Newborn

6 Agustus 2021

Ini 14 Hal yang Perlu Diketahui Saat Memilih Sepatu Bayi

Pilihan sepatu bayi yang tepat dapat memberikan kenyamanan pada Si Kecil
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Intan Aprilia

Memilih sepasang sepatu bayi mungil tentu menjadi aktivitas yang sangat menarik bagi Moms sebagai orang tua.

Tentunya, Moms harus bisa membuat keputusan yang tepat untuk memberikan yang terbaik kepada Si Kecil.

Seperti yang Moms ketahui, kaki bayi sangat lembut dan rapuh, jadi Moms perlu memastikan bahwa sepatu bayi yang dipilih nyaman dan tidak akan mengganggu perkembangan kaki mungil Si Kecil.

Meski menyenangkan, Moms sebaiknya mengutamakan kenyamanan bayi daripada jenis desain atau fesyennya.

"Dari sudut pandang kesehatan, jika bayi baru belajar berjalan, mereka lebih stabil jika tidak menggunakan sepatu," kata Dr. Jean Moorjani, seorang dokter anak di Rumah Sakit Anak Arnold Palmer di Orlando.

Nah Moms, sebelum memutuskan untuk memilih sepatu bayi, simak dulu yuk beberapa fakta sepatu bayi seperti yang ada di bawah ini.

Baca Juga: Mengapa Bayi Suka Mengangkat Kaki ke Atas? Ini Jawabannya!

Tips Memilih Sepatu Bayi

Lebih lanjut, Dr. Jean menambahkan bahwa waktu pas untuk membeli sepatu bayi adalah saat Si Kecil mulai aktif dan terlihat kuat saat berjalan.

Ini karena biasanya waktu berjalan bayi berbeda-beda, dan Moms bisa mempertimbangkan hal tersebut sebelum membeli sepatu bayi.

“Saat itu tentu saja bayi membutuhkan sepatu sebagai perlindungan dari benda tajam dan infeksi yang bisa didapatkan di luar ruangan,” sambungnya.

Jika bayi belum bisa berjalan, sebenarnya ia masih belum membutuhkan sepatu bayi. Dikutip dari Scientific Reports Nature Research, saat itu bertelanjang kaki adalah yang terbaik.

Begitu Si Kecil mulai dapat berlarian bahkan di dalam rumah, bertelanjang kaki hanyalah akan membuat kuku Si Kecil patah, kaki yang menendang benda dengan keras, bahkah meningkatnya kekhawatiran kakinya terkena benda dan serpihan berbahaya jika tidak memakai sepatu.

Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan sebagai tips memilih sepatu bayi.

Baca Juga: Bayi Memakai Kaus Kaki dan Sarung Tangan, Perlukah?

1. Bayi Baru Lahir Tidak Membutuhkan Sepatu

memilih sepatu bayi 1

Foto: notonthehighstreet.com

Berbicara tentang kebutuhan sepatu bayi, sebenarnya bahkan bayi yang baru lahir juga memerlukan sepatu pada beberapa momen khusus.

Akan tetapi, waktu terbaik untuk mulai memilih sepatu bayi untuk pertama kalinya adalah saat Si Kecil mulai menunjukkan tanda-tanda mobilitas.

Sebagian besar bayi akan mulai berjalan saat mendekati akhir 12 bulan pertama atau dalam tahun pertama kehidupanya. Ini merupakan waktu yang tepat bagi Moms untuk mulai berpikir tentang membeli sepatu yang tepat.

2. Utamakan Kenyamanan

Pilihlah sesuatu yang nyaman sebagai aspek terpenting dalam menemukan sepatu bayi yang pertama.

Jika Si Kecil terlihat berjalan dengan pincang, itu mungkin berarti sepatu tersebut tidak nyaman.

Lagi pula, bayi juga tidak dapat memberi tahu Moms apakah sepatunya pas, jadi pengamatan yang dilakukan oleh Moms adalah satu-satunya cara untuk mengetahuinya.

Baca Juga: Ini Dia 7 Kelainan Kaki Bayi Baru Lahir

3. Sepatu Bayi Menghambat Perkembangan Berjalan Bayi

screen shot 2019 03 02 at 18.32.59

Foto: shutterstock.com

Sepatu bayi memang berfungsi untuk melindungi kaki bayi, terutama saat ia berjalan di luar ruangan.

Namun, memakai sepatu ternyata tidak akan membantu Si Kecil belajar berjalan lebih cepat atau lebih baik.

Bahkan sepatu dengan sol yang keras dan tidak fleksibel hanya akan menyulitkan si kecil saat belajar berjalan, karena sepatu semacam itu akan membatasi gerakan alami kakinya.

Bayi belajar berjalan dengan mencengkeramkan kaki mereka ke tanah. Dengan begitu, bayi tidak membutuhkan sepatu saat belajar berjalan.

Jadi, saat berada di dalam rumah bayi lebih baik dibiarkan tanpa alas kaki untuk membantu perkembangan alami kakinya.

Namun, saat berada di permukaan yang tidak rata, terlalu panas atau dingin, dan berbatu, sepatu harus tetap dipakai untuk melindungi kaki bayi.

4. Jangan Beli Terlalu Banyak

Berbelanja kebutuhan Si Kecil memang menyenangkan, tetapi jangan sampai berlebihan membeli sepatu bayi ya, Moms.

Jangan berbelanja terlalu banyak saat bayi masih berusia muda.

Cobalah berbelanja di kemudian hari ketika kaki bayi mulai membesar dan terbentuk.

Moms dapat memilih untuk berbelanja di pagi hari sebagai waktu yang tepat untuk membeli sepatu bayi.

Baca Juga: Simak Bentuk Stimulasi Sebagai Cara Agar Anak Cepat Jalan

5. Jenis Sepatu yang Baik untuk Bayi

memilih sepatu bayi 3

Foto: bycrystalvictoria.com

Menurut American Academy of Pediatrics (AAP), bayi tidak perlu sepatu bayi yang terlalu banyak model, bahan atau fitur lain yang dirancang untuk membentuk dan menopang kaki.

Kaki datar normal untuk bayi dan balita, jadi tidak perlu mengkhawatirkan dukungan lengkungan pada sepatu bayi.

Moms harus menghindari sepatu ankle tinggi, karena pergelangan kaki Si Kecil harus dibiarkan bebas untuk menghindari cedera yang tidak disengaja dan membantunya membangun kekuatan otot.

Sepatu terbaik untuk bayi adalah yang seringan mungkin dan memberikan dukungan serta fleksibilitas untuk kaki mungilnya.

Sol sepatu bayi juga harus fleksibel dan tidak licin untuk memberi kaki Si Kecil cengkeraman yang terbaik di tanah. Terlepas dari itu, memilih sepatu bayi tergantung pada preferensi Moms sendiri.

6. Pilih Bahan yang Sesuai

Tidak hanya memerhatikan kenyamanan, Moms juga perlu melihat bahan yang sesuai untuk Si Kecil. Bahan jaring atau kulit memberi kemudahan kulit kaki untuk bernapas.

Pilih kualitas yang baik, kulit yang lembut atau sepatu yang dilengkapi dengan kain untuk bayi yang memungkinkan aliran udara untuk jari kaki Si Kecil.

Bahan kaku pada sepatu bayi akan menghambat pertumbuhan dan perkembangan kaki bayi.

Baca Juga: Langkah-langkah Menerapkan Barefoot pada Bayi yang Biasa Berkaus Kaki

7. Bahan Terbaik untuk Sepatu Bayi

screen shot 2019 03 02 at 18.37.57

Foto : shutterstock

Sepatu bayi dengan bahan sintetis dan murah sangat perlu dihindari. Penting untuk Moms ingat bahwa kaki bayi harus tetap bisa bernapas saat memakai sepatu.

Untuk sepatu pertama Si Kecil, Moms bisa memilih sepatu bayi dengan bahan kulit yang paling lembut dan berkualitas tinggi dan bisa membentuk kontur kaki bayi.

Tanpa bahan yang tepat, kaki Si Kecil akan mudah berkeringat di dalam sepatu dan tidak akan bisa mengering dengan benar. Ini tentunya bisa menyebabkan masalah kesehatan kaki.

8. Pilih Desain yang Ringan dan Fleksibel

Desain ringan dan fleksibel pada sepatu bayi juga memudahkan gerakannnya.

Bahan fleksibel biasanya akan menyerupai kaki telanjang bayi untuk memungkinkan gerakan alami selama berjalan.

Selain itu, pastikan sepatu bayi mudah untuk dipakai ya, Moms.

Belilah sepatu yang memiliki penutup sederhana agar mudah dipasang atau dilepas, dan sangat mudah untuk memasukkan kaki Si Kecil.

Baca Juga: Pro dan Kontra Membiarkan Bayi Telanjang Kaki

9. Daya Tahan dan Lama Penggunaan Sepatu Bayi

sepatu bayi-9

Foto: Orami Photo Stock

Periode yang dibutuhkan untuk menentukan penggunaan sepatu bayi sebenarnya bervariasi dan sangat tergantung pada seberapa cepat pertumbuhan si kecil.

Hal yang menentukan berapa lama sepatu bayi bisa dipakai oleh si kecil terutama adalah aktivitas, lingkungan, dan laju pertumbuhannya.

Kaki bayi tumbuh dengan cepat, jadi sebaiknya Moms mengukurnya kembali setiap 6-8 minggu.

Menurut Society of Chiropodists and Podiatrists, setiap tahunnya kaki bayi bisa tumbuh setidaknya dengan dua ukuran sampai usianya 4 tahun. Tetapi pertumbuhan ini tentunya tidak selalu sama pada setiap bayi.

Intinya, Moms harus selalu memastikan bahwa sepatu yang si kecil pakai benar-benar pas dengan kakinya.

10. Pilih Sol yang Tepat

Sepatu bayi yang pertama harus memiliki lekukan di bagian bawah untuk membantu Si Kecil belajar berjalan lebih lancar.

Banyak sepatu bayi yang memiliki sol karet nonskid yang kaku dan membuat bayi kesulitan berjalan.

Karena itu, selain memastikan Si Kecil sudah bisa berjalan, Moms juga perlu mengecek apakah sol sepatu bayi sudah tepat dan tidak menyebabkan bayi tergelincir.

Baca Juga: Ini Dia Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir yang Harus Dibeli

11. Pertimbangkan Jenis Pengikat pada Sepatu

tips membeli sepatu bayi

Foto: Orami Photo Stock

Saat memilih jenis pengikat, ada beberapa opsi seperti velcro, tali sepatu, atau strap. Semuanya memiliki manfaat dan kekuatan yang berbeda.

Bayi sepatu bayi menggunakan pengikat jenis velcro, strap, atau laces, pastikan saja pengikatnya menopang posisi bayi di dalam sepatu.

Penopang yang baik akan memastikan bahwa mereka tidak harus melengkungkan jari untuk menjaga sepatu tetap terpasang dengan benar.

Selain itu, mengutip Baby Shoes, pastikan Moms dapat dengan mudah mengencangkan dan menyesuaikan pengencang agar pas untuk Si Kecil. Hati-hati terhadap tumit mereka yang terlepas dari sepatu saat mereka berjalan.

Tali velcro memudahkan Moms dalam memasang dan melepas sepatu, sehingga sangat direkomendasikan untuk orang tua yang sibuk. Tapi jangan lupa, tali velcro juga mudah dibuka untuk anak.

Jika bayi suka melepaskan sepatunya sendiri, ini mungkin bukan pilihan terbaik.

Sementara, pengikat dengan tali sedikit lebih lambat untuk dipasang dan dilepas, tetapi bisa lebih mudah untuk dipakai sepanjang hari.

Pastikan tali cukup panjang untuk membuat simpul ganda sehingga sepatu bayi tidak mudah terlepas.

12. Pastikan Ukuran Sepatu Pas

Pastikan bahwa ukurannya telah pas, tetapi tidak terlalu ketat agar Si Kecil merasa nyaman ketika mengenakannya.

Jika Moms tidak yakin tentang seberapa lebar kaki Si Kecil, maka pilihlah sepatu dengan satu ukuran lebih dari ukuran yang biasanya sesuai dengan panjang kaki mereka.

Saat membeli sepatu bayi, seharusnya tidak ada jarak lebih dari 2 cm antara jempol kaki dan ujung sepatu.

Untuk memeriksa apakah sepatu terlalu sempit, lihat sisi di dekat jari kelingking. Apabila ada benjolan kecil, itu berarti sepatu bayi terlalu kencang.

Kuncinya adalah memastikan kaki Si Kecil dapat bergerak bebas di dalam tanpa merasa kakinya seperti sedang diremas. Jangan membeli sesuatu yang terlalu kecil karena akan menyebabkan jari kaki sakit karena tidak memiliki cukup ruang untuk pertumbuhan.

Usahakan agar kaki Si Kecil diukur dan sepatu bayi dapat dipasang oleh seorang profesional bila memungkinkan. Ukur juga kaki Si Kecil secara profesional setidaknya setiap enam bulan sekali untuk mengetahui ukuran sepatu yang tepat.

Selain itu, pilih sepatu yang lembut agar kaki bayi tetap bisa bergerak leluasa. Sepatu yang memiliki bahan panas akan membuat bayi merasa tidak nyaman, serta bisa menyebabkan bau kaki.

Baca Juga: Kelainan Bentuk Kaki Anak X atau O, Ketahui Penanganannya

13. Perhatikan Tanda-Tanda Masalah pada Kaki Bayi

masalah kaki bayi karena sepatu yang tak cocok

Foto: Orami Photo Stock

Meski Moms mungkin telah merasa bahwa sepatu bayi yang dipilih bayi sesuai, tetapi Moms tetap perlu memerhatikan kemungkinan adanya masalah pada kaki Si Kecil.

Temui dokter atau ahli penyakit kaki jika Moms khawatir tentang kaki atau gaya berjalan anak Moms. Gejala yang menjadi tanda-tanda masalah mungkin termasuk:

  • Jari kaki berbentuk tidak normal
  • Kuku kaki yang tumbuh ke dalam
  • Peradangan atau perubahan warna kuku kaki
  • Kekakuan kaki
  • Anak mengeluh sakit saat berjalan, atau lebih memilih berjalan dengan satu kaki
  • Adanya perubahan mendadak dalam cara anak berjalan
  • Muncul kemerahan atau ruam di antara jari kaki, di sekitar lengkungan dan pergelangan kaki atau benjolan di telapak kaki
  • Postur kaki terlihat terlalu miring ke dalam atau ke luar.

14. Kapan Sepatu Bayi Harus Naik Ukuran?

Menurut Society of Chiropodists and Podiatrists, setiap tahun kaki bayi dapat tumbuh setidaknya dua ukuran hingga mencapai usia 4 tahun. Setelah itu, ukuran kaki biasanya melambat menjadi 1 ukuran per tahun.

Namun, pertumbuhan kaki bayi tidak selalu merata. Beberapa kaki bayi dapat tumbuh lebih cepat daripada yang lain dan mereka dapat melalui periode percepatan pertumbuhan yang intens.

Jadi, Moms harus selalu mengawasi apakah sepatu Si Kecil telah pas dari segi ukuran.

Waspada juga terhadap tanda-tanda masalah yang mungkin dialami anak saat mengenakan sepatunya.

"Jika anak Anda dengan senang hati memakai sepatu selama berbulan-bulan dan tiba-tiba mulai melepasnya, terpincang-pincang, atau menggosok kakinya, itu adalah tanda-tanda bahwa dia siap untuk sepasang sepatu baru," kata Tanya Remer Altmann, M.D., penulis Mommy Calls, seperti yang dikutip dari Parents.

Baca Juga: 4 Langkah Perawatan Luka di Telapak Kaki Balita untuk Mencegah Infeksi

Itu dia Moms, beberapa tips memilih sepatu bayi. Moms bisa menyesuaikan sesuai dengan kebutuhan dan juga kenyamanan Si Kecil, ya.

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5556098/
  • https://www.google.co.id/books/edition/Your_Baby_s_First_Year/O3wBEAAAQBAJ?hl=en
  • https://www.babyshoes.co.uk/blog/7-tips-for-buying-your-babys-first-walking-shoes/
  • https://www.parents.com/baby/clothes/shoes/picking-the-best-baby-and-toddler-walking-shoes/
  • https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/healthyliving/childrens-feet-and-shoes
  • https://www.lifewithmylittles.com/how-to-choose-the-right-shoes-for-your-baby/
  • https://www.babyshoes.co.uk/blog/7-tips-for-buying-your-babys-first-walking-shoes/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait