30 Juli 2018

Kenali Perbedaan Pedofil dan Predator Seksual

Para psikolog menganggap pedofilia sebagai gangguan mental

Moms tentu tak asing dengan istilah pedofilia, terutama semenjak kasus mengenai hal ini semakin marak terjadi di masyarakat. Namun, masih banyak yang kesulitan untuk membedakan pedofil dan predator seksual.

Untuk dapat memahami lebih lanjut dan mencegah agar Si Kecil tidak menjadi korban, mari kenali perbedaan pedofil dan predator seksual.

Pedofilia

Pedofilia merupakan gangguan seksual yang berupa hawa nafsu seksual terhadap remaja atau anak di bawah usia 14 tahun. Seseorang dapat dikategorikan mengidap pedofilia jika usianya minimal 16 tahun.

Menurut Diagnostik dan Statistik Manual Gangguan Jiwa (DSM), pedofilia merupakan parafilia di mana seseorang memiliki dorongan seksual dan fantasi yang kuat akan anak-anak sebelum puber.

Para psikolog dan psikiater menganggap pedofilia sebagai gangguan mental dan bukan preferensi seksual.

Preferensi pedofil dapat bervariasi dari setiap individu, beberapa individu tertarik terhadap anak laki-laki dan perempuan, namun beberapa hanya tertarik terhadap satu jenis kelamin, ada juga yang tertarik pada anak dan orang dewasa sekaligus.

Pedofilia adalah sebuah penyakit, tetapi tidak semua pedofil melakukan pelecehan pada anak dan tentunya tidak semua orang yang melakukan kekerasan seksual pada anak-anak merupakan pedofil.

Kebanyakan pedofil berjenis kelamin pria, namun tidak menutup kemungkinan bagi wanita mengidap pedofilia.

Selain itu, tidak ada pedofil yang khas karena pedofil bisa muda, tua, pria atau wanita. Biasanya pedofil tidak memilih anak-anak yang belum dikenal korbannya. Mereka cenderung memilih anak yang sudah mereka kenal baik itu keluarga maupun tetangga.

Baca Juga: Kasus Pedofilia di Tangerang Telan 41 Korban, Bagaimana Cara Agar Anak Terhindar dari Pedofil?

Gejala Pedofilia

Pedofilia biasanya akan terlihat setelah masa puber, saat orientasi seksual seseorang terfokus pada anak-anak bukan orang dewasa. Ia tidak dapat menentukan orientasi seksual diri sendiri dan merasa takut akan diri mereka sendiri.

Mereka juga kerap mengalami diskriminasi sosial, sulit bagi mereka untuk terlibat dalam komunitas dan berhubungan dengan orang lain.

Hal Ini yang akhirnya membuat mereka tertarik pada anak-anak karena mereka tergolong masih polos dan tidak menghakimi seperti orang dewasa.

Predator Seksual

Predator seksual merupakan orang-orang dapat bertindak layaknya predator yang memangsa siapapun anak yang ada di depan matanya, dalam kasus ini mereka memangsa secara seksual.

Predator seksual akan terus mengejar sasaran yang telah ditentukan dan tidak akan berhenti sebelum sasaran itu tercapai. Sasaran di sini berupa anak-anak atau orang dewasa yang memang dijadikan sebagai objek pelampiasan hasrat seksual.

Seorang predator seksual biasanya juga memiliki sifat agresif yang tinggi. Ia tidak segan melakukan apa saja demi mendapatkan korban incarannya bahkan dengan kekerasan sekalipun.

Baca Juga: 4 Ciri Predator Seksual Anak yang Wajib Diketahui Si Kecil dan Orang Tua

Mengobati Pedofilia

Bentuk paling umum bagi pengobatan pedofilia adalah psikoterapi atau dengan obat. Pengobatan ini cenderung efektif tetapi banyak pedofil yang kemudian kambuh lagi.

Tak hanya itu, sebenarnya diagnosis dari pedofilia sulit dilakukan karena banyak dari pasien tidak menunjukkan emosi bahkan ketika bertemu langsung dengan dokter.

Supaya anak tetap terlindungi, berikan ia edukasi seks dan beri tahu apa yang harus ia lakukan jika berhadapan dengan predator seksual.

Pastikan juga anak selalu nyaman untuk bercerita pada Moms dan Dads, sehingga jika ada kejadian yang tidak diinginkan, ia tidak takut untuk memberi tahu kedua orangtuanya.

(MDP)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.