31 Juli 2019

Waspada! Ini 5 Kesalahan Saat Membeli Sepatu Balita yang Menyakiti Kaki

Sepatu yang tidak pas bisa membuat balita cedera

Memilih sepatu balita itu tidak sekadar menemukan ukuran dan model yang pas saja lho, Moms. Sesuai dengan fungsi utamanya, sepatu juga harus cukup kuat untuk melindungi kaki balita saat beraktivitas di luar ruangan.

Agar Si Kecil terlindungi dari resiko cedera, nyeri kaki, atau gangguan perkembangan kaki, kenali dan hindari beberapa kesalahan saat membeli sepatu balita berikut ini ya, Moms.

1. Memilih Ukuran Sepatu Hanya Berdasarkan Panjang Kaki

moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 1
Foto: moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 1

foto: helloarchie.co

Panjang kaki memang jadi acuan utama dalam memilih sepatu balita, tapi banyak orang tua yang lupa mempertimbangkan faktor lain seperti ketebalan kaki, lebar kaki, serta bentuk kaki Si kecil.

Itu pun masih ditambah dengan ukuran kaki kiri dan kanan yang bisa berbeda, serta standar ukuran sepatu yang tidak seragam dari setiap merek.

Untuk menghindari kesalahan saat membeli sepatu balita, sebaiknya ajak Si kecil untuk mencoba langsung. Sepatu yang pas memiliki kriteria sebagai berikut:

- Ada jarak 1,5 cm antara ujung jari terpanjang dan ujung sepatu.

- Sisi kaki tidak tertekan, juga tidak ada jarak antara sisi kaki dan sepatu.

- Pastikan lubang sepatu sejajar dengan pergelangan kaki, dengan sedikit jarak antara tumit dan bagian belakang sepatu.

- Saat dicoba berjalan, sepatu tidak selip keluar dari tumit dan tidak membuat anak tersandung.

Bila ada keluhan dari Si kecil, itu tandanya Moms perlu mencari sepatu dengan ukuran atau model lain.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Saat Memilih Sepatu Bayi

2. Membeli Sepatu Berbahan Plastik Atau Karet

moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 2
Foto: moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 2

foto: romper.com

Kesalahan saat membeli sepatu balita ini biasanya berawal dari ketidaktahuan orang tua kalau balita sebenarnya banyak berkeringat lewat kaki.

Walau tampak lucu, sepatu balita berbahan plastik atau karet sebenarnya membuat keringat dari kaki tidak bisa keluar.

Akhirnya sepatu menjadi lembap, kaki Si Kecil menjadi bau, dan resiko timbulnya infeksi jamur ikut meningkat.

Untuk balita yang selalu aktif bergerak, sebaiknya Moms pilihkan sepatu berbahan kulit, jaring, atau kain yang memiliki sirkulasi udara baik. Dengan begitu kakinya akan tetap kering, sejuk, dan jauh dari bau tidak sedap.

Baca Juga: Ini 5 Hal yang Perlu Diketahui Saat Memilih Sepatu Bayi

3. Membeli Sepatu Dengan Model Dewasa

moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 3
Foto: moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 3

foto: vogue.com

Moms, sebaiknya pikirkan kembali sebelum memilih sepatu balita dengan model dewasa, seperti sepatu hak tinggi, pantofel, boot, dan semacamnya.

Melihat balita memakai sepatu dengan model dewasa memang menggemaskan, tapi sebenarnya tidak nyaman untuk dipakai dan dapat menghambat perkembangan cara berjalan balita.

4. Membeli Sepatu Berukuran Lebih Besar

moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 4
Foto: moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 4

foto: mooshutrainers.com

Dengan alasan agar tidak cepat sempit dan harus membeli yang baru, banyak orang tua membeli sepatu balita dengan ukuran yang lebih besar.

Padahal, kesalahan saat membeli sepatu ini membuat balita lebih rentan cedera karena terjatuh atau terpeleset saat sedang beraktivitas.

Jadi daripada mengorbankan keselamatan Si Kecil, selalu beli sepatu berukuran pas ya, Moms.

Baca Juga: 5 Manfaat Sepatu Bayi Bersol Lembut

5. Membeli Sepatu Tanpa Pengencang

moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 5
Foto: moms, hindari 5 kesalahan saat membeli sepatu balita ini 5

foto: nicershoes.com

Sepatu model slip on memang lebih mudah dilepas dan dipakai, tapi kurang cocok bila dipakai untuk bermain dan berlari di luar ruangan.

Tanpa pengencang, jari kaki cenderung terus menekuk dan bekerja ekstra keras agar tubuh tidak terjatuh.

Ini membuat jari kaki menjadi tegang dan dalam jangka panjang dapat menyebabkan claw toe alias menekuk kaku seperti cakar.

Jangan lupa Moms, selalu cek ukuran sepatu balita setiap enam hingga delapan minggu sekali untuk memastikan kalau sepatu tidak kesempitan dan masih nyaman dipakai.

(WA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.