26 Juni 2018

Kemampuan Motorik Bayi Terlambat Berkembang? Mungkin Ini Penyebabnya

Jika lebih dari satu kemampuan motorik bayi tertunda, Moms harus segera memeriksakannya ke dokter

Moms mungkin merasa frustrasi mendengar para ibu berbicara mengenai buah hati mereka yang sudah mulai bisa berjalan atau makan sendiri. Sementara Si Kecil saat itu tampaknya tidak menunjukkan kecenderungan apapun terhadap keduanya.

Meskipun Moms sendiri paham bahwa setiap anak akan meraih milestone pada waktunya sendiri, tentu saja Moms terkadang merasa khawatir. Apalagi ada beberapa kasus dimana seorang anak mungkin memerlukan bantuan tambahan untuk menguasai keterampilan tertentu agar bayi tidak terlambat berkembang.

Salah satu keterlambatan milestone bayi yang seringkali ditemukan berhubungan dengan kemampuan motorik.

Adapun keterlambatan yang dimaksud bisa jadi berhubungan dengan masalah keterampilan motorik kasar, seperti merangkak atau berjalan kaki, maupun keterampilan motorik halus, seperti menggunakan jari untuk menggenggam sendok.

Jika kemampuan motorik bayi terlambat berkembang, apa penyebabnya?

Baca Juga: 8 Permainan Indoor untuk Melatih Motorik Bayi 

Apa yang Menyebabkan Kemampuan Motorik Bayi Terlambat Berkembang?

shutterstock 279401189
Foto: shutterstock 279401189

Kemungkinan penyebab keterlambatan keterampilan motorik bayi diantaranya lahir prematur. Dimana bayi yang lahir prematur kemungkinan tidak mengalami perkembangan otot yang sama seperti bayi seusianya yang lahir normal.

Kemungkinan penyebab kemampuan motorik bayi yang lainnya adalah:

1. Ataksia, cacat yang mengganggu koordinasi otot

2. Cerebral palsy, suatu kondisi yang disebabkan oleh kerusakan otak sebelum lahir

3. Gangguan penglihatan

4. Keterlambatan perkembangan kognitif

5. Myopathy, penyakit otot

6. Spina bifida, kondisi genetik yang menyebabkan kelumpuhan parsial atau total pada tubuh bagian bawah

Baca Juga: Ini Cara Memaksimalkan Motorik Kasar Bayi 

Tanda Peringatan Adanya Keterlambatan Pada Keterampilan Motorik Bayi

baby crawling and toy
Foto: baby crawling and toy

Sebaiknya Moms segera berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil menunjukkan beberapa tanda di bawah ini, sesuai usia yang diindikasikan. Selain itu, perhatikan hilangnya kemampuan yang sebelumnya sudah ia kuasai.

1. Pada usia 3 sampai 4 bulan, hubungi dokter saat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda:

- Tidak mampu meraih, memegang, atau menggenggam benda

- Tidak mampu menopang kepalanya dengan baik

- Tidak mencoba memasukkan benda ke dalam mulutnya (biasanya usia 4 bulan)

- Tidak mencoba menapakkan kakinya saat diletakkan di permukaan yang kokoh (sekitar usia 4 bulan)

2. Pada usia 5 sampai 7 bulan, hubungi dokter saat anak menunjukkan tanda-tanda:

- Memiliki otot yang kaku dan kencang atau sangat lemah

- Kepalanya tidak tegak saat Moms membantunya duduk

- Meraih benda hanya dengan satu tangan secara tidak aktif

- Mengalami kesulitan dalam memasukkan benda ke mulutnya

- Tidak berguling ke arah manapun (5 bulan)

- Tidak bisa duduk tanpa bantuan (6 bulan)

- Tidak menahan beban pada kakinya (menapak) saat Moms membantunya berdiri

3. Pada usia 7 sampai 12 bulan, hubungi dokter saat Si Kecil menunjukkan tanda-tanda:

- Tidak merangkak

- Menyeret satu sisi tubuhnya saat merangkak

- Tidak bisa berdiri tegak meskipun Moms bantu

Seiring perkembangan Si Kecil secara fisik, ia akan mencapai milestone sesuai dengan langkahnya sendiri. Perkembangannya tidak harus selalu mengikuti buku panduan milestone bayi.

Moms bisa membantu mendorong kemajuannya, namun dalam banyak kasus, kesabaran adalah jawaban utamanya.

Jika lebih dari satu kemampuan motorik bayi tertunda, Moms harus menghubungi dokter sehingga masalahnya bisa segera diperiksa dan ditangani.

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.