13 November 2022

Mengenal Hybrid Learning, Metode Belajar yang Dilakukan selama Pandemi

Metode ini ternyata cukup efektif untuk dilakukan

Apakah Moms sudah memahami hybrid learning dan perbedaannya dengan blended learning?

Semenjak COVID-19 ditetapkan sebagai pandemi pada Maret 2020 silam, kondisi ini memaksa manusia untuk mengikuti perubahan pada banyak hal.

Salah satunya dalam dunia pendidikan.

Moms yang sudah memiliki anak mungkin sekarang harus bekerja lebih ekstra mengawasi anak yang belajar di rumah.

Namun, tahukah Moms bahwa di masa depan, tren belajar online ini akan terus berlangsung meski sudah tidak ada pandemi?

Belakangan ini mungkin anak sudah mulai diizinkan untuk belajar langsung di sekolah, namun biasanya hanya beberapa hari sepekan saja.

Anak mungkin juga akan diminta untuk belajar secara daring, untuk meminimalkan penularan COVID-19.

Nah, belakangan pun Moms pasti pernah dengar mengenai hybrid learning, yaitu perpaduan berbagai jenis metode pembelajaran.

Jika Moms ingin tahu lebih dalam mengenai hybrid learning, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Baca Juga: 4 Penyebab Anak Sulit Fokus Belajar, Segera Atasi, Yuk!

Mengenal Hybrid Learning

Hybrid Learning (Orami Photo Stock)
Foto: Hybrid Learning (Orami Photo Stock)

Hybrid learning adalah pembelajaran yang menyatukan proses KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) online dengan tatap muka, yang dilakukan secara teratur dan efektif.

Dalam penerapannya kelak, pasti akan ada penyesuaian, yang mana ini semua bisa tergantung kondisi sekolah dan tempat tinggal peserta didik.

Penerapan model hybrid learning sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekolah serta kesiapan teknologi yang tersedia.

Namun secara prinsip, pembelajaran dengan sistem daring akan tetap dilaksanakan oleh guru dengan dikombinasikan pertemuan tatap muka.

Selain itu, durasi lamanya tatap muka di sekolah juga tergantung dari kebijakan yang diambil oleh kepala sekolah.

Kebijakan ini umumnya juga disesuaikan dengan instruksi pemerintah setempat terkait.

Selain itu, jumlah murid dalam satu sekolah juga akan menjadi hal akan dijadikan pertimbangan.

Baca Juga: Belajar Anti Bosan dengan Mind Mapping, Ini Manfaat dan Cara Membuatnya

Hybrid Learning Terapkan Sistem Rotasi

Penerapan model hybrid learning yang paling memungkinkan adalah dengan menerapkan sistem rotasi.

Jadi, misalnya 50 persen siswa belajar tatap muka dan 50 persen lainnya belajar secara daring.

Pada hari berikutnya, mereka saling bergantian.

Strategi ini cocok diterapkan untuk kelas dengan jumlah murid yang relatif banyak.

Sementara itu, jika jumlah murid dalam satu kelas sedikit, bisa saja 100 persen murid dalam satu kelas masuk secara bersamaan.

Namun tidak akan dilakukan setiap hari.

Ini semua dilakukan dalam rangka mencegah penularan COVID-19.

Jadi dengan penerapan hybrid learning ini, semua orang, termasuk guru dan murid, tetap bisa menerapkan physical distancing.

Sejauh ini, persentasenya adalah 70 persen untuk pembelajaran online, dan 30 persen pembelajaran tatap muka.

Jika ada kendala terkait internet, maka murid bisa hadir di sekolah sebanyak 2 atau 3 kali seminggu untuk belajar tatap muka.

Pastinya ini menjadi kesepakatan antara orang tua, sekolah dan komite sekolah, serta pengawas dari dinas pendidikan setempat.

Perbedaan Hybrid Learning dengan Blended Learning

Selain istilah hybrid learning, ada juga istilah blended learning.

Keduanya sama-sama model pembelajaran yang mencampurkan metode daring dan juga tatap muka.

Namun, ada juga yang membedakan keduanya.

Blended Learning adalah gabungan keunggulan pembelajaran yang dilakukan secara tatap-muka dan secara virtual.

Blended learning adalah kombinasi pengajaran langsung (face-to-face) dan pengajaran online.

Lebih daripada itu, ia diharapkan juga tetap mengutamakan interaksi sosial.

Hybrid learning adalah pembelajaran yang menggabungkan berbagai pendekatan dalam pembelajaran.

Yaitu pembelajaran tatap muka, pembelajaran berbasis komputer dan pembelajaran berbasis online atau internet dan mobile learning.

Baca Juga: 6 Gaya Belajar Anak Paling Populer, Cari Tahu!

Manfaat Hybrid Learning dan Blended Learning

Hybrid Learning
Foto: Hybrid Learning (pexels.com/Julia M Cameron)

Dua metode ini adalah alternatif metode pembelajaran di Indonesia dalam menghadapi COVID-19.

Metode ini bisa terus dilakukan meski pandemi berakhir demi menghadapi era digital.

Selain itu, di berbagai negara juga telah menggunakannya untuk meningkatkan mutu pendidikan, serta membuat murid dan guru lebih mudah memahami materi pembelajaran.

Selain itu, berikut ini manfaat yang dirasakan peserta didik saat menggunakan metode blended learning dan hybrid learning di institusi pendidikan.

Berikut ini beberapa manfaatnya:

1. Lebih Efektif dan Efisien

Tidak bisa dimungkiri lagi bahwa setiap peserta didik memang memiliki cara belajar yang berbeda-beda.

Misalnya saja ada yang semangat belajar sembari mendengarkan musik.

Ada juga yang menyukai cara belajar dengan suasana yang tenang supaya ia bisa dengan mudah menyerap materi yang diajarkan.

Sayangnya, perbedaan cara belajar seperti ini tidak bisa dipukul rata ketika berada di kelas.

Adanya metode pembelajaran blended learning, ini bisa menjadi jawaban terbaik.

Peserta didik bisa mengatur dan memilih waktu belajar sendiri di mana saja dan kapan saja.

Metode pembelajaran ini bisa memangkas biaya bahkan sampai 50 persen lebih rendah jika dibandingkan dengan cara belajar konvensional.

Baca Juga: Dukung Kegiatan Belajar, Ini Rekomendasi Laptop untuk Anak Sekolah

2. Bisa Menjadi Tren Belajar di Masa Depan

Tren mengenai blended learning dalam perkembangannya ternyata banyak diminati oleh semua kalangan.

Selain diminati siswa, peserta pelatihan di perusahaan atau institusi pelatihan juga menikmatinya.

Hal ini karena metode pembelajaran blended learning didukung dengan ragam kemudahan seseorang dalam mencari informasi.

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Meningkatkan Motivasi Belajar Anak

3. Mendukung Pengembangan Keterampilan Digital

Disadari atau tidak, berkat keberadaan metode pembelajaran blended learning, setiap orang mengalami peningkatan keterampilan digital dalam proses belajar mengajar, baik itu guru atau murid.

Dengan menggunakan perangkat digital yang terkoneksi dengan jaringan internet, kini para peserta didik bisa berinteraksi secara intens dengan pengajar.

Di samping itu, keberadaan blended learning dinilai mendukung adanya akses yang adil pada sumber materi belajar maupun keahlian khusus.

Para peserta pelatihan juga bisa mengembangkan jaringan sosial dengan peserta pelatihan lainnya.

Itulah penjelasan tentang metode hybrid learning yang perlu Moms pahami.

Semuanya tentu saja demi mendukung masa depan anak yang lebih cerah.

  • https://widyaedu.com/blog/model-pembelajaran-hybrid-learning/
  • https://www.ruangguru.com/blog/strategi-hybrid-learning-dalam-pembelajaran
  • https://binus.ac.id/knowledge/2021/09/hybrid-learning-model-pembelajaran-pasca-pandemi-covid19/
  • https://sevima.com/apa-perbedaan-blended-learning-dan-hybrid-learning/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.