25 November 2017

Penyebab dan Cara Mengatasi Kulit Kepala Bayi Berkerak

Ini cara menghilangkan kerak di kulit kepala bayi

Mama mungkin sedang dibuat panik karena melihat adanya kerak pada kepala bayi atau yang umumnya disebut Cradle Cap. Sebenarnya itu merupakan ketombe yang muncul pada bayi dan anak-anak seperti halnya pada orang dewasa. Selain itu, kondisi yang juga dikenal merupakan seborrheic dermatitis juga umum terjadi pada bayi atau anak-anak. Baik berupa sisik berwarna kuning atau putih berukuran kecil di kepala.

Cradle Cap bukan merupakan penyakit menular, namun menjadi indikasi kebersihan yang buruk. Secara umum akan menghilang dengan sendirinya. Tetapi pada kasus yang lebih serius disarankan untuk segera menghubungi dokter untuk mendapatkan rekomendasi shampoo khusus. Meskipun Mama merasa tidak nyaman melihatnya, umumnya bayi tidak merasa terganggu dengan Cradle Cap.

Penyebab

Penyebab pasti Cradle Cap masih belum dapat diiketahui secara pasti. Namun, sejumlah peneliti percaya bahwa kondisi tersebut disebabkan oleh kelebihan sebum pada kelenjar minyak serta folikel rambut. Malassezia merupakan jenis jamur yang dapat tumbuh pada sebum bersama bakteri yang kemungkinan memunculkan ketombe pada anak.

Seborrea Dermatitis paling sering terjadi pada bayi dan remaja. Faktor-faktor tertentu seperti misalnya kulit berminyak, cuaca ekstrem, sisrem kekebalan tubuh yang terganggu, stres dan gangguan kulit yang lainnya juga dinilai dapat memungkinkan munculnya Cradle Cap pada kepala bayi.

Cara Menangani Kepala Bayi Berkerak

Kepala bayi yang berkerak, berketombe, Seborrea atau Cradle Cap memang belum diketahui pasti apa penyebabnya. Namun bukan berarti tidak ada cara yang bisa digunakan untuk mengatasinya. Untuk beberapa cara yang bisa digunakan mengatasi kepala bayi berkerak diantaranya:

1. Gunakan susu formula hipoalergenik

Mama harus mempertimbangkan dengan baik untuk mulai memberikan susu formula yang memiliki kandungan protein penyebab alergi yang lebih rendah kepada bayi. Jika dermatitis memang disebabkan oleh alergi susu formula, maka Mama akan melihat kondisi kerak pada kepala bayi mulai berkurang dalam beberapa minggu. Pastikan Mama sudah berkonsultasi dengan dokter si kecil sebelum membuat keputusan.

2. Berikan minyak pada kepala bayi

Untuk meringankan atau mengatasi kerak pada kepala bayi bisa dengan menggunakan minyak sayur. Dalam melakukannya, Mama cukup pijat kepala si kecil menggunakan sedikit minyak sayur. Mama harus mendiamkannya selama beberapa waktu untuk memastikan bahwa minyak sudah meresap dan kerak di kepala si kecil melunak, kira-kira waktu yang dibutuhkan sekitar 15 menit. Untuk menghilangkan kerak secara keseluruhan, Mama bisa merawat rambut bayi dengan melakukan cara ini setiap kali setelah bayi keramas menggunakan shampoo.

3. Bantu lembabkan kulit kepala bayi

Dermatitis juga bisa disebabkan oleh kulit yang tidak mampu mempertahankan kelembaban alami. Oleh karena itu, Mama bisa mencoba untuk memberikan sabun pelembab yang bersifat ringan sebagai tambahan shampoo pada saat bayi sedang mandi. Pastikan Mama membilas kepala bayi hingga benar-benar bersih. Dengan lembut Mama bisa menepuk-nepuk kulit kering pada kepala bayi. Cukup berikan sabun pelembab pada kepala bayi hanya hingga Mama merasakan kulit kepalanya sudah lembab.

Gunakan salep emolien pada area permukaan kulit kepala bayi yang terlihat berkerak. Mama memang butuh menghidrasi kulit kepala bayi menggunakan air sebelum mengoleskan salep. Selain itu, jika si kecil sudah minum selain ASI bisa berikan asupan minuman yang lebih banyak setiap harinya.

Sekarang Mama sudah tidak bingung lagi menghadapi kerak pada kepala bayi bukan?

(RGW)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.