06 April 2019

Keriput Bukan Hanya Tanda Penuaan, Bisa Juga Gejala Awal Penyakit Jantung

Temuan terbaru menunjukkan hubungan antara kerutan di dahi dengan potensi penyakit jantung.

Keriput seringkali menjadi pertanda mulai terjadinya penuaan di kulit kita. Namun, ternyata keriput tidak hanya pertanda kita semakin menua lho!

Tahukah Moms, kalau keriput juga menjadi salah satu gejala awal penyakit jantung lho!

Penelitian baru oleh tim peneliti Perancis menemukan bahwa ada keriput yang bukan menandakan penuaan, melainkan menandakan adanya potensi penyakit jantung. Ini berdasarkan banyaknya kerutan yang dalam di dahi.

Baca Juga : Sering Selfie Bikin Kulit Cepat Keriput, Kok Bisa?

Hubungan Antara Keriput dan Penyakit Jantung

Menurut studi dari para peneliti di Perancis ini, menemukan bahwa orang-orang dengan banyak kerutan dahi yang dalam, lebih banyak daripada yang biasa terjadi pada usia mereka, lebih mungkin meninggal karena penyakit jantung, dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki kerutan dahi.

“Kerut di dahi bisa menjadi pertanda aterosklerosis (pengerasan pembuluh darah akibat menumpuknya plak),” kata Yolande Esquirol, profesor kesehatan kerja di Centre Hospitalier Universitaire de Toulouse di Prancis, sebagaimana dikutip dari livescience.com.

Tahukah Moms jika aterosklerosis merupakan penyumbang utama serangan jantung dan masalah kardiovaskular lainnya?

Baca Juga : Weekly Routine Merawat Kecantikan Wajah

Perubahan protein kolagen yang memberi struktur pada rambut, kulit, dan kuku ini tampaknya berperan dalam aterosklerosis dan kerutan.

Studi ini menunjukkan pembuluh darah kecil di dahi mungkin lebih sensitif terhadap penumpukan plak yang bisa menjadi tanda penuaan pembuluh darah.

"Anda tidak dapat melihat atau merasakan faktor risiko penyakit jantung seperti kolesterol tinggi atau hipertensi. Namun, hanya dengan memandang wajah ternyata dapat membunyikan alarm," ujar profesor Esquirol.

Baca Juga : 6 Makanan yang Bisa Mencegah Kulit Keriput

Mulai Gaya Hidup Sehat Untuk Cegah Penyakit Jantung

Namun ini tidak berarti potensi bahaya penyakit jantung hanya dinilai dari pertanda visual saja, melainkan dengan memeriksa tekanan darah, kadar lipid dan glukosa darah, serta gaya hidup.

Oleh karena itu, profesor Esquirol menyarankan untuk mencegah penyakit jantung Moms harus mengubah gaya hidup langsung seperti berolahraga lebih banyak atau makan makanan sehat.

"Risiko penyakit jantung meningkat seiring bertambahnya usia orang, tetapi gaya hidup dan intervensi medis dapat mengurangi bahaya. Tantangannya adalah mengidentifikasi pasien berisiko tinggi cukup dini untuk membuat perbedaan," ujarnya.

Jadi mulai sekarang, yuk jaga kondisi tubuh dengan rajin berolahraga dan menjalani pola makan dan hidup yang sehat! 

(MDA/CAR)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.