15 Agustus 2019

Kapan Anak Boleh Minum Obat Cacing?

Jauhkan anak dari lingkungan yang kotor

Jika anak tidak merawat diri dengan baik dan orang tua tidak membantu Si Kecil menjaga kesehatan tubuhnya, berbagai masalah kesehatan bisa menyerang anak.

Terlebih sistem kekebalan tubuh pada anak belum terbentuk dengan sempurna.

Salah satu masalah kesehatan yang kerapkali ditemui pada anak-anak adalah cacingan. Lingkungan bermain yang kotor dan kebersihan diri yang tidak terjaga bisa jadi penyebab anak menderita cacingan.

Baca Juga: Seperti Apa Gejala Cacingan Pada Anak?

Untuk mengatasi masalah ini, orang tua biasanya memberik obat cacing pada anak untuk menghadapi masalah kesehatan ini. Namun kapan sebenarnya anak boleh mulai minum obat cacing?

Yuk kita cari tahu di bawah ini, Moms.

Antisipasi Penyakit Cacingan

cacingan pada anak, pemberian obat cacing
Foto: cacingan pada anak, pemberian obat cacing

Foto: momitforward.com

Bila Si Kecil menderita cacingan, keluarga lain yang juga berada dalam satu rumah yang sama dengan si anak juga perlu mendapat penanganan untuk pencegahan, karena besar kemungkinannya untuk tertular.

Bahkan mereka yang tidak memiliki gejala cacingan sedikit pun.

Bagi kebanyakan orang, perawatan akan dilakukan dengan mengonsumsi satu dosis obat tertentu yang disebut dengan mebendazole. Gunanya tentu untuk membunuh cacing.

Jika diperlukan, dosis lain dapat diambil 2 minggu setelahnya.

Baca Juga: Mencegah Cacingan, 1 dari 7 Manfaat Bayam untuk Balita

Selama perawatan dan beberapa minggu sesudahnya, penting juga untuk menjaga kebersihan secara ketat. Hal ini diperlukan untuk menghindari penyebaran telur cacing.

Moms harus membersihkan rumah secara teratur, mencuci kamar mandi, dan dapur secara menyeluruh.

Mengatasi Cacingan pada Anak

cacingan pada anak, pemberian obat cacing
Foto: cacingan pada anak, pemberian obat cacing

Foto: babycenter.in

Dilansir dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyakit cacingan paling banyak ditemukan pada anak usia sekolah 5 – 14 tahun.

Penyakit ini penularannya terjadi melalui berbagai cara, diantaranya melalui makanan atau minuman yang sudah tercemar telur cacing atau melalui tanah yang disebut juga soil transmited helminthiasis. Biasanya karena anak bermain di lingkungan yang kotor.

Gejala cacingan pada anak ini sebenarnya tidak terlalu menonjol.

Namun Moms bisa mengetahuinya dari perilaku anak sehari-hari. Misalnya Si Kecil menjadi lesu, tidak bersemangat dalam beraktivitas, sering terlihat mengantuk di siang hari, berwajah pucat, hingga susah makan.

Akibat yang ditimbulkan umumnya, aktivitas makan anak sehari-hari jadi terganggu. Anak jadi kekurangan lemak, vitamin, karbohidrat, dan protein dalam jumlah yang besar.

Baca Juga: Perlukah Anak Minum Obat Cacing?

Bila Si Kecil menderita cacingan, Moms mungkin biasanya mengobati sendiri tanpa bantuan dokter. Tentunya dengan obat cacing yang tersedia di apotek atau toko obat tanpa memerlukan resep dokter.

Pemberian obat cacing ini dapat dimulai sejak anak berusia 2 tahun. Mengapa? Karena anak usia 2 tahun biasanya sudah melakukan kontak dengan tanah yang merupakan sumber penularan infeksi cacing.

Pemberian obat cacing pada anak dapat diulang setiap 6 bulan sekali.

Sedangkan, untuk daerah non endemis pemberian obat cacing harus diberikan sesuai indikasi dan pemeriksaan dokter, apakah pemeriksaan tinja positif ditemukan telur cacing atau cacing.

Terlebih lagi jika usia Si Kecil belum genap 2 tahun, Moms wajib menemui dokter. Dalam kondisi tertentu seperti ini, perawatan yang disarankan biasanya berbeda.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.