23 September 2022

Cara Menghitung dan Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan, Catat!

Anak-anak memiliki tingkat pernapasan yang lebih tinggi daripada orang dewasa

Suka penasaran tidak tentang berapa frekuensi pernapasan yang normal? Bagaimana cara menghitungnya? Yuk, kita cari tahu semuanya di sini!

Faktor yang Memengaruhi Frekuensi Pernapasan

Pernapasan adalah salah satu dari tanda vital yang biasanya digunakan untuk mengukur kondisi tubuh seseorang.

Seperti diketahui, frekuensi pernapasan dapat meningkat maupun menurun, sesuai dengan kondisi yang sedang dialami seseorang.

Mengukur laju pernapasan biasanya dilakukan saat seseorang sedang istirahat dan hanya melibatkan menghitung jumlah napas selama satu menit dengan menghitung berapa kali dada naik.

Secara normal, kecepatan napas orang dewasa saat sedang istirahat berkisar antara 12 hingga 20 napas per menit.

Namun ketika sedang mengalami demam atau dalam kondisi medis tertentu, napas seseorang bisa mengalami peningkatan.

Maka penting untuk diingat untuk menanyakan apakah seseorang mengalami sesak napas atau tidak saat sedang memeriksa pernapasan.

Menurut John Hopkins Medicine, ada empat tanda vital utama sebagai pengukuran fungsi tubuh paling dasar.

Biasanya, para petugas medis profesional maupun penyedia layanan kesehatan akan menentukan kesehatan seseorang lewat pemeriksaan:

Meski sebenarnya, tekanan darah tidak dianggap sebagai tanda vital, tetapi pemeriksaannya sering dilakukan bersama tanda-tanda vital.

Ingin tahu cara menghitung laju pernapasan dan apa saja yang dapat mempengaruhi kecepatan pernapasan? Simak ulasannya sampai selesai, ya!

Baca Juga: Bagaimana Cara Merawat Organ Pernapasan? Ini 9 Tips yang Bisa Diterapkan

Cara Menghitung Frekuensi Pernapasan

Cara Menghitung Frekuensi Pernapasan
Foto: Cara Menghitung Frekuensi Pernapasan (wellnesshouse.ca)

Secara umum, laju pernapasan normal setiap individu berberda. Bahkan, laju pernapasan setiap usia pun berbeda.

Namun ada kisaran yang dianggap biasa oleh dokter maupun penyedia layanan kesehatan.

Berikut adalah tingkat pernapasan normal berdasarkan usia, seperti dikutip dari Medical News Today.

  • Bayi usia 0 bulan hingga 1 tahun, 30-60 per menit
  • Balita usia 1 tahun hingga 3 tahun, 20-40 per menit
  • Balita usia 3 tahun hingga anak usia 6 tahun, 22-34 per menit
  • Anak usia 6 tahun hingga 12 tahun, 18-30 per menit
  • Remaja usia 12 tahun hingga 18 tahun, 12-16 per menit
  • di atas 18 tahun, 12-20 per menit

Anak-anak memiliki tingkat pernapasan yang lebih tinggi daripada orang dewasa.

Begitu seorang anak mencapai usia 2 tahun, laju pernapasan berkurang dari 44 kali per menit menjadi 26 kali.

Tingkat pernapasan normal untuk orang dewasa yang sehat adalah antara 12 hingga 20 napas per menit.

Pada tingkat pernapasan ini, karbon dioksida keluar dari paru-paru dengan kecepatan yang sama dengan yang diproduksi tubuh.

Tingkat pernapasan di bawah 12 atau di atas 20 dapat berarti gangguan pada proses pernapasan normal.

Untuk mengukur frekuensi pernapasan normal paling tepat dilakukan saat seseorang sedang istirahat.

Laju pernapasan mengacu pada jumlah napas yang diambil seseorang dalam satu menit.

Untuk melakukan pengukuran yang akurat, perhatikan dada orang tersebut naik dan turun.

Satu napas lengkap terdiri dari satu inhalasi saat dada naik, diikuti oleh satu ekspirasi saat dada turun.

Untuk mengukur laju pernapasan, hitung jumlah napas selama satu menit penuh atau hitung selama 30 detik dan kalikan dua.

Berolahraga atau bahkan berjalan melintasi ruangan dapat memengaruhi kecepatan pernapasan seseorang.

Berikut adalah cara menghitung frekuensi pernapasan yang cukup akurat, seperti dikutip dari Mayo Clinic.

  • Duduk dan cobalah untuk rileks.
  • Yang terbaik adalah mengukur laju pernapasan adalah duduk di kursi atau berbaring di tempat tidur.
  • Ukur laju pernapasan dengan menghitung berapa kali dada atau perut naik selama satu menit.

Baca Juga: Cara Meningkatkan Saturasi Oksigen, Salah Satunya Berlatih Pernapasan!

Faktor yang Mempengaruhi Frekuensi Pernapasan

Bernapas
Foto: Bernapas (Verywellhealth.com)

Pernapasan bergantung pada koordinasi pusat kendali di otak dan otot-otot pernapasan. Area di dasar otak mengontrol pernapasan. Otak mengirimkan sinyal dari otak ke otot-otot pernapasan.

Terkadang, tubuh perlu menyesuaikan laju pernapasan. Reseptor di otak mendeteksi kadar oksigen rendah atau karbon dioksida tinggi dan mengirim sinyal ke tubuh, yang dapat mengubah laju pernapasan.

Faktor paling umum yang dapat memengaruhi laju pernapasan yang diukur meliputi:

  • Keadaan emosional
  • Kesehatan fisik
  • Suhu di dalam tubuh
  • Penyakit dan status kesehatan

Memiliki tingkat pernapasan yang tidak normal dapat menunjukkan berbagai hal.

Dalam beberapa kasus, tingkat pernapasan yang tinggi atau rendah disebabkan oleh suatu aktivitas, seperti olahraga, dan bukan merupakan indikasi bahwa ada sesuatu yang salah.

Namun, terkadang berbagai penyakit, cidera, dan zat dapat menyebabkan perubahan pernapasan.

Dalam pengaturan medis, tingkat pernapasan yang tidak normal, terutama jika terlalu cepat, dapat mengindikasikan masalah kesehatan.

Dalam sebuah penelitian yang melibatkan lebih dari 15.000 orang yang telah mengunjungi UGD menunjukkan, bahwa tingkat pernapasan yang tinggi merupakan indikator memburuknya masalah medis setelah mereka keluar dari UGD.

Penyebab Laju Pernapasan Lebih Cepat

laju pernapasan lebih cepat
Foto: laju pernapasan lebih cepat (Freepik.com)

Orang yang tingkat pernapasannya lebih tinggi cenderung lebih sering kembali ke rumah sakit, ketimbang mereka yang memiliki tingkat pernapasan normal.

Terdapat dua kondisi laju pernapasan yang dianggap tidak normal. Yang pertama adalah laju pernapasan cepat.

Secara medis, tingkat pernapasan lebih dari dari 20 napas per menit disebut sebagai takipnea. Penyebab umumnya termasuk:

1. Kecemasan

Orang mungkin bernapas lebih cepat saat mereka takut atau cemas. Napas cepat, atau hiperventilasi, adalah gejala umum serangan panik. Napas cepat biasanya akan hilang setelah kecemasan hilang.

2. Demam

Saat suhu tubuh meningkat dengan demam, laju pernapasan juga bisa meningkat. Peningkatan pernapasan adalah cara tubuh mencoba untuk menyingkirkan panas.

3. Masalah Jantung

Jika jantung tidak memompa dengan baik untuk mendapatkan oksigen ke organ, tubuh dapat bereaksi dengan bernapas lebih cepat.

Dalam sebuah studi tahun 2015 tercatat, bahwa gangguan pernapasan umum terjadi pada mereka yang mengalami gagal jantung.

4. Dehidrasi

Dehidrasi dapat meningkatkan laju pernapasan saat tubuh mencoba mendapatkan energi ke sel.

Kondisi lain yang dapat meningkatkan laju pernapasan seseorang termasuk:

Penyebab Laju Pernapasan Lebih Lambat

Masalah Pernapasan
Foto: Masalah Pernapasan (safarmedical.com)

Kondisi pernapasan yang tidak normal lainnya adalah laju pernapasan rendah, yang biasanya kurang dari 12 napas per menit.

Secara medis, dokter menyebut kondisi ini sebagai bradypnea. Ini dapat terjadi sebagai akibat dari memburuknya kondisi pernapasan yang mendasarinya.

Hal ini juga dapat terjadi sebagai akibat dari obstruksi jalan napas dan henti jantung. Penyebab lainnya termasuk:

1. Overdosis Obat

Penggunaan alkohol dan obat depresan, seperti narkotika dan benzodiazepin, dapat menekan dorongan pernapasan di otak, yang menyebabkan tingkat pernapasan rendah.

2. Apnea Tidur

Apnea tidur melibatkan penyumbatan saluran napas. Kondisi ini sering terjadi karena relaksasi jaringan lunak di tenggorokan.

Penyumbatan menyebabkan jeda singkat dalam pernapasan dan dapat menurunkan tingkat pernapasan secara keseluruhan.

3. Cedera Kepala

Cedera kepala dapat memengaruhi area di otak yang berperan dalam pernapasan, kondisi ini dapat menyebabkan penurunan laju pernapasan.

Baca Juga: 4 Jenis Alat Terapi Oksigen dan Manfaatnya untuk Pasien dengan Gangguan Pernapasan

Itulah beberapa hal umum yang perlu Moms ketahui tentang frekuensi pernapasan.

Meski tampak sulit, namun menghitung laju pernapasan seseorang bisa dilakukan sendiri di rumah.

Semoga bermnafaat!

  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/vital-signs-body-temperature-pulse-rate-respiration-rate-blood-pressure#:~:text=Normal%20respiration%20rates%20for%20an,to%2016%20breaths%20per%20minute
  • https://www.medicalnewstoday.com/articles/324409#summary
  • https://www.mayoclinic.org/how-to-measure-respiratory-rate/art-20482580
  • https://www.healthline.com/health/normal-respiratory-rate

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.