08 Maret 2020

Merawat Kulit Sensitif Bayi, Perhatikan 5 Hal Ini

Jangan memilih produk-produk yang mengandung bahan kimia

Memilih produk untuk perawatan kulit bayi memang susah-susah gampang.

Meskipun Moms mungkin berharap bahwa produk yang dirancang khusus untuk bayi ini bebas risiko, sayangnya hal ini belum tentu benar.

Terkadang produk-produk perawatan kulit bayi banyak mengandung zat tambahan yang berpotensi menyebabkan iritasi atau alergen. Pada beberapa bayi hal ini mungkin tidak akan menimbulkan masalah kesehatan kulit.

Namun bagi sebagian lagi, hal ini bisa menyebabkan iritasi kulit, seperti eksim, akibat paparan bahan-bahan dalam produk ini.

Baca Juga: Tips Efektif Merawat Kulit Bayi yang Sensitif

Parahnya lagi, bahan kimia seperti paraben, phthalate, dibutyl phthalate (DBP), dimethylphthalate (DMP), dan diethyl phthalate (DEP) dapat menyebabkan masalah yang lebih serius.

Merawat Kulit Sensitif Bayi

Bagaimana seharusnya Moms merawat kulit bayi yang sensitif? Di bawah ini ada beberapa tips yang bisa Moms coba.

1. Less Is More

merawat kulit sensitif bayi
Foto: merawat kulit sensitif bayi

Berarti juga bahwa sesuatu yang berlebihan itu tidak baik, jadi sebaiknya pilih yang biasa saja. Fakta ini memang benar adanya. Bayi Moms tidak membutuhkan banyak kandungan sabun dan sampo yang spesial.

Saat mandi. Menggunakan sabun biasa dan air saja sudah cukup untuk bayi Moms. Bahkan bayi memang belum butuh mandi terlalu sering.

“Bayi Moms tidak perlu mandi terlalu sering, apalagi Si Kecil masih tidak tahan dingin,” kata Tanya Remer Altmann, dokter anak bersertifikat UCLA yang berpraktik di California Selatan.

Baca Juga: 3 Tips Mandi untuk Bayi Berkulit Sensitif

2. Gunakan Bahan Alami

merawat kulit sensitif bayi
Foto: merawat kulit sensitif bayi

Dalam merawat kulit sensitif bayi, sebaiknya Moms pertimbangkan untuk membeli produk-produk perawatan kulit yang alami.

Harvey Karp, dokter anak Amerika dan advokat kesehatan lingkungan anak-anak, merekomendasikan para ibu untuk menggunakan produk berbahan dasar minyak sayur, seperti sabun yang menggunakan minyak zaitun.

Moms juga bisa menggunakan minyak almond atau minyak cokelat panas di bagian pantat bayi daripada menggunakan krim yang terbuat dari banyak bahan kimia.

Dr. Karp juga merekomendasikan untuk Moms menanam tanaman lidah buaya di dalam rumah, yang dapat membantu menenangkan ruam popok.

3. Tidak Perlu Sabun Antibakteri

merawat kulit sensitif bayi
Foto: merawat kulit sensitif bayi

Meskipun Moms sangat mengkhawatirkan kuman yang akan menempel pada bayi, mengutip dari WebMD, Moms tidak benar-benar membutuhkan sabun antibakteri dalam merawat kulit sensitif bayi.

Faktanya sabun biasa berfungsi sama baiknya dalam menyingkirkan kuman seperti halnya sabun antibakteri.

Sabun antibakteri mengandung bahan kimia tambahan, seperti triclosan yang tidak benar-benar dibutuhkan bayi.

Baca Juga: Tips Memillih Sabun yang Aman Digunakan Bayi

4. Hindari Pewangi

merawat kulit sensitif bayi
Foto: merawat kulit sensitif bayi

Botol sampo bayi mungkin mengeluarkan wangi bunga yang segar yang menarik perhatian Moms.

Namun dalam merawat kulit sensitif bayi, pewangi buatan ini bisa menjadi penyebab utama reaksi alergi kulit dan dapat mengeringkan kulit bayi.

"Banyak phthalate yang orang khawatirkan sebenarnya dalam wewangian," kata Dr. Tanya Remer Altmann.

Itu Moms beberapa tips sederhana dalam merawat kulit sensitif bayi. Jadi tetap berhati-hati ya Moms!

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.