10 Juli 2018

Kenali Penyebab dan Ciri-ciri Anak Terkena Alergi Dingin

Penyakit tertentu dapat menjadi salah satu penyebab dari alergi dingin


Anak ternyata merupakan sasaran paling mudah yang dapat terkena alergi dingin, Meskipun alergi dingin bisa hilang seiring jalannya waktu, namun beberapa dari mereka justru tetap mengidap alergi dingin tersebut.

Apa sajakah gejala yang ditunjukkan saat jika Si Kecil terserang alergi dingin?

Gejala Alergi Dingin

Alergi dingin biasanya muncul saat kulit terpapar air dingin atau cuaca dingin. Alergi dingin juga lebih berisiko muncul dalam kondisi yang berangin dan lembap.

Berikut ini adalah beberapa gejala alergi dingin yang dapat terjadi.

1. Tangan yang seketika terasa bengkak saat memegang benda yang dingin

2. Munculnya bilur yang terasa gatal pada area kulit yang terpapar udara dingin

3. Bibir dan tenggorokan yang terasa bengkak saat mengonsumsi makanan atau minuman dingin

4. Kulit yang berwarna kemerahan

Selain itu, reaksi alergi yang paling parah biasanya terjadi saat seluruh tubuh terpapar suhu dingin seperti saat sedang berenang di air dingin.

Tak hanya itu, reaksi yang ditimbulkan ternyata dapat berpotensi membahayakan nyawa seperti pembengkakan pada tenggorokan dan lidah sehingga sulit bernapas, tekanan darah menurun drastis, jantung berdebar, pingsan, serta membengkaknya lengan dan kaki.

Baca Juga : Apakah Anak Alergi atau Demam? Kenali Dulu 4 Perbedaannya Berikut Ini

Penyebab Alergi Dingin

Faktor genetika memiliki sel kulit yang terlalu sensitif, virus atau penyakit tertentu dapat menjadi salah satu penyebab dari alergi dingin, namun penyebab pasti kenapa tubuh bereaksi demikian terhadap dingin belum diketahui.

Meski demikian ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin, yaitu:

1. Pada usia anak-anak dan remaja memang paling sering terkena alergi dingin dan biasanya membaik dengan sendirinya dalam beberapa tahun.

2. Memiliki penyakit dasar tertentu seperti kanker atau hepatitis yang meningkatkan risiko terkena alergi dingin.

3. Bagi yang baru saja terkena infeksi seperti pneumonia atau radang paru-paru lebih berisiko mengalami alergi dingin.

4. Faktor keturunan, dimana ada Si Kecil yang mewarisi penyakit ini dari orang tuanya, namun hal ini sangat jarang terjadi.

Mengatasi Alergi Dingin

Hingga saat ini tidak ada obat yang mampu menyembuhkan alergi dingin. Pengobatan yang diberikan hanya untuk mengurangi gejala penyakit dan mencegah agar gejala tidak sering muncul di kemudian hari.

Pengobatan yang biasanya diberikan oleh dokter adalah dengan obat golongan antihistamin. Namun, penggunaan antihistamin dengan dosis biasa diketahui tidak efektif, sehingga yang lebih membantu adalah obat antihistamin non-sedatif dengan dosis tinggi.

Obat-obat yang biasa diberikan adalah omalizumab, Antihistamin, Cyproheptadine dan Doxepin.

Selain itu, saat Si Kecil sudah mulai menunjukkan gejala, Moms harus mampu memberikan pertolongan pertama. Seperti membawanya ke dalam ruangan yang lebih hangat.

Pakaikan pakaian yang tebal dan hangat untuk melindunginya dari paparan udara dingin dan jika Si Kecil sudah menunjukan gejala gangguan pada pernapasannya, sebaiknya Moms menghindari penggunaan obat sembarangan.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.