06 Mei 2019

5 Tanda Vital Ini Isyaratkan Bayi Kurang Minum ASI

Bisa sebabkan jaundice lho Moms

Meskipun pasokan ASI yang rendah cenderung jarang terjadi, bayi masih mungkin kurang ASI karena beberapa sebab.

Sebagai contoh, bayi mungkin masih belajar menyusu dengan benar selama beberapa minggu pertama kehidupan, tidak cukup sering menyusu, waktu menyusunya masih kurang lama, atau mungkin tidak melekat dengan baik.

Bagaimana sih Moms cara mengetahui si kecil yang tidak mendapatkan cukup ASI?

Berikut ini adalah beberapa tanda bayi kurang ASI yang mungkin ditunjukkan si kecil:

1. Jumlah Popok Basah atau Kotor Terlalu Sedikit

5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 1.jpg
Foto: 5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 1.jpg (romper.com)

Jumlah popok basah atau kotor yang dihasilkan bayi ASI per hari merupakan indikator yang baik untuk mengetahui apakah bayi mendapatkan cukup ASI atau tidak.

Bayi umumnya menghasilkan kurang dari 5 popok basah pada usia sekitar 5 hari.

Sementara popok kotor yang dihasilkan jumlahnya tidak lebih dari 2 dan kotorannya juga tidak berair atau berwarna kuning.

Setelah beberapa minggu, beberapa bayi ASI hanya buang air besar hanya setiap beberapa hari sekali.

Baca Juga: Selain Ruam Popok, Ini Beberapa Masalah Kulit Bayi dan Cara Mengatasinya

Sehingga popok basah atau kotor yang terlalu sedikit di beberapa hari atau minggu pertama kehidupan bayi menunjukkan bahwa dia tidak mendapatkan cukup ASI.

2. Mengalami Dehidrasi

5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 2.jpg
Foto: 5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 2.jpg (Momjunction.com)

Bukan hanya frekuensi buang air kecil, warna urin juga bisa menjadi tanda bayi kurang ASI.

Urin bayi yang berwarna pucat atau bening menunjukkan bahwa tubuh bayi terhidrasi dengan baik.

Sementara urin yang berwarna gelap atau keruh setelah 4 hari pertama kehidupan menunjukkan bahwa bayi tidak mendapatkan cukup ASI.

Dr. Sears William, MD, menyebutkan bahwa jika bayi tidak mendapatkan ASI dalam jumlah yang cukup, Moms akan melihat adanya residu seperti debu pada popok bayi.

Residu tersebut merupakan urin yang terlalu terkonsentrasi selama beberapa hari pertama kehidupan, yang seharusnya hilang setelah bayi semakin sering mendapatkan ASI.

Selain itu, bayi juga menunjukkan gejala-gejala dehidrasi lainnya seperti ubun-ubun yang tampak cekung, tidak mengeluarkan air mata saat menangis, dan lain sebagainya.

3. Berat Badan Tidak Bertambah

5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 3.jpg
Foto: 5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 3.jpg (momjunction.com)

Merupakan hal yang normal bagi bayi baru lahir kehilangan sekitar 5% hingga 7% dari berat lahir mereka selama beberapa hari pertama kehidupan.

Bahkan beberapa bayi cenderung kehilangan berat badan hingga 10% dari berat lahirnya.

Namun, setelah itu berat badan bayi ASI seharusnya bertambah setidaknya 20 hingga 30 geram per hari dan kembali ke berat lahir mereka pada usia 10-14 hari.

Jika bayi justru kehilangan 10% atau lebih dari berat lahirnya atau berat badannya belum juga bertambah pada hari kelima sampai keenam setelah dilahirkan, kemungkinan salah satu penyebabnya adalah tidak mendapatkan cukup ASI.

Baca Juga: Apakah Berat Badan Bayi Moms Normal? Coba Cek Dulu Panduannya!

4. Letargi atau Kelesuan

5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 4.jpg
Foto: 5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 4.jpg (romper.com)

Jika bayi kurang ASI, mereka juga sangat mungkin menjadi lesu karena kurangnya sumber energi dan kekuatan yang sejalan dengan kekurangan gizi.

Beberapa orang tua biasanya tidak segera menyadari bahwa buah hatinya sebenarnya lesu bukan karena kelelahan bermain.

Padahal kelesuan karena kurang ASI berbeda dengan lelah biasa. Apalagi biasanya kelesuan diiringi dengan gejala dehidrasi.

5. Jaundice pada Bayi ASI

5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 5.jpg
Foto: 5 Tanda Vital yang Mengisyaratkan Bayi Kurang Minum ASI 5.jpg (drweil.com)

Jaundice atau penyakit kuning pada bayi ASI terjadi ketika bayi tidak mendapatkan cukup ASI dan kondisi ini ditemukan pada sekitar 5% hingga 10% bayi baru lahir.

Hal ini disampaikan oleh Cynthia L. Gellner, MD, dokter anak di West Valley City, Utah.

Gejala-gejalanya mirip dengan jaundice fisiologis karena organ hati yang belum berkembang.

Bedanya sakit kuning yang muncul segera setelah bayi lahir akan hilang beberapa hari atau minggu setelah bayi mendapatkan ASI.

Tetapi jaundice breastfeeding justru terjadi setelah bayi diberikan ASI.

Baca Juga: Mengenal Sakit Kuning Pada Bayi dan Cara Mengatasinya

Terkadang bayi ASI yang menderita sakit kuning perlu mendapatkan suplemen khusus dari dokter, setidaknya sampai ASI bisa diproduksi secara maksimal dan bayi bisa mendapatkan semua nutrisi penting yang dibutuhkannya dari ASI.

Jadi, demikianlah beberapa tanda bayi kurang ASI yang bisa dengan mudah Moms kenali dari si kecil. Apakah si kecil sudah mendapatkan cukup ASI?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.