Parenting Islami

20 Agustus 2021

Simak Perbedaan Musyrik dan Syirik dalam Agama Islam

Ini dia ciri-ciri orang musyrik dan syirik
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Amelia Riskita
Disunting oleh Amelia Puteri

Moms dan Dads yang beragama Islam mungkin sudah tidak asing lagi dengan kata musyrik dan syirik. Namun, apakah Moms benar-benar memahami perbedaan musyrik dan syirik?

Perbedaan musyrik dan syirik secara singkat, yakni musyrik adalah orang yang mempersekutukan Allah, mengaku akan adanya Tuhan selain Allah atau menyamakan sesuatu dengan Allah SWT.

Sementara syirik merupakan perbuatan menyembah atau menyekutukan sesuatu selain Allah SWT.

Baik musyrik dan syirik memiliki ciri-ciri dan hukumnya masing-masing.

Baca Juga: Perbedaan Najis dan Hadas dalam Agama Islam

Perbedaan Musyrik dan Syirik

perbedaan musyrik dan syirik - 1

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, berikut perbedaan musyrik dan syirik dalam agama Islam yang wajib Moms ketahui.

Pembahasan perbedaan musyrik dan syirik yang pertama adalah arti musyrik.

Musyrik adalah orang yang menyamakan Allah SWT dengan selain Allah dalam hal-hal yang berkaitan dengan kekhususan Allah. Musyrik juga diartikan sebagai orang yang memalingkan sesuatu kepada selain Allah.

Orang yang musyrik ialah mereka yang mempersekutukan Allah baik dalam bentuk I’tikad (kepercayaan), ucapan, maupun dalam bentuk amal perbuatan.

Adapun ciri-ciri orang musyrik antara lain:

  • Memalingkan bentuk ibadah kepada selain Allah SWT
  • Tujuan beribadah adalah untuk selain Allah SWT
  • Menaati selain Allah subhanahu wa ta’ala dalam hal kemaksiatan kepada Allah SWT
  • Menyamakan dengan selain Allah SWT dalam hal kecintaan.

Perbuatan musyrik sangat berdosa. Sebagaimana firman Allah SWT yang berbunyi:

“Ingatlah Luqman berkata kepada anaknya, diwaktu ia memberi pelajaran kepadanya: ’Hai anakku! janganlah kamu mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar’ ,“ (Qs. Luqman: 13)

Allah pun tidak akan mengampuni orang yang berbuat syirik kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam Alquran yang artinya:

Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An-Nisaa’: 48)

Ketika orang yang berbuat musyrik meninggal dunia dalam kemusyrikannya, surga pun diharamkan atas orang musyrik. Allah SWT berfirman dalam Alquran berikut:

“Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan Surga kepadanya, dan tempatnya ialah Neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zhalim itu seorang penolong pun. ( Al-Maa’idah: 72).

Dalam ayat lainnya, Allah SWT berfirman:

“Maka apakah orang kafir (musyrik) menyangka bahawa mereka (dapat) mengambil hamba-hamba-Ku menjadi penolong selain Aku? Sesungguhnya Kami telah menyediakan neraka jahanam tempat tinggal bagi orang-orang kafir(musyrik).” (Qs. Al-Kahfi: 102)

Baca Juga: 9 Macam Puasa yang Diharamkan dalam Ajaran Islam, Catat!

Pengertian Syirik

perbedaan musyrik dan syirik - 2

Foto: Orami Photo Stock

Syirik adalah menyekutukan Allah SWT dalam rububiyah-Nya, uluhiyah-Nya, asma (nama-nama) maupun sifat-Nya.

Tanda-tanda kesyirikan yang paling mencolok dan sesuai dengan perkataan Alquran ialah berjalan bukan dijalan Allah SWT, keagungan dan kehinaan diri digantungkan kepada selain Allah SWT, menjalankan hukum yang diproduksi selain Allah SWT.

Selain itu, orang yang syirik menjalankan serikat dengan selain-Nya, menyongkong kegiatan yang tidak diridhoi Allah SWT, gentar terhadap selain-Nya, serta berusaha demi selain Allah SWT.

Contoh perbuatan syirik, yakni:

1. Menyembah Sesuatu Selain Allah

Menyembah sesuatu selain Allah adalah termasuk syirik yang paling berat dan tinggi. Orang syirik ini menyembah benda-benda, patung, batu, kayu, kubur bahkan manusia dan lain-lainnya.

Mereka percaya bahwa benda-benda (makhluk) tersebut adalah tuhan-tuhan yang dapat mendatangkan kebaikan dan keburukan.

2. Mempersekutukan Allah

Artinya mempercayai bahwa makhluk selain Allah itu mempunyai sifat-sifat seperti yang ada pada Allah.

3. Mempertuhankan Manusia

Mempertuhankan manusia atau menjadikan manusia sebagai tuhannya adalah termasuk syirik atau mempersekutukan Allah.

Misalnya, mengtuhankan pemuka-pemuka agama, ulama, pendeta, dan sebagainya.

Dalam ajaran ilmu Tauhid, terlalu mengagungkan atau mendewakan seseorang itu dinamakan Ghuluwwun.

Artinya, keterlaluan dalam mengagungkan dan meninggikan derajat makhluk sehingga ditempatkan pada kedudukan yang bukan sepatutnya menempati kedudukan itu kecuali Allah.

Syirik kepada Allah SWT merupakan kedzaliman yang sangat besar. Hal ini karena seseorang yang berbuat syirik berarti telah menodai hak prioritas Allah atas hamba-Nya, yaitu mentauhidkan Allah dengan tidak menyekutukan-Nya.

Perbuatan syirik akan merontokkan dan menyapu bersih seluruh amal kebaikan. Dalam ungkapan Alquran, segenap perbuatan baik manusia akan menjadi sia-sia belaka.

Dalam Islam, syirik adalah dosa yang tak bisa diampuni kecuali dengan taubat dan meninggalkan kemusyrikan sejauh-jauhnya.

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampunkan dosa syrik, dan Dia mengampuni dosa-dosa selain dari syrik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya.” (Qs At-Taubah: 113)

Rasulullah SAW bersabda: “Sesuatu yang paling aku takutkan menimpa kamu sekalian ialah syirik yang paling kecil. Ketika Nabi SAW ditanya:’ Apa syrik kecil itu?’, Nabi SAW bersabda: Ri’yak”

Dampak kesyirikan yang akan dipetik di akherat kelak adalah kehinaan dan siksa neraka. Sebagaimana Allah SWT berfirman yang artinya:

“Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu, dan janganlah kamu mengadakan Tuhan yang lain di samping Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah).” (QS.al-Isra: 39)

Hal ini juga dijelaskan dalam sebuah hadis. Imam Muslim meriwayatkan yang datangnya dari Nabi SAW, baginda bersabda:

”Barangsiapa yang menjumpai Allah (meninggal dunia) dalam keadaan tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun, dimasukkanlah ia ke syurga dan barangsiapa menjumpai Allah dalam keadaan mempersekutukan-Nya dengan sesuatu, dia akanmasuk neraka.”

Baca Juga: 5+ Adab Menasehati Dalam Islam, Perlu Disimak!

Itulah penjelasan mengenai perbedaan musyrik dan syirik dalam agama Islam yang perlu dipahami oleh setiap Muslim. Jadi, jangan salah lagi dalam memahami perbedaan musyrik dan syirik ya, Moms.

  • https://sc.syekhnurjati.ac.id/esscamp/risetmhs/BAB214113450011.pdf
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait