Parenting Islami

19 September 2021

Kisah Nabi Muhammad SAW, Nabi dan Rasul Terakhir Suri Tauladan Umat Islam

Dari kisah Nabi Muhammad SAW, Moms bisa mengajarkan si kecil cara untuk bersikap santun
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Ada banyak kisah yang bisa Moms bacakan untuk Si Kecil sebelum tidur. Dari deretan kisah-kisah Islami, yang paling penting untuk diceritakan adalah kisah Nabi Muhammad SAW. Beliau adalah nabi terakhir dan menjadi teladan yang baik untuk seluruh umatnya.

Dalam kisah Nabi Muhammad SAW semenjak dilahirkan hingga kematiannya, Moms bisa membacakannya dengan baik agar menarik perhatiannya. Salah satu yang bisa ditekankan adalah sifat beliau yang bisa dicontoh oleh Si Kecil, yaitu orang yang terpercaya bahkan jauh sebelum menjadi nabi.

Di antara keistimewaan Nabi Muhammad SAW adalah penutup para nabi. Allah SWT berfirman: “Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Ahzab: 40)

Baca Juga: Kisah Nabi Yusuf dan Berbagai Nilainya yang Bisa Diajarkan pada Anak

Kisah Nabi Muhammad SAW

Kisah Nabi Muhammad -1.jpg

Foto: Webanywhere.co.uk

Nabi Muhammad SAW lahir sekitar tahun 570 M di Mekkah, Arab Saudi. Ayahnya, Abdullah meninggal sebelum beliau lahir. Setelah ibunya yakni Siti Aminah juga meninggal saat beliau berumur 6 tahun, beliau kemudian dibesarkan oleh kakeknya dan kemudian pamannya.

Meski besar sabagai anak yatim piatu, Nabi Muhammad dapat tumbuh dengan baik. Sejak kecil beliau mulai suka berdagang, mengikuti kebiasaan keluarganya yang juga keturunan pedagang. Beliau tumbuh menjadi anak yang cerdas, baik, jujur dan cepat tanggap.

Sejak remaja, Nabi Muhammad SAW sudah mulai berbisnis. Di daerahnya, hal ini adalah hal yang wajar dilakukan oleh anak remaja. Namun ada perbedaan menonjol berkat kemampuan dan sifatnya. Nabi Muhammad SAW mendapat julukan ‘al-Amin’ yang berarti ‘setia’ atau ‘dapat dipercaya’.

Setelah berniaga ke beberapa daerah dan semakin terkenal, ada yang menyukai sifat beliau yang tegas namun lemah lembut. Dia adalah Siti Khadijah yang menjadi istri pertama Nabi Muhammad SAW. Bersama Khadija, mereka berdua menjadi pedagang yang sukses dan terpercaya.

Baca Juga: Kisah Nabi Musa, Bisa Dijadikan Dongeng Pengantar Tidur untuk Anak!

Kisah Muhammad Menjadi Nabi

Kisah Nabi Muhammad -2.jpg

Foto: Alarabiya.net

Muhammad juga sosok yang sangat religius. Sesekali beliau suka bermeditasi sendiri di tempat-tempat suci dekat Mekah di sela-sela kesibukannya. Pada salah satu ziarahnya di tahun 610, ia bermeditasi di sebuah gua di Gunung Jabal aI-Nour.

Kemudian, malaikat Jibril muncul dan menyampaikan firman Allah SWT: “Bacalah dalam nama Tuhanmu yang menciptakan, menciptakan manusia dari gumpalan! Bacalah untuk tuanmu yang paling murah hati…” Merasa belum mempercayai hal ini, beliau pun pulang dan menceritakannya kepada istrinya.

Setelah berhasil melewati waktu untuk meyakinkan diri, akhirnya beliau yakin telah diutus oleh Allah SWT sebagai Rasul dan juga Nabi yang terakhir. Dengan segera, Nabi Muhammad SAW mulai mengumpulkan sedikit pengikut, dan awalnya tidak mendapatkan perlawanan.

Namun, karena mulai menggantikan patung berhala dengan Allah SWT, banyak yang akhirnya menentangnya. Perlawanan terhadap Nabi Muhammad SAW dan pengikutnya semakin meningkat hingga akhirnya terpaksa pindah dari Mekah ke Madinah, sebuah kota yang berjarak 260 mil pada tahun 622.

Peristiwa ini juga menandai awal kalender Muslim, yakni Hijriyah. Di sana, beliau juga berperan penting dalam mengakhiri perang saudara antara beberapa suku. Selama di Madinah, beliau membangun kekuatan umatnya dan secara bertahap mengumpulkan lebih banyak pengikut yang masuk Islam.

Saat memiliki banyak kekuatan dan pengikut, beliau memutuskan untuk kembali ke Mekkah pada tahun 630. Beliau merebut kota dengan korban yang sedikit. Banyak yang akhirnya masuk Islam sehingga beliau menghancurkan semua patung di dalam dan sekitar Ka'bah.

Setelah konflik dengan Mekah akhirnya diselesaikan, Nabi Muhammad SAW melakukan ziarah Islam pertamanya ke kota itu dan pada tahun 632 dan menyampaikan khotbah terakhirnya di Gunung Arafah.

Saat kembali ke Madinah, beliau jatuh sakit selama beberapa hari. Dan pada tahun 632 saat berusia 62 tahun, beliau meninggal. Akhirnya, Nabi Muhammad SAW dimakamkan di Masjid Nabawi, salah satu masjid pertama yang dibangun oleh Nabi Muhammad SAW di Madinah.

Baca Juga: Bacakan Kisah Nabi Isa dan Mukjizatnya untuk Si Kecil, Moms!

Kisah Nabi Muhammad SAW yang Menginspirasi

Kisah Nabi Muhammad -3.jpg

Foto: Hijabilife.com

Dalam perjalanan hidupnya, ada banyak pelajaran yang dapat diambil sebagai pelajaran hidup bagi umat Muslim. Beberapa di antaranya yakni:

1. Menekankan Pentingnya Mencari Ilmu

Wahyu pertama dari Allah SWT yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW adalah perintah bagi umatnya untuk mencari ilmu, melalui ruh ‘Iqra’. Ketika beliau menerima wahyu pertamanya, 'melalui malaikat Jibril, dia diminta untuk “iqra”, yang artinya membaca.

Dengan heran, dia menjawab ‘Saya tidak bisa membaca,’ Dia diminta membaca dua kali lagi, tetapi dia menjawab lagi, bahwa dia tidak bisa membaca. Setelah itu, Malaikat Jibril menyampaikan wahyu: "Bacalah dalam nama Tuhanmu Yang menciptakan; menciptakan manusia dari segumpal darah. Baca, dan Tuhanmu Maha Dermawan Yang mengajar dengan pena; mengajari manusia apa yang dia tidak tahu.” (QS Al-'Alaq: 1-5).

‘Iqra’ adalah perintah untuk membaca tanda-tanda yang telah Allah SWT simpan di dunia, agar umat Muslim dapat memahami sesuatu tentang hikmah dan rahmat-Nya yang terdapat dalam semua hal. Manusia hanya perlu berusaha mencari tahu hikmah dalam setiap kejadian.

Itu juga merupakan perintah untuk belajar, melalui pengalaman dan pemahaman. Dan sebagai manusia yang terus mencari ilmu, ingatlah selalu untuk tidak sombong dengan ilmu yang telah diperoleh. Ini menunjukkan bahwa dalam Islam, ilmu memiliki derajat yang amat mulia.

2. Memiliki Kerendahan Hati dan Cerdas

Seseorang diajari untuk selalu mencari dan menambah pengetahuan, tetapi harus selalu ingat untuk selalu rendah hati dan menyadari ada begitu banyak pengetahuan di luar sana yang belum diketahui. Nabi Mihammad telah mencontohkannya.

Salah satunya saat melindungi kota Madinah dari serangan, beliau telah mengumpulkan beberapa pandangan dari para sahabatnya saat memutuskan strategi militer terbaik. Berbagai masukan didapati dan akhirnya beliau memilih salah satu strategi meski bukan dari pendapatnya sendiri.

Ini menunjukkan bagaimana Nabi Muhammad SAW mempertahankan kerendahan hati dan intelektualnya, dan masih mendengarkan orang lain untuk membagikan ilmunya. Ini dapat menjadi pelajaran untuk selalu menunjukkan kerendahan hati dalam semua aspek kehidupan.

3. Pemimpin yang Bijaksana

Baik dalam kehidupan pribadi, sebagai pemimpin, dalam kehidupan sosial serta statusnya sebagai seorang nabi, Nabi Muhamad adalah sosok yang ideal. Dia mampu menempatkan sesuatu dalam tempatnya secara bijaksana.

Ini juga yang membuat banyak orang memutuskan untuk masuk Islam. Menurut penelitian Advances in Social Sciences Research Journal, teknik Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinannya memainkan peran penting dalam mencapai tujuannya untuk menyampaikan pesan Islam kepada dunia.

4. Memiliki Hati yang Lembut

Dalam setiap kisah Nabi Muhammad SAW, selalu diingatkan bagaimana beliau memperlakukan orang-orang dengan hati yang lembut, penuh kasih sayang, perhatian, cinta, dan selalu tersenyum. Beliau pernah berkata: "Bahkan senyuman adalah sebuah amal."

Dahulu kala, ada pemuda berusia dua puluhan yang benci pergi ke masjid. Dia hanya akan pergi ketika ibunya memaksanya. Ketika dia pergi ke sana, yang dia lihat hanyalah wajah kebencian dan ketidakpuasan.

Suatu hari dia merasa tersesat dan sendirian dan menemukan dirinya berada di depan masjid. Saat dia berdiri di luarnya, seorang laki-laki asal Suriah muncul dan dia memiliki senyum lebar di wajahnya dan dia tersenyum padanya dengan tulus.

Saudara ini memiliki sinar di wajahnya. Pemuda itu tidak dapat memahami mengapa dia tersenyum padanya dan benar-benar menyapanya. Pemuda itu kemudian memiliki keinginan yang kuat itu untuk mencari pria tersebut dan dia akhirnya menjadi muridnya dan belajar dasar-dasar Islam darinya.

Senyuman itulah yang membawa pemuda yang bingung ini ke dalam Islam. Ini merupakan praktik sederhana dari apa yang dilakukan Nabi Muhammad SAW saat memancarkan senyuman. Siapa sangka hanya dengan sebuah senyuman, seseorang bisa tergerak hatinya untuk berubah.

5. Memiliki Tingkah Laku yang Santun

Melalui Nabi Muhammad SAW, seseorang juga dapat mempelajari bagaimana caranya untuk berurusan dengan orang-orang dengan penuh rasa cinta dan memperlakukan orang yang dicintai dengan hormat dan menggunakan kata-kata yang baik.

Tentunya ini tidak mudah untuk dilakukan, tetapi dapat dicapai jika bersungguh-sungguh melakukannya. Nabi Muhammad yang berdoa untuk segala sesuatu yang dapat dipikirkan, memberi inspirasi tentang bagaimana beliau berurusan dengan kaumnya dan orang lain.

Dari Nabi Muhammad juga terdapat pelajaran bagaimana untuk mempertimbangkan situasi setiap orang dan menanganinya dengan kata-kata yang lembut dan tidak dengan kekerasan. Seperti sabda Rasulullah SAW: “Orang yang tidak memiliki belas kasihan, tidak akan menunjukkan belas kasihan.” (HR Muslim).

Ada banyak pelajaran penting dari kisah Nabi Muhammad SAW, nabi terakhir. Semoga Moms bisa mengajak Si Kecil untuk mengikuti semua suri tauladan yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah SAW. Aamiin.

  • https://www.researchgate.net/publication/283181029_The_Prophet_Muhammad's_Leadership_An_Islamic_View
  • https://www.biography.com/religious-figure/muhammad
  • https://www.havehalalwilltravel.com/prophet-stories-islam-quran
  • https://www.islamicity.org/5659/the-story-of-a-smile-and-the-healing-hands-of-the-prophet-muhammad/
Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait