Scroll untuk melanjutkan membaca

RUPA-RUPA
16 November 2022

Mengenal Kata Pengantar: Fungsi, Letak, Cara Membuat, dan Contohnya

Kata pengantar yang bagus bisa menarik orang untuk membaca
Mengenal Kata Pengantar: Fungsi, Letak, Cara Membuat, dan Contohnya

Kata pengantar merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam setiap karya tulis, baik makalah, penelitian, karya ilmiah, skripsi, maupun buku non-fiksi.

Bagian ini tergolong penting, karena biasanya berisi sepatah atau dua patah kata dari penulis mengenai rasa syukur terhadap selesainya karya tulis.

Meski punya tujuan yang sederhana, tidak sedikit orang beranggapan kalau membuat kata pengantar ternyata cukup sulit.

Apakah Moms termasuk salah satu yang juga kesulitan membuat bagian tersebut?

Tenang, Moms tidak perlu khawatir. Yuk, simak selengkapnya di bawah ini!

Baca Juga: 7 Contoh Surat Permohonan yang Benar, Lengkap dengan Cara Membuatnya

Fungsi Kata Pengantar

Perempuan Menulis Kata Pengantar

Foto: Perempuan Menulis Kata Pengantar (Pexels/Ivan Samkov)

Bagian ini sering dipandang remeh oleh sebagian orang.

Padahal faktanya, halaman ini punya fungsi yang cukup krusial bagi suatu karya tulis.

Kata pengantar yang dibuat dengan baik nyatanya bisa mengundang minat pembaca untuk terus menyimak karya tulis yang telah dibuat.

Dari hal tersebut, bisa disimpulkan bahwa kata pengantar berfungsi sebagai:

  1. Ungkapan rasa syukur dari penulis atas selesainya karya tulis yang dibuat. Ungkapan ini umumnya ditujukan kepada Tuhan Penciptanya, keluarga, maupun pihak-pihak lain yang membantu.
  2. Sebagai bagian yang memberi sedikit gambaran proses di balik layar pembuatan karya tulis tersebut.
  3. Salah satu bagian yang bisa menarik minat pembaca untuk terus menelusuri isi dari karya tulis tersebut.
  4. Ungkapan permohonan maaf dan permintaan umpan balik dari penulis ke kembaca.

Baca Juga: Contoh Deskripsi Diri PPPK Guru dan Jadwal Tahapan Seleksi, Yuk Dicek Moms!

Letak Kata Pengantar

Kata pengantar terletak di halaman awal dari sebuah karya tulis.

Biasanya berada setelah halaman utama alias cover karya tulis dan sebelum daftar isi.

Halaman ini biasanya ditandai dengan penulisan angka 3/4 romawi di bagian bawah dan baris tengah halaman.

Struktur dan Isi Kata Pengantar

Sama seperti struktur surat, kata pengantar terdiri dari 3 bagian; pembuka, isi, dan penutup.

Sekalipun punya isi yang berbeda, setiap jenis kata pengantar umumnya punya struktur serupa.

Begini penjabaran lebih dalam mengenai 3 struktur bagian kata pengantar beserta isinya:

1. Pembuka

contoh penulisan kata pengantar

Foto: contoh penulisan kata pengantar (Pixabay)

Pembuka biasanya terdiri dari 1-2 paragraf yang diikuti dengan daftar poin-poin.

Di bagian ini, para penulis biasanya mengungkapkan rasa syukurnya kepada beberapa pihak, termasuk kepada Tuhan Sang Maha Pencipta.

Untuk urutan penulisannya sendiri, jenis kata pengantar formal seperti skripsi biasanya dimulai dari pihak berjabatan lebih tinggi.

Misalnya, seperti kata pengantar skripsi berikut:

  • Ungkapan rasa syukur kepada Tuhan YME
  • Ungkapan terima kasih kepada rektor, dekan fakultas, dosen pembimbing
  • Ungkapan terima kasih kepada keluarga dan orang-orang yang turut membantu

Pada beberapa kasus, penulisan nama pihak-pihak yang ingin diberi ucapan terima kasih juga bisa diletakkan setelah penulisan tujuan dari pembuatan karya tulis tersebut.

Baca Juga: Panduan Cara Mendaftar BPJS Kesehatan Offline dan Online, Bisa Melalui Aplikasi Lho!

2. Isi

Ini merupakan bagian penting yang juga bisa membuat minat pembaca makin tinggi atau justru pergi.

Tipsnya, jangan buat isi kata pengantar yang terlalu panjang.

Cukup beberapa paragraf yang berisikan gambaran singkat mengenai maksud dari karya tulis yang dibuat, tantangan yang dihadapi, serta kenapa topik tersebut penting untuk dibahas.

Bagian ini harus dibuat dengan efektif dan tidak bertele-tele agar tidak dilewatkan begitu saja oleh pembaca.

Pada akhirnya, kemampuan merangkai kalimat bisa menjadi poin penunjang yang cukup berperan di sini.

3. Penutup

Di bagian akhir, para penulis biasanya menyampaikan kerendahan hatinya atas kesalahan yang mungkin ada pada karya tulis buatannya.

Hal ini sekaligus memberi gambaran kepada para pembaca kalau tidak ada yang sempurna, dan pemberian feedback atau umpan balik atas karya tulis tersebut merupakan hal yang dinantikan oleh sang penulis.

Selain itu, tidak sedikit pula penulis yang menyampaikan harapannya agar karya tulis buatannya bisa berguna bagi pembaca.

Di bagian akhir, terdapat pula informasi mengenai nama kota, tanggal/bulan/tahun penulisan karya ilmiah tersebut, dan nama lengkap penulis beserta tanda tangan digital maupun tanda tangan basah.

Baca Juga: Tujuan dan Komponen Surat Perjanjian Hutang Piutang agar Bebas dari Kecurangan

Contoh Kata Pengantar

Sebagai gambaran, berikut beberapa contoh kata pengantar sesuai dengan jenis karya tulisnya:

1. Contoh Kata Pengantar Modul

Contoh Kata Pengantar Modul

Foto: Contoh Kata Pengantar Modul (fkip.umrah.ac.id)

2. Contoh Kata Pengantar Laporan Magang

Contoh Kata Pengantar Laporan Magang

Foto: Contoh Kata Pengantar Laporan Magang (Orami Photo Stocks)

3. Contoh Kata Pengantar Laporan Praktikum

Contoh Kata Pengantar Laporan Praktikum

Foto: Contoh Kata Pengantar Laporan Praktikum (Medium)

4. Contoh Kata Pengantar Skripsi

Contoh Kata Pengantar Skripsi

Foto: Contoh Kata Pengantar Skripsi (Medium)

5. Contoh Kata Pengantar Makalah

Contoh Kata Pengantar Makalah

Foto: Contoh Kata Pengantar Makalah (Medium)

Baca Juga: Contoh Surat Pengunduran Diri Kerja yang Baik dan Sopan, Ini Tipsnya

Hal yang Harus Diperhatikan dan Dihindari

Proses Membuat Kata Pengantar

Foto: Proses Membuat Kata Pengantar (Pexels/Vlada Karpovich)

Setelah mendapat gambaran struktur dan isi yang baik, ada tips tambahan yang perlu Moms perhatikan dalam penulisan halaman ini.

Hal yang Harus Termasuk

Jangan sampai melupakan beberapa poin berikut ini, ya, Moms!

  1. Ungkapan rasa syukur pada Tuhan YME
  2. Tujuan penulisan karya tulis tersebut
  3. Ungkapan terima kasih atas bantuan atau arahan dari pihak tertentu
  4. Ucapan harapan agar karya tulis yang dibuat dapat bermanfaat bagi pembaca
  5. Ungkapan kerendahan hati dan keterbukaan diri atas kritik dan saran
  6. Pencantuman nama kota, tanggal/bulan/tahun beserta nama lengkap dan tanda tangan penulis

Hal yang Harus Dihindari

Selain memperhatikan poin-poin wajib di atas, usahakan agar Moms juga menghindari berbagai kesalahan berikut ini.

  1. Pengungkapan rasa terima kasih dan syukur yang berlebihan
  2. Penulisan kata pengantar yang tidak efektif, terlalu bertele-tele
  3. Penulisan yang kurang meyakinkan, seperti tidak menjelaskan dengan tepat tujuan dari pembuatan karya ilmiah tersebut
  4. Boros kalimat sehingga membuatnya menjadi terlalu panjang
  5. Terlalu menjabarkan isi dari karya tulis yang dibuat

Baca Juga: 4 Film Quentin Tarantino, Sutradara Sekaligus Penulis Naskah Tersohor!

Setelah mengetahui informasi beserta contohnya, apakah Moms sudah siap membuat kata pengantar sendiri? Semoga berhasil, ya, Moms!

  • http://fkip.umrah.ac.id/wp-content/uploads/sites/2/2020/10/PEDOMAN-PENULISAN-MAKALAH-PRODI-PENDIDIKAN-KIMIA-FKIP-UMRAH-2020.pdf
  • https://medium.com/@laporanpraktikum.id/contoh-kata-pengantar-praktikum-yang-baik-dan-benar-a8b9d53f3b98
  • https://www.gramedia.com/best-seller/contoh-kata-pengantar/

Copyright © 2023 Orami. All rights reserved.