Agung, Hari Peringatan Penyaliban dan Wafatnya Yesus

Apa yang dikenang saat Jumat Agung?

Jumat Agung adalah perayaan spesial bagi umat Kristiani. Jumat Agung adalah peristiwa penting sebelum perayaan Paskah di hari Minggu.

Di seluruh dunia merayakan yang namanya Hari Paskah yang identik dengan telur dan kelinci.

Namun sebelum mencapai Hari Paskah, ada beberapa hari penting yang akan dilalui sebelumnya, salah satunya Jumat Agung.

Mungkin ada dari kita yang bertanya-tanya mengapa hari tersebut dinamakan Jumat Agung?

Mengapa dalam bahasa Inggris hari tersebut dikatakan sebagai Good Friday atau hari Jumat yang baik?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, mari kita simak penjelasan di bawah ini.

Baca Juga: Perayaan Rabu Abu, Permulaan Masa Prapaskah Umat Katolik

Apa itu Jumat Agung?

Jumat Agung
Foto: Jumat Agung (Timeanddate.com)

Moms yang menganut agama Kristiani pasti mengenal istilah ini. Jumat Agung, jatuh di hari Jumat, yaitu tiga hari sebelum Paskah.

Mengutip Reader’s Digest, hanya 12 negara yang menganggap Jumat Agung sebagai hari libur resmi.

Sederhananya, Jumat Agung disisihkan bagi orang Kristiani untuk mengingat dan berduka atas kematian Yesus.

Pada hari inilah para pemimpin agama menangkap Yesus karena mengaku sebagai putra Allah dan Raja orang Yahudi, berdasarkan kisah Alkitab.

Para pemimpin menghukum Yesus dengan penyaliban, bentuk hukuman pidana tertinggi pada saat itu karena ajaran yang disebarkanNya.

Yesus kemudian dipukuli, dipaksa untuk memikul salib kayu yang berat ke Gunung Golgota melalui kerumunan orang yang mencemooh.

Hingga pada akhirnya dipakukan pada salib dengan pergelangan tangan dan kaki-Nya di mana Ia digantung sampai mati.

Mengingat asal-usulnya yang kelam, menyebut "Jumat Agung" sebagai liburan mungkin terdengar berlawanan pada kenyataannya.

Namun, kata "baik" dalam “Good Friday” memiliki arti yang berbeda di sini.

Baca Juga: 10 Inspirasi Nama Bayi Laki-Laki Katolik dari Karakter dalam Alkitab

“Dalam konteks ini, kata itu menunjuk satu hari di mana ketaatan agama diadakan," kata Fiona MacPherson, editor senior Oxford English Dictionary (OED).

Dengan kata lain, istilah ini merujuk pada "satu hari atau musim yang dianggap suci oleh gereja”.

Jadi terlepas dari namanya, Jumat Agung adalah hari untuk refleksi muram.

Setiap Jumat sebelum Paskah, umat Kristiani dengan hormat menghormati cara Yesus menderita dan mati untuk dosa-dosa mereka.

Mereka mungkin menghadiri kebaktian yang menceritakan kisah penyaliban Yesus yang menyedihkan.

Beberapa bahkan menahan diri atau berpuasa atau berpantang dari makanan yang disukai untuk menunjukkan kesedihan mereka.

Mengutip laman Catholic, gereja melepaskan altar mereka dengan kosong dan meredam lonceng sebagai tanda berkabung begitu perayaan ini selesai.

Namun, umat Kristiani segera beralih ke perayaan yang lebih bahagia, yaitu pada hari Minggu berikutnya, mereka merayakan Paskah atau sebagai hari kebangkitan Yesus.

Hari ini dirayakan dengan lagu-lagu gembira dan pertemuan keluarga. Moms juga pasti merayakannya dengan keluarga kan?

Baca Juga: Ini 10 Nama Bayi Perempuan Katolik yang Indah dan Penuh Makna

Sejarah Jumat Agung

Jumat Agung
Foto: Jumat Agung (Pixabay.com)

Sebelumnya, Jumat Agung dimaknai sebagai hari berduka, kelam, dan suram karena memperingati penderitaan Yesus Kristus.

Biasanya, puasa adalah cara tradisional untuk memperingati hari khidmat yang kemudian diikuti dengan prosesi muram.

Sayangnya, sejarah Jumat Agung tidak diketahui secara jelas, tapi dipercaya perayaan ini dimulai pada abad ke-4.

Puasa dan membatasi diri untuk meratapi kematian Yesus dianggap sebagai praktek kuno.

Hal inilah mengapa Jumat Agung kemudian disebut sebagai Good Friday atau Jumat yang Baik.

Beberapa percaya bahwa Jumat Agung mulanya disebut sebagai Jumat Tuhan. Kemudian berevolusi dan dimaknai sebagai 'baik'

'Baik' dalam konteks mengacu pada hari atau musim yang dirayakan sebagai hari suci oleh gereja.

Maka dari itu, ada juga sebutan Good Wednesday yaitu hari Rabu sebelum Paskah.

Penggunaan kata Good Friday tercatat dalam The South English Legendary, teks sekitar tahun 1920 menurut Baltimore Catechism, buku resmi untuk siswa Katolik di Amerika.

Baca Juga: 35 Twibbon Jumat Agung, Mudah Digunakan dan Gratis!

Makna Jumat Agung

Jumat Agung
Foto: Jumat Agung (Radarntt.co)

Bagi umat Kristen, Jumat Agung adalah waktu untuk mengingat penderitaan dan kematian Yesus sebelum Yesus bangkit pada hari Minggu.

Hal ini untuk mengingat pengorbanan terakhir yang dibuat oleh Yesus untuk menebus dosa-dosa manusia.

Seperti yang Moms ketahui, Jumat Agung disebut juga sebagai Good Friday.

Sedangkan, mengetahui kisah Yesus yang mengorbankan nyawanya untuk manusia, tentu muncul pertanyaan mengapa tidak dinamai sebagai Bad Friday?

Namun, perlu Moms ketahui, bahwa ungkapan Good Friday sepenuhnya tepat.

Baca Juga: 6 Ide Menghias Telur Paskah selama Pandemi

Sebab penderitaan dan kematian Yesus, yang mengerikan, menandakan puncak dari rencana dan tujuan Yesus untuk menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa.

Agar Jumat Agung memiliki makna yang sesuai, tentu umat Kristiani harus memahami sesuatu yang buruk tentang kondisi kita sebagai manusia yang berdosa.

Kita membutuhkan hukum untuk menunjukkan bahwa betapa putus asanya manusia.

Kemudian, Injil kasih karunia Yesus datang dan memberikan umat Kristiani kelegaan dan keselamatan dalam hidup.

Maka lebih tepatnya Jumat Agung memiliki makna untuk mengajarkan umat manusia tentang pengampunan.

Selain itu penderitaan bukanlah akhir, dan sebagai momen membangun mental sebagai pemenang.

Nah, Moms Jumat Agung adalah bentuk peringatan wafatnya Yesus Kristus di kayu salib setelah diadili.

Tidak ada salahnya untuk diceritakan juga kepada Si Kecil agar dia memahami makna dari Jumat Agung.

  • https://parade.com/1006686/lindsaylowe/when-is-good-friday/
  • https://www.christianity.com/god/jesus-christ/what-s-so-good-about-good-friday.html
  • https://nationaltoday.com/good-friday/#:~:text=Many%20Christians%20around%20the%20world,Jesus'%20death%20on%20the%20cross.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.