17 Maret 2021

3 Kontroversi Vaksin AstraZeneca-Oxford, Apa Saja?

Simak informasinya berikut ini
3 Kontroversi Vaksin AstraZeneca-Oxford, Apa Saja?

Foto: politico.eu

Vaksin AstraZeneca (atau Oxford-AstraZeneca) sudah masuk ke Indonesia setidaknya sampai 1,1 juta dosis dengan skema multilateral COVAX Facility yang bertujuan mengupayakan kesetaraan akses terhadap vaksin COVID-19 untuk seluruh negara di dunia.

Vaksin tersebut juga telah masuk dalam daftar penggunaan darurat (EUL) dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) sejak 15 Februari 2021.

Sebagai informasi, mengutip BioMed Central, vaksin AstraZeneca dikembangkan oleh Universitas Oxford dan AstraZeneca, perusahaan farmasi dan bioteknologi multinasional Inggris-Swedia.

Namun, ternyata banyak hal yang janggal dengan vaksin tersebut yang menjadikannya sebagai vaksin kontroversial.

Mau tahu apa saja kontroversi dari vaksin Astrazeneca? Ini daftarnya!

Baca Juga: Menteri Airlangga Hartarto Tegaskan Vaksin COVID-19 Mandiri untuk Karyawan Gratis!

1. Laporan Kasus Penggumpalan Darah

kontroversi vaksin AstraZeneca-1
Foto: kontroversi vaksin AstraZeneca-1

Foto: Orami Photo Stock

Mengutip Al-Jazeera, lebih dari selusin negara, yang sebagian besar di Eropa, telah menangguhkan penggunaan vaksin COVID-19 AstraZeneca karena khawatir suntikan itu mungkin menyebabkan pembekuan darah.

Beberapa negara tersebut seperti Swedia, Latvia Jerman, Italia, Prancis, Spanyol, Denmark, Norwegia, dan Belanda, Thailand, Irlandia, dan masih banyak lagi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah meninjau data keamanan yang tersedia pada vaksin, dan meskipun telah berulang kali menyatakan keyakinan akan keamanannya, Ketua WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan sejauh ini tidak ada bukti terkait.

Pada hari Minggu (14/3/2021) kemarin, dilaporkan bahwa dari lebih dari 17 juta orang yang telah menerima vaksin di Inggris dan Uni Eropa hingga saat ini, terjadi kurang dari 40 kasus pembekuan darah yang dilaporkan pada minggu lalu.

Tetapi, hal ini ditegaskan kembali pada hari Selasa, bahwa vaksin itu aman dan manfaatnya lebih besar daripada risiko apa pun karena infeksi dan kematian virus corona terus berlanjut.

Baca Juga: Tak Mau Vaksinasi COVID-19? Hati-hati Bisa Kena Denda Jutaan Rupiah!

2. Menkes Tak Tahu Vaksin AstraZeneca Kedaluwarsa Mei 2021

vaksin COVID-19 Indonesia
Foto: vaksin COVID-19 Indonesia

Foto: Orami Photo Stock

Salah satu kontroversi lainnya tentang vaksin AstraZeneca adalah tanggal kedaluwarsa yang sangat dekat yaitu bulan Mei 2021. Permasalahannya, interval pemberian vaksin pertama dan kedua untuk AstraZeneca tidak sama dengan Sinovac.

Jika vaksin Sinovac hanya butuh 14 hari jeda, namun vaksin AstraZeneca butuh interval selama 12 minggu. Dengan begitu, vaksin yang sudah didapatkan tersebut akan kedaluwarsa sebelum mencapai interval selanjutnya.

Mengutip Kompas.com, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengaku jika ia baru mengetahui bila vaksin COVID-19 AstraZeneca yang baru tiba di Indonesia akan kedaluwarsa pada Mei 2021.

Padahal, ada 1.113.600 dosis vaksin yang didapatkan.

"Sebenernya AstraZeneca karena sudah datang biasanya ada 6 bulan sampai satu tahun, kita baru tahu ini expired date akhir Mei. Padahal dia suntikannya bedanya 9 sampai 12 minggu dan sampai sekarang juga masih menunggu lot rilis dari BPOM," kata Budi dalam rapat Kerja Komisi IX DPR yang ditayangkan kanal YouTube DPR, Senin (15/3/2021).

Baca Juga: Selain Vaksin Sinovac, 5 Vaksin COVID-19 Ini Juga Resmi Digunakan di Indonesia

3. Indonesia Menunda Distribusi

vaksin COVID-19
Foto: vaksin COVID-19

Foto: Orami Photo Stock

Lebih lanjut, Menkes Budi Gunadi memutuskan untuk menunda sementara pendistribusian vaksin AstraZeneca dengan alasan kehati-hatian. Bukan menghentikan distribusinya.

"Untuk konservatismenya BPOM menunda dulu implementasi AstraZeneca sambil menunggu konfirmasi dari WHO," kata Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI Senin (15/3/2021) kemarin mengutip detikHealth.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan tentang kasus pembekuan darah yang masih diteliti oleh WHO.

"AstraZeneca ini memang sempat keluar di beberapa negara Eropa mengamati adanya gangguan di darah kemudian mereka menghentikan, sampai sekarang berita yang kami terima dari WHO mereka masih teliti," lanjutnya.

Mengenai tentang kehalalan vaksin dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), Budi mengatakan bahwa ditargetkan keluar sertifikasi halal dalam dua hari ke depan.

Itu dia Moms, kontroversi mengenai vaksin Oxford-AstraZeneca.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.