Newborn

30 Agustus 2021

Serba-serbi Ubun-ubun Bayi Baru Lahir yang Harus Moms Tahu

Ubun-ubun dapat menjadi indikator adanya masalah kesehatan pada bayi baru lahir
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Cholif Rahma
Disunting oleh Karla Farhana

Ubun-ubun bayi yang baru lahir sangat rentan dan perlu dijaga dengan baik. Daerah tengkorak yang lunak dan terbuka ini disebut juga dengan fontanel.

Bagian belakangnya akan menutup saat anak berusia 2 bulan ke atas. Sementara bagian atasnya akan menutup dan mengeras pada usia 7-18 bulan.

Saat menjadi orang tua baru, bagian ini mungkin akan sangat menakutkan, namun sebenarnya mudah dirawat dan umumnya akan tertutup dengan sendirinya.

Inilah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai ubun-ubun bayi baru lahir. Yuk Moms, disimak!

Baca Juga: Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Menjaga Ubun-ubun Bayi Baru Lahir

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 01.jpg

Foto: health.clevelandclinic.org

Ubun-ubun bayi baru lahir berada di 2 tempat, yaitu titik lunak di bagian atas dan di bagian belakang kepala.

Kepala bayi baru lahir dapat melewati jalan lahir karena adanya ubun-ubun yang membuat tengkorak menjadi cukup fleksibel untuk berubah bentuk saat melewati jalan yang ketat.

Daerah tengkorak lunak atau fontanel merupakan formasi alami yang terbentuk agar tengkorak bayi bertekstur fleksibel. Kepala bayi dibentuk fleksibel untuk mempermudah ketika Ia keluar dari saluran lahir.

Titik ini juga akan tetap terbuka untuk memberi ruang perkembangan otak bayi. Otak bayi akan tumbuh dan berkembang pesat hingga usia 18 bulan, sehingga masih dibutuhkan struktur kepala yang fleksibel utnuk menyesuaikan ukuran ini.

Otak bayi baru lahir juga akan tetap tumbuh dan berkembang seiring bertambahnya usia bayi, sehingga bagian lunak atau ubun-ubun bayi baru lahir ini memungkinkan otak untuk berkembang pesat setelah mereka dilahirkan.

“Seharusnya memang lunak, karena bagian inilah yang memungkinkan terjadinya pertumbuhan otak yang cepat di satu tahun pertama kehidupan bayi. Namun sebenarnya kamu tetap dapat menyentuhnya, bagian ini tidak terlalu rapuh,” ungkap Tia Hubbard, MD, perawat anak di University of California, San Diego Medical Center, seperti dikutip dari webmd.com.

Meski demikian, Moms tetap perlu menjaga ubun-ubun bayi baru lahir dari benturan keras yang dapat membahayakan kepala bayi.

Ubun-ubun bayi biasanya juga berdenyut mengikuti detak jantung, sehingga Moms tidak perlu kaget ketika melihat hal ini terjadi.

Baca Juga: Kenali Penyebab dan Cara Mencegah Kepala Bayi Peyang

Secara tidak sadar biasanya Moms akan memegang titik fontanel setiap kali mencuci rambut bayi atau memegang kepala bayi. Menyentuh titik ini tentunya tidak membahayakan bayi.

Fontanel memang terlihat lunak dan seakan-akan rapuh, tetapi sebenarnya tidak. Fontanel ditutupi oleh sebuah lapisan kuat agar bisa melindungi jaringan otak bayi di dalamnya. Jadi jika Moms menyentuhnya, sebenarnya aman-aman saja, selama tidak menekanya keras-keras.

Fontanel pasti lama-lama akan tertutup sempurna, dan kepala bayi akan mengeras seutuhnya. Fontanel bagian belakang biasanya lebih cepat tertutup.

Biasanya fontanel bagian belakang ini sudah hilang ketika usia 6 minggu. Sedangkan fontanel bagian depan biasanya masih dapat dirasakan sampai sekitar usia 18 bulan.

Baca Juga: Jangan Panik! Ini Yang Harus Dilakukan Ketika Anak Cedera Kepala

Tanda Bahaya Ubun-ubun Bayi Baru Lahir

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 02.jpg

Foto: rollercoaster.ie

Ubun-ubun bayi baru lahir juga dapat menjadi pertanda adanya masalah pada kesehatan bayi baru lahir.

“Ini dapat menjadi indikator yang baik mengenai adanya potensi hidrasi dan status otak bayi,” ungkap Violette Recinos, MD, Kepala Bagian Bedah Saraf Pediatrik di Klinik Cleveland, seperti dikutip dari health.clevelandclinic.org.

Jika ubun-ubun bayi cekung, ini bisa menjadi pertanda bayi baru lahir mengalami bahaya dehidrasi.

Sedangkan jika ubun-ubun bayi baru lahir menonjol keluar, maka merupakan pertanda banyaknya tekanan pada otak bayi.

Beberapa bayi baru lahir juga sering terlihat memiringkan kepalanya ke satu sisi dan hal ini juga bisa menjadi pertanda adanya masalah otot yang disebut torticollis.

Jika Moms melihat adanya gejala-gejala tersebut pada bayi baru lahir, ada baiknya segera berkonsultasi pada Dokter untuk mendapatkan perawatan yang efektif.

Baca Juga: Jangan Panik, Begini Pertolongan Pertama Saat Kepala Anak Terjepit

Perubahan Ubun-ubun Bayi Baru Lahir

Cara Memperlakukan Bayi Baru Lahir Menurut Ajaran Islam, Jangan Salah Moms-2.jpeg

Foto: Orami Photo Stock

Perubahan pada fontanel dapat memberikan petunjuk mengenai perkembangan dan kesehatan bayi. Inilah sebabnya dokter anak selalu memeriksa kepala bayi selama check up

Adapun perubahan ubun-ubun bayi yang mesti diperhatikan oleh Moms adalah:

1. Tenggelam atau Cekung

Tanda ubun-ubun bayi tidak normal yang pertama adalah di saat Moms menyentuhnya, bagian tersebut akan terasa cekung atau masuk ke dalam.

Banyak orangtua khawatir dengan kondisi fontanel yang tenggelam. Hal ini menunjukkan bahwa bayi sedang dehidrasi.

Selain fontanel yang cekung, dehidrasi parah pada bayi dapat dilihat pada popoknya yang tidak basah atau sedikit serta kurang responsif. Dehidrasi bisa disebabkan oleh diare, muntah, atau kurangnya asupan ASI.

2. Menonjol atau Bengkak 

Tak cuma cekung, ubun-ubun bayi cembung juga bisa terjadi. Jika kondisinya hanya membengkak saat bayi menangis, lalu kembali datar setelah tenang dan tidur dalam posisi menghadap ke atas, itu terbilang normal. 

Namun, fontanel yang membengkak dan tidak kembali normal mungkin merupakan tanda kondisi serius, seperti infeksi atau pembengkakan di otak. Segera temui dokter, terutama jika bayi demam atau sangat mengantuk.

Baca Juga: Kepala Bayi Peyang? Ketahui Penyebab dan Cara Penanganannya

3. Tidak Menutup 

Jika ubun-ubun tetap tidak menutup meski bayi sudah berusia satu tahun lebih, terdapat kemungkinan bahwa dia mengalami hipotiroidisme bawaan atau kongenital. 

Rendahnya kadar hormon tiroid sejak lahir membuat perkembangannya terganggu. Gejalanya meliputi wajah dan beberapa bagian tubuh yang membengkak, tungkai dan lengan yang pendek, serta lemas dan susah makan.

Diperkirakan, 1 dari 2.000 bayi di Indonesia mengalami kondisi ini.

Waktu Menutup Ubun-ubun Bayi

Harus Hati-Hati, Ini Fakta Tentang Ubun-Ubun Bayi Baru Lahir 03.jpg

Foto: womenshealthmag.com

Proses penutupan ubun-ubun bayi baru lahir dimulai ketika bayi berusia 6 bulan dan akan menutup sepenuhnya ketika bayi berusia 18 bulan.

Dikutip dari verywellfamily.com, sangat jarang ditemukan ubun-ubun bayi baru lahir menutup lebih cepat.

Namun jika tulang tengkorak terhubung dan menutup dengan cepat, maka akan menyebabkan masalah yang disebut dengan craniosynostosis.

Craniosynostosis adalah kondisi cacat lahir ketika ubun-ubun menutup lebih cepat. Akibatnya, kepala bayi berkembang dengan tidak normal dan menyebabkan bentuk kepala bayi tampak tidak sempurna.

Hal ini dapat memengaruhi pertumbuhan otak dan bentuk kepala bayi baru lahir, serta menyebabkan tekanan menumpuk di dalam tengkorak bayi.

Tanda-tanda craniosynostosis biasanya sudah tampak saat bayi lahir, dan makin terlihat jelas setelah beberapa bulan. Tanda-tanda tersebut antara lain:

  • Ubun-ubun atau bagian lunak di kepala bayi tidak terasa.
  • Dahi terlihat seperti segitiga, dengan bagian belakang kepala yang lebar.
  • Bentuk dahi yang sebagian rata dan sebagian lagi tampak menonjol.
  • Posisi salah satu telinga lebih tinggi dari telinga yang lain.
  • Bentuk kepala bayi yang lebih kecil daripada bayi seusianya.
  • Bentuk kepala tidak normal, misalnya memanjang dan pipih, atau terlihat datar di salah satu sisi.

Dalam kasus ringan, hal ini tidak memerlukan pengobatan. Namun dalam kasus berat, craniosynostosis pada bayi baru lahir memerlukan pembedahan.

Baca Juga: Kepala Bayi Bengkak Karena Terjatuh, Apakah Berbahaya Bagi Otaknya?

Demikian Moms informasi seputar ubun-ubun bayi baru lahir. Jangan khawatir dan rajin konsultasi ke dokter bila ada pertanyaan, ya!

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait