Scroll untuk melanjutkan membaca

SHOWBIZ
03 Oktober 2022

Kisah Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Ada Anak 10 Tahun Menyaksikan Temannya Meninggal

Ada pula anak yang harus kehilangan kedua orang tuanya
Kisah Pilu Korban Tragedi Kanjuruhan, Ada Anak 10 Tahun Menyaksikan Temannya Meninggal

Foto: instagram.com/stadionkanjuruhan

Tragedi Kanjuruhan terjadi setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya yang berakhir dengan skor 2-3 pada Sabtu, 1 Oktober 2022.

Dari tragedi tersebut, setidaknya 125 orang meninggal dunia dan 448 lainnya luka-luka.

Indonesia, tepatnya tragedi Kanjuruhan, masuk ke dalam 10 besar tragedi kerusuhan di stadion yang menelan banyak korban jiwa.

Berikut kisah pilu korban Kanjuruhan sekaligus untuk mengenang para korban.

Baca Juga: Kisah Pilu Bayi 6 Bulan Meninggal Setelah Naik Motor Selama 13 Jam

Kumpulan Kisah Pilu Korban Kanjuruhan

Stadion Kanjuruhan

Foto: Stadion Kanjuruhan (Commons.wikimedia.org)

Ini dia beberapa kisah pilu korban Kanjuruhan.

1. Dua Sahabat yang Tewas

Dua sahabat yang tewas dalam tragedi Kanjuruhan tersebut adalah Filla Azis Firmansyah (19) dan Jefri Iklastul Amal (20).

Keduanya merupakan warga asal Dusun Sumbergesing, Desa/Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang, yang sudah berteman sejak SD.

Keduanya pun menyaksikan laga Arema vs Persebaya bersama-sama di Kanjuruhan.

Tadinya, mereka akan pergi bertiga dengan Ari, teman dekat Filla.

Namun, karena uang yang dimiliki Ari tidak cukup, ia pun mengurungkan niat untuk berkunjung ke sana.

Siapa sangka kedua temannya tersebut ternyata menjadi korban tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga: Sinopsis 12 Cerita Glen Anggara, Kisah Cinta Pilu Remaja Kaya Raya dengan Penderita Gagal Ginjal

2. Ditinggal oleh Orang Tuanya

Kisah pilu lainnya datang dari seorang anak yang berkunjung ke stadion bersama dengan kedua orang tuanya.

Untungnya, sang anak pulang lebih dulu. Namun, hal ini membuat kedua orang tuanya menjadi korban tragedi Kenjuruhan dan tidak berhasil selamat.

Kisah ini dibagikan salah satu pengguna Twitter @eraaaakk.

“Ini tetanggaku, pulangnya itu anaknya dulu, habis itu jenazah bapak ibunya bareng sama tetanggaku juga,” ujarnya.

3. Tertembak Gas Air Mata

Seperti yang sudah Moms ketahui, tembakan gas air mata membuat banyak orang di dalam stadion berhamburan keluar.

Gas air mata membuat kesulitan untuk membuka mata, aksi saling dorong pun tidak bisa terhindarkan yang akhirnya banyak korban terjatuh.

Kemudian, melansir dari berbagai sumber, salah satu ibu yang menggendong anaknya pun menjadi korban tembakan gas air mata.

Saat itu situasi sudah tidak terkendali dan stadion dipenuhi dengan kepanikan. Polisi juga diduga melemparkan gas air mata ke arah tribun.

Kejadian saling injak dan dorong karena panik pun tidak bisa dihindari termasuk salah satu ibu yang menggendong anaknya.

Baca Juga: Disebut Mirip Layangan Putus, Begini Kisah Pilu Anne Watanabe yang Diselingkuhi Masahiro Higashide

4. Anak 10 Tahun yang Menyaksikan Temannya Meninggal

Irfan Arifuddin (10 tahun) berhasil menyelamatkan diri dari tragedi maut tersebut. Namun, tidak dengan teman-temannya.

Suara teriakan makin keras ia dengar dan ketika menoleh ke belakang, ia sudah terpisah dengan teman-temannya.

Ia berusaha mencari temannya dan melihat beberapa orang lainnya terhimpit dinding. Namun, upaya untuk mencari temannya tidak berhasil.

Bahkan ketika ia sudah bisa melihat teman-temannya, temannya sudah tergeletak.

"Saya tutupi kepala pakai jaket dan sembunyi di bawah kursi penonton," katanya.

Itu dia Moms beberapa kisah pilu dari tragedi Kanjuruhan.

Semoga tragedi ini tidak terulang dan turut berduka cita bagi keluarga korban yang ditingalkan!