Parenting Islami

23 Agustus 2021

Keutamaan Meninggal di Hari Jumat Menurut Para Ulama

Diyakini hari paling baik bagi umat Muslim
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Dresyamaya Fiona
Disunting oleh Widya Citra Andini

Meninggal dunia adalah hal yang pasti untuk semua makhluk hidup. Dalam Islam, ada sejumlah hadits yang memaparkan terkait keutamaan meninggal di hari Jumat.

Dalam Al Quran pun telah tertulis setiap jiwa yang bernyawa akan merasakan kematian.

Nah, ketika waktunya tiba, setiap manusia tentu ingin meninggal dalam keadaan husnul khotimah.

Husnul khotimah ( خسن الخاتمة ) yakni akhir yang baik dari segala hidup seseorang.

Hari Jumat menjadi salah satu hari baik yang diyakini umat Islam dan menyimpan berbagai keutamaan di dalamnya.

Lantas, benarkah meninggal di hari Jumat itu hari paling baik dalam umat Islam? Yuk, ketahui hadits yang mendukungnya, Moms.

Meninggal di Hari Jumat

Arti Meninggal di Hari Jumatjpg

Foto: Orami Photo Stocks

Meninggal di hari Jumat diyakini umat Islam sebagai hari terbaik untuk meninggal dalam keadaan husnul khotimah. Namun, benarkah demikian?

Berikut ada sejumlah hadits yang menjelaskan terkait meninggal dunia di hari Jumat, antara lain:

  1. Bebas dari Azab Kubur

Dikutip dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, adapun hadits terkait meninggal di hari Jumat yang diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi.

Hadits tersebut berbunyi:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلاَّ وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ (رواه الترمذي)

an abdi al-lawhi bhi amrii qalaa qalaa rasūlu al-lawhi -salillahu alaihii- wasalamm: mā minْ musْlimٍ yaamūtu yauūْma al-khoimhaatu awlaailahal illaw waqāhu al-lawhu fitْnaa al-ْqabْri (diriwayatkan at-Tarmidzi)

Artinya:

Diriwayatkan dari Abdullah bin ‘Amr, ia berkata: Rasulullah saw bersabda: “Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jumat atau malam Jumat kecuali Allah akan melindunginya dari adzab kubur.” (Sunan at-Tirmidzi/vol. III/hadis ke 1074).

Dalam hadits tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang meninggal di hari Jumat, akan terbebaskan dari siksaan alam kubur.

Namun, hadits ini ditentang dari sejumlah ulama yang mengatakan bahwa ini sebagai hadits gharib (diriwayatkan dari satu orang saja).

Sehingga keabsahan dari keutamaan meninggal di hari Jumat ini masih diperdebatkan.

2. Setiap Manusia Merasakan Pembalasan

meninggal-di-hari-jumat-shutterstock.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Setiap makhluk yang bernyawa tentu memiliki dosa saat di hidup di dunia.

Beberapa ulama mengatakan, seseorang yang meninggal dunia di hari Jumat tentu akan tetap mendapat balasan atau siksaan kubur yang sesuai dengan perilakunya.

Ini telah tertuang pada firman Allah SWT untuk melindungi dari ketidakadilan. Firman Allah SWT tersebut berbunyi:

فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ . وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُ . (الزلزلة، 99: 7-8)

famanyakʿْmalْ mitqalaa darahii hairaayarahuu. wamannyaafalʿْmil mitqalaa daahiissaraa yaraaahu

Artinya:

Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.” (QS. al-Zalzalah: 7-8)

Dari hadits tersebut kita dapat tahu bahwa sekecil dosa apapun manusia akan mendapatkan balasan yang setimbal.

Baca Juga: Kirim Doa untuk Orang Meninggal dalam Agama Islam dan Kristen

3. Ketahui Hadits yang Sahih

Selain itu, ada pula firman Allah SWT yang berfirman:

وَاتَّقُوا يَوْمًا تُرْجَعُونَ فِيهِ إِلَى اللَّهِ ثُمَّ تُوَفَّى كُلُّ نَفْسٍ مَا كَسَبَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ (البقرة، 2: 281)

fāmāawaatawquwā īaūْmmā tuufima fihiila-lawhi ṯumaw tuwafawi kuluw nafْts mā kasabattwahumlā yuẓْlamūna

Artinya:

Dan peliharalah dirimu dari (azab yang terjadi pada) hari yang pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah.

Kemudian masing-masing diri diberi balasan yang sempurna terhadap apa yang telah dikerjakannya, sedang mereka sedikit pun tidak dirugikan” (QS. al-Baqarah: 281)

Sejumlah ulama juga meriwayatkan untuk umat Islam lebih berhati-hati terkait hadits yang tidak bertentangan dengan pokok-pokok ajaran Islam.

Hadits tersebut berbunyi:

إِذَا رَأَيْتَ الْحَدِيْثَ يُبَايِنُ اْلمَعْقُوْلَ أَوْ يُخَالِفُ الْمَنْقُوْلَ أَوْ يُنَاقِضُ الْأُصُوْلَ فَاعْلَمْ أَنَّهُ مَوْضُوْعٌ

īḏaa raʾāitaa al-aadita yubāīinu aْlmaʿْqūْla āūw īuẖālifu al-ْmanْqūْla āūْ īunāqiḍu al-ْʾauṣūْla fāʿْlam ānawhu maūud

Artinya:

“Jika engkau melihat satu hadis yang bertentangan dengan akal sehat, menyelisihi nash (yang lebih sahih) dan bertentangan (menabrak) pokok-pokok agama, maka ketahuilah ia adalah hadis yang palsu (maudhu’)” (as-Suyuthi, Tadribu ar-Rawi, vol. I, hal. 277, Albani, Irwau al-Ghalil, vol. IV, hal. 112).

Dari sejumlah hadits di atas dapat disimpulkan bahwa meninggal di hari Jumat bukanlah hal yang pasti untuk terbebas dari siksaan alam kubur.

Keutamaan Meninggal Hari Jumat

Meski hadits terkait meninggal di hari Jumat masih menjadi 'tanda tanya', ada beberapa ulama menemukan keutamaan di baliknya.

Sejumlah keutamaan meninggal di hari Jumat antara lain seperti:

1. Masuk Surga

keutamaan meninggal di hari jumat

Foto: Orami Photo Stocks

Mufti of Federal Territory Office Malaysia menjelaskan ada beberapa keutamaan ketika umat Muslim meninggal di hari Jumat.

Salah satunya yakni ia akan masuk ke dalam surganya Allah SWT.

Menurut hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah RA, di mana Nabi SAW bersabda:

خَيرُ يومٍ طَلَعتْ عليه الشمسُ يومَ الجُمُعةِ ، فيه خُلِقَ آدمُ ، وفِيه أُدْخِلَ الجنةَ ، وفيه أُخْرِجَ مِنها ، ولا تَقومُ الساعةُ إِلَّا في يومِ الجُمعةِ

ẖaīru īūmٍ taalaalillahi al-šmsu yūma al-hauayaatiiʿẗi , fiih kholiqaa admu , wafīh audْẖila adjalii , ufiih waqiyaa akriju minhā , ūlā taqūmussa awaa illa fii yūmi aljawamaah

Artinya:

Hari terbaik di mana matahari telah terbit adalah hari Jumat; di atasnya Adam diciptakan. di atasnya dia dimasukkan ke surga, di atasnya dia dikeluarkan darinya. Dan jam terakhir akan terjadi pada hari lain selain hari Jumat.”

Dari riwayat hadits tersebut tertulis seseorang akan masuk surga apabila meninggal di hari Jumat.

2. Hari Terbaik bagi Muslim

Selain itu, pada hari Jumat, ada waktu khusus dimana Allah SWT akan mengabulkan permohonan hamba-Nya.

Menurut Musilm Hands, hari Jumat adalah hari yang penuh berkah dan bermanfaat dalam satu minggu.

Hal ini dinyatakan dalam hadits shahih dari Abu Hurairah RA, Rasulullah SAW bersabda sebagai berikut ketika menjelaskan terkait hari Jumat:

اعةٌ، لا افِقُها لمٌ، ائمٌ لِّي، لُ اللهَ الى ا، لا ا اه

aʿẗٌaa lā afiquhā lamٌ, nam liwī, luallahiilaa lā a ah

Artinya:

Ada suatu waktu di dalamnya (Jumat) di mana tidak ada seorang Muslim pun yang berdiri saat shalat dan memohon kepada Allah, Yang Maha Besar dan Maha Agung, untuk sesuatu kecuali bahwa Dia akan memberikannya kepadanya.”

Baca Juga: 11 Arti Mimpi Anak Meninggal, Tak Selalu jadi Pertanda Buruk!

3. Dijaga dari Fitnah Kubur

ziarah kubur untuk meninggal di hari jumat-2.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Syekh Abdur Rauf al-Manawi memberi pendapat terkait meninggal di hari Jumat, salah satunya dari keutamaan yang dimiliki.

Keutamaan yang diyakininya yakni mendapat fitnah dari kubur, seperti yang tertulis dalam kitab Faidl al-Qadir sebagai berikut:

Sabda Nabi, tidaklah seorang Muslim mati di hari atau malam Jumat, kecuali Allah menjaganya dari fitnah kubur, sebab orang yang wafat di hari atau malam Jumat dibukakan paginya tutup (kurungan), sebab pada hari Jumat api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain.

Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab pada hari Jumat, api neraka Jahannam tidak dinyalakan, pintu-pintunya ditutup, keleluasaan api neraka tidak berjalan sebagaimana hari-hari yang lain.

Maka, bila di hari Jumat seorang hamba dicabut ruhnya, hal tersebut menunjukan kebahagiannya dan baiknya tempat kembali baginya, sebab hari Jumat adalah hari terjadinya kiamat.

Allah memisahkan di antara para kekasih dan musuh-musuhNya, demikian pula memisahkan hari-hari mereka yang dapat mengundang mereka untuk berziarah kepadaNya di hari tersebut di surga ‘And.

Baca Juga: Mimpi Tentang Orang Meninggal? Ternyata Ini 18 Artinya!

Tidaklah seorang mukmin dicabut nyawanya di hari Jumat yang penuh dengan kebesaran rahmatNya yang tidak terhingga, kecuali Allah mencatatkan untuknya keberuntungan dan kemuliaan, maka dari itu, Allah menjaganya dari fitnah kubur,”. (Syekh Abdur Rauf al-Manawi, Faidl al-Qadir, juz 5, hal. 637)."

Moms, itulah serba-serbi keutamaan dari meninggal di hari Jumat bagi umat Muslim. Terjawab sudahkah keraguannya, Moms?

  • https://muhammadiyah.or.id/benarkah-meninggal-di-hari-jumat-dan-rabu-memiliki-keutamaan/
  • https://muftiwp.gov.my/en/artikel/irsyad-al-hadith/1149-irsyad-al-hadith-series-59-the-advantages-of-dying-on-friday
  • https://muslimhands.org.uk/latest/2021/01/benefits-of-friday-in-islam-quran-and-hadith
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait