12 Januari 2021

Keluarga Yakin Diego Mamahit Co-Pilot Sriwijaya Air SJ182 Selamat, Ungkap Ia Tak Akan Berangkat Bila Pesawat Rusak

Diego seharusnya berangkat menuju ke Padang
Keluarga Yakin Diego Mamahit Co-Pilot Sriwijaya Air SJ182 Selamat, Ungkap Ia Tak Akan Berangkat Bila Pesawat Rusak

Foto: instagram.com/diego_mamahit

Selain Kapten Afwan, co-pilot Sriwijaya Air SJ182 juga sempat hangat menjadi topik perbincangan masyarakat. Co-pilot tersebut adalah Diego Mamahit yang menurut keluarga seharusnya tidak berada dalam pesawat tersebut.

Pihak keluarga juga mengungkapkan sisi Diego yang penuh dengan ketelitian, dan bahkan ia tidak akan berangkat bila pesawat yang akan dikendarainya memiliki masalah.

Simak seperti apa kisah Diego Mamahit dari pihak keluarga terdekatnya berikut ini.

Seharusnya Menuju ke Padang

diegomamahit1.jpg
Foto: diegomamahit1.jpg

Foto: Instagram.com/diego_mamahit

Christ, Kakak Diego mengungkapkan keluarga besarnya sempat tidak percaya kalau nama Diego ada di daftar korban. Pasalnya menurut keluarga seharusnya Diego berangkat ke Padang bukan Pontianak.

Diego, menurutnya, sempat pamit ke keluarga saat akan terbang sekitar pukul 13.40 WIB atau satu jam sebelum take-off, namun pamit mau tugas terbang ke Padang.

"Ternyata itu rutenya Jakarta-Pontianak-Jakarta-Padang-Jakarta. jadi Jakarta itu nanti, bukan siangnya. Intinya dia harus ke Pontianak dulu," katanya Christ, seperti yang dikutip dari Suara.com.

Baca Juga: Faisal Rahman, YouTuber Sekaligus Penumpang Sriwijaya Air SJ182 Sempat Tulis Pesan Terakhir Sebelum Take Off

Pernah Mengungkapkan Tidak Akan Jalan Jika Pesawat Rusak

diegomamahit.jpg
Foto: diegomamahit.jpg

Foto: instagram.com/diego_mamahit

Christ juga mengungkapkan kalau Sang Adik adalah sosok yang teliti dan berhati-hati. Dirinya bercerita kalau selama ini, Diego selalu memastikan kondisi pesawat siap terbang sebelum lepas landas.

"Kami tidak ada yang menduga ini semua. ini murni inisiden kecelakaan. dia selalu bilang sama saya saya gak akan jalan kalau pesawatnya rusak. Saya pegang kata kata dia. saya sampai ancam dia, kalau pesawatnya rusak kamu jangan jalan ya. Saya selalu bilang sama Diego, dia bilang iya, saya pastiin pesawatnya layak jalan setiap kali akan jalan," ucapnya.

Saking telitinya, Diego juga pernah memutuskan tidak jadi berangkat dan memilih pulang karena pesawat yang harus diterbangkannya mengalami masalah.

Baca Juga: Tak Mau Vaksinasi COVID-19? Hati-hati Bisa Kena Denda Jutaan Rupiah!

Menjadi Co-Pilot Sejak 2015

diegomamahit3.jpg
Foto: diegomamahit3.jpg

Foto: Instagram.com/ilhamsatria_is

Diego Mamahit diketahui mulai menjadi co-pilot sejak 2015 lalu. Ia memiliki istri dan juga seorang anak. Di mata keluarga Diego dikenal sebagai sosok yang mengayomi.

Bukan cuma itu, Christ juga mengungkapkan kalau Sang Adik adalah sosok yang sangat peduli terhadap keluarga.

Sementara itu, menurut teman dan kerabatnya, Diego adalah sosok yang ramah dan santun. Diego lulus dari SMAN 5 Bekasi pada 2005 dengan penjurusan IPS.

Semasa sekolah, Diego kerap disapa Ego yang karena keramahannya, rumahnya dijakadikan berkumpul besama teman-teman sepermainan.

Teman-temannya, juga tidak segan memuji Diego yang semenjak menikah dan memiliki anak menjadi sosok family-man.

Diego juga dikenal sebagai sosok yang rajin beragama, salah satu pamannya mengungkapkan seharusnya ada jadwal untuk ke gereja bersama.

Baca Juga: Moms Bisa Dapat BLT Ibu Hamil Total Rp6 Juta, Begini Caranya!

Pihak Keluarga Menyerahkan Data untuk Identifikasi Korban

Diego Mamahit
Foto: Diego Mamahit (Liputan6.com/Yopi)

Foto: Liputan6.com/Yopi

Keluarga Diego Mamahit, mendatangi Posko Antemortem di RS Polri, Jakarta Timur, pada Minggu 10 Januari 2021 kemarin.

Mengutip Merdeka.com, kakak kandung Diego, Christ Mamahit datang ke posko bersama dengan ibu kandung Diego. Kedatangan ini untuk menyerahkan data berupa sidik jari, sampel darah dan sampel gigi.

"Sampel darah, sama sidik jari, sidik jari itu kita mau cari dari SKCK sama dental gigi, jadi ada tiga ada darah, dental, sidik jari. Tiga itu doang," jelas Christ di RS Polri, Jakarta Timur pada Minggu, 10 Januari 2021.

Pengumpulan data-data tersebut dilakukan untuk mencocokkan identitas jika ada korban yang ditemukan. Meskipun begitu, Sang Kakak tetap yakin bahwa adiknya, Diego bakal selamat dari peristiwa itu.

"Itu untuk bantuin identifikasi jika diperlukan. Ini hanya untuk keperluan SOP Polri," tegasnya.

Diketahui, pesawat Sriwijaya Air SJ-182 rute Jakarta menuju Pontianak hilang kontak pada Sabtu, 9 Januari 2021 pukul 14.40 WIB.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.