Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Anak | Jan 29, 2019

Keringat Berlebih Pada Anak, Normalkah?

Bagikan


Kondisi keringat berlebih pada anak, yang bukan diakibatkan oleh aktivitas olahraga maupun suhu panas, bisa menjadi tanda adanya masalah metabolik, neurologis, ataupun gangguan kesehatan lain.

Anak yang banyak berkeringat setelah berolahraga atau berada di tempat yang bersuhu panas masih bisa dianggap wajar ya, Moms.

Yang patut diwaspadai adalah bila keringat berlebih pada anak terjadi saat dia sedang tidak melakukan aktivitas fisik dan berada di suhu udara sejuk atau dingin.

Dalam dunia medis, keringat berlebih dikenal dengan nama hiperhidrosis, dan terjadi karena saraf kelenjar keringat bekerja terlalu aktif.

Kondisi ini akan semakin parah jika anak sedang mengalami stres atau tekanan.

Jenis Keringat Berlebih Pada Anak

Secara umum, ada dua jenis hiperhidrosis, yaitu:

- Keringat berlebih umum. Keringat keluar dari seluruh bagian tubuh dan membuat seluruh kaus atau baju yang dipakai anak menjadi basah.

- Keringat berlebih lokal. Keringat hanya keluar dari salah satu bagian tubuh, seperti ketiak, wajah, atau leher saja.

Kira-kira, kondisi mana yang dialami oleh buah hati Moms?

Baca Juga: Balita Sering Berkeringat di Malam Hari, Apa Penyebabnya?

Penyebab Keringat Berlebih Pada Anak

Di antara berbagai penyebab hiperhidrosis atau keringat berlebih, yang paling ringan ternyata adalah karena anak memakai baju berlapis atau terlalu tebal.

Selanjutnya ada penyebab kategori normal seperti rasa cemas, demam, maupun aktivitas fisik.

Sedangkan penyebab lain yang lebih serius di antaranya adalah:

- Efek samping konsumsi obat atau suplemen kesehatan.

- Hipertiroid atau kondisi kelenjar tiroid terlalu aktif memproduksi hormon. Biasanya disertai dengan penurunan berat badan, detak jantung sangat cepat, dan kecemasan.

- Infeksi, baik ringan maupun serius.

- Diabetes, biasanya disertai dengan keringat berbau seperti aseton (cairan penghapus cat kuku), rasa sering haus, sering buang air kecil, dan penurunan berat badan.

- Gangguan hormon dan metabolik.

- Darah tinggi.

- Kondisi gagal jantung.

Baca Juga: Tangan Sering Berkeringat? Ini Penjelasannya!

Mengatasi Keringat Berlebih Pada Anak

Selain dapat mengganggu aktivitas dan kepercayaan diri anak, keringat berlebih juga dapat menyebabkan gangguan fisik seperti panu, infeksi kulit, biang keringat, bahkan eksim dan radang kulit.

Karena itulah, ada baiknya Moms membawa Si Kecil untuk diperiksa dokter agar bisa diberikan penanganan yang sesuai.

Penanganan keringat berlebih yang biasanya diberikan oleh dokter di antaranya adalah:

- Anti-perspirant yang diperkaya obat untuk mengurangi produksi keringat.

- Obat antikolinergik atau obat yang mempengaruhi syaraf.

- Terapi iontophoresis.

- Penyuntikan botoks.

- Operasi pengangkatan kelenjar keringat.

Moms juga bisa mencegah keringat berlebih pada anak dengan memastikan dia mandi dua kali sehari agar bakteri tidak menumpuk di permukaan kulit, serta memakai baju katun berwarna cerah yang membantu menjaga suhu tubuh tetap sejuk.

Apakah anak Moms juga mengalami kondisi keringat berlebih ini?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.