Kesehatan

6 April 2019

Kenali 5 Jenis Insomnia Berikut dan Cara Menyembuhkannya

Ada 5 jenis insomnia, ini cara menyembuhkannya
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dina Vionetta
Disunting oleh Dina Vionetta

Insomnia adalah salah satu dari sekian banyak gangguan tidur yang kerap dialami banyak orang.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mencatat perkiraan bahwa sebanyak 27% orang di dunia mengalami kesulitan tidur.

Bermacam jenis insomnia ternyata lebih banyak diderita oleh perempuan daripada laki-laki karena perempuan lebih sensitif terhadap perubahan, serta lebih rentan terhadap kecemasan dan depresi.

Baca Juga: GERD, Gangguan Pencernaan yang Mirip Serangan Jantung

Macam-Macam Jenis Insomia

Foto: sleepfoundation.com

Terkait dengan gangguan tidur tersebut, sebuah studi baru dari Belanda mencari tahu ciri-ciri kepribadian dan emosi—yang terkait dengan insomnia—dan menemukan ada lima jenis insomnia.

  • Tipe 1; penderita insomnia cenderung memiliki tingkat kecemasan dan kekhawatiran yang tinggi dan tingkat kebahagiaan yang rendah.
  • Tipe 2; penderita insomnia memiliki tingkat tertekan yang sedang, dengan kebahagiaan yang relatif normal.
  • Tipe 3; sama seperti tipe 2, penderita insomnia ini memiliki tingkat tertekan sedang, tapi tingkat kebahagiaannya rendah.
  • Tipe 4; biasanya memiliki tingkat tertekan rendah, tapi cenderung mengalami insomnia jangka panjang karena hidup yang penuh tekanan.
  • Tipe 5; memiliki tingkat tertekan yang rendah, dan gangguan tidurnya tidak terpengaruh oleh hidup yang penuh tekanan.

Baca Juga: Urine Berbau Tidak Sedap, Hati-Hati Terkena 5 Penyakit Ini

Teknik Menyembuhkan Insomnia

maxresdefault

Foto: youtube.com

Apakah macam-macam jenis insomnia tersebut bisa disembuhkan? Tentu saja bisa, Moms.

Perawatan bagi penderita insomnia bisa dilakukan dengan terapi perilaku, dan biasanya ditawarkan oleh psikiater, psikolog, atau konselor.

Kunjungan-kunjungan konsultasi diperlukan untuk mempelajari dan menerapkan teknik terapi perilaku tertentu.

Kunjungan-kunjungan konsultasi tersebut kemudian merujuk pada pendekatan perilaku yang lebih umum, meliputi:

  • Kontrol rangsangan, yaitu melatih orang untuk menggunakan tempat tidur dan kamar tidur mereka hanya untuk tidur dan melakukan hubungan seks.
  • Terapi kognitif dilakukan dengan seorang terapis profesional yang membantu pasien mencari tahu penyebab gangguan tidurnya dari sikap.
  • Adapun pelatihan relaksasi untuk mengurangi ketegangan dan juga teknik relaksasi otot.
  • Over-the-counter (OTC) atau obat tidur resep, dimana tiap obat yang diberikan memiliki dosis dan durasi konsumsi yang berbeda.
  • Demikian fungsi kunjungan-kunjungan konsultasi untuk menjaga resep agar sesuai dengan perilaku penderita insomnia.

Baca Juga: Hati-hati! Hipertensi Bisa Menyebabkan 5 Komplikasi Penyakit Ini

Selain konsultasi ke ahli kesehatan, meditasi adalah solusi yang patut dicoba juga untuk berbagai jenis insomnia Moms.

Tidak memungut biaya, tidak menyita banyak energi dan tidak harus banyak kompromi soal waktu.

Banyak penderita insomnia dari berbagai usia merespon baik praktik meditasi.

Meskipun ada kelas meditasi berbayar (dengan panduan seorang profesional), ada juga latihan yang tersedia dalam bentuk buku-buku bacaan, video di YouTube, serta artikel dari berbagai sumber terpercaya di internet.

Dengan demikian, Moms yang menderita insomnia bisa mencoba dulu teknik meditasi.

Jika ternyata tidak berpengaruh, carilah bantuan dari dokter.

(MDA)

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait