26 Desember 2022

Lambung Bocor, Masalah Pencernaan yang Bisa Mengancam Jiwa

Kondisi lambung bocor, tidak boleh disepelekan Moms, karena bisa berakibat fatal

Istilah maag mungkin tidak asing bagi Moms dan Dads, namun bagaimana dengan lambung bocor?

Keduanya sama-sama merupakan masalah pencernaan. Bedanya, maag biasanya bisa membaik dengan dengan minum obat tanpa resep, sementara lambung bocor perlu penanganan medis segera mungkin.

Supaya Moms dan Dads tahu penyakit ini lebih dalam, yuk, simak gejala hingga tips menjaga lambung tepat sehat berikut ini!

Apa Itu Lambung Bocor?

Wanita Sakit Perut
Foto: Wanita Sakit Perut (Shutter Stock)

Lambung bocor atau dikenal dengan istilah medis perforasi gastrointestonal adalah kondisi terbentuknya lubang di sepanjang perut, usus besar, atau usus kecil.

Meskipun istilahnya hanya menyebut lambung, lubang yang terbentuk bisa muncul di sepanjang saluran pencernaan.

Penyakit ini disebabkan oleh banyak masalah kesehatan yang menyerang sistem pencernaan, bisa juga karena trauma.

Lambung sendiri berfungsi untuk memproduksi cairan asam lambung dan memecah makanan, serta menahannya sampai siap dialirkan ke usus.

Setelah sampai di usus halus, makanan akan bercampur dengan cairan pencernaan yang dihasilkan usus, hati, dan pankreas.

Dinding usus kemudian akan menyerap nutrisi dan air dari makanan dan menjadikannya sebagai limbah.

Pada usus besar, limbah tersebut akan diproses menjadi feses dan siap dikeluarkan dari dalam tubuh.

Fungsi saluran cerna yang kompleks ini tentu bisa terganggu dengan adanya lubang pada salurannya.

Pada akhirnya, fungsi-fungsi dari organ yang terkena akan bermasalah.

Seseorang yang mengalami penyakit ini perlu diobati segera, karena bisa semakin parah dan menimbulkan komplikasi.

Komplikasi bisa terjadi karena saluran cerna yang berlubang membuat bakteri, cairan empedu, asam lambung, makanan yang dicerna, atau feses memasuki lubang.

Baca Juga: Wajib Tahu, Ini Penyebab Kanker Lambung yang Jarang Disadari

Apa Saja Gejala Lambung Bocor?

Sakit Perut
Foto: Sakit Perut (Medicalnewstoday.com)

Setiap orang yang terkena penyakit ini bisa saja merasakan gejala yang berbeda.

Ini karena tubuh setiap orang memberikan respons yang berbeda-beda terhadap peradangan atau gangguan lainnya pada tubuh.

Namun, pada umumnya seseorang yang mengalami perforasi gastrointestonal mengeluhkan gejala sebagai berikut.

Pada beberapa kasus, penyakit ini bisa menjadi peradangan selaput yang melapisi rongga perut. Ini disebut dengan peritonitis.

Peritonitis bisa menimbulkan rasa nyeri ada perut yang tidak tertahankan. Kondisi ini akan semakin memburuk, ketika perut disentuh atau ketika bergerak melakukan aktivitas.

Bila diraba, akan terasa benjolan keras pada perut. Selain itu, ada gejala lain yang mungkin dirasakan, antara lain.

  • Kelelahan
  • Buang air kecil, BAB, atau kentut jadi lebih sedikit atau jarang
  • Sesak napas
  • Mual dan muntah
  • Detak jantung menjadi lebih cepat
  • Pusing

Jika Moms mengalami gejala yang disebutkan di atas, segera periksa ke dokter. Terutama jika mengalami gejala di bawah ini.

  • Sakit perut yang lebih parah dari biasanya
  • Mual dan muntah
  • BAB berdarah
  • Demam
  • Perubahan pada kebiasaan buang air

Baca Juga: 5 Rekomendasi Obat Maag pada Anak, Jangan Sembarangan, Moms!

Apa Penyebab Lambung Bocor?

Ilustrasi Mengalami Lambung Bocor
Foto: Ilustrasi Mengalami Lambung Bocor (Freepik.com/katemangostar)

Terbentuknya lubang di sepanjang saluran cerna bisa disebabkan oleh banyak kondisi, di antaranya:

  • Radang usus buntu yang lebih sering terjadi pada orang tua
  • Diverkulitis yaitu peradangan pada kantung-kantung di sepanjang saluran cern
  • Gastritis yakni peradangan pada dinding lambung
  • Batu empedu
  • Infeksi kantong empedu
  • Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa
  • Kanker pada saluran cerna
  • Kelainan bawaan pada usus kecil
  • Trauma akibat pukulan di perut, luka tusuk, operasi perut, penggunaan obat-obatan tertentu dalam jangka panjang, serta menelan zat asing yang merusak saluran pencernaan

Selain masalah kesehatan dan trauma, orang yang memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol berisiko tinggi terkena penyakit ini di kemudian hari.

Baca Juga: Sindrom Iritasi Usus Besar, Waspada Gejala, Penyebabnya, dan Faktor Risikonya!

Bagaimana Penanganan Lambung Bocor?

Tindakan Operasi
Foto: Tindakan Operasi (Healthline.com)

Perforasi gastrointestonal harus diobati karena dapat menyebabkan komplikasi berupa perdarahan parah, keracunan darah (sepsis), abses pada perut, dan matinya sebagian usus.

Pada kasus parah, komplikasi ini bisa berujung dengan kematian.

Namun, sebelum memutuskan pengobatan, dokter akan lebih dahulu meminta Moms dan Dads menjalani serangkaian tes kesehatan.

Ini melibatkan pemeriksaan fisik, tes darah, tes pencitraan, seperti rontgen, CT scan, endoskopi, atau kolonoskopi.

Setelah pemeriksaan dijalani dan diagnosis lambung bocor ditegakkan, dokter akan merekomendasikan pengobatan yang tepat.

Dalam kebanyakan kasus, pengobatan lini pertama untuk penyakit ini adalah operasi untuk menutup lubang-lubang yang terbentuk.

Tujuan dari dari pengobatan ini di antaranya.

  • Memperbaiki struktur perut yang mengalami perubahan.
  • Mengobati peritonitis jika terjadi.
  • Menyingkirkan benda asing pada rongga perut yang menyebabkan masalah, seperti feses, cairan empedu, atau makanan.

Cepat atau tidaknya proses pemulihan tubuh pascaoperasi, bergantung dengan berbagai hal, termasuk usia dan masalah kesehatan lainnya yang menyertai.

Oleh karena itu, proses penyembuhan pada setiap orang berbeda-beda.

Contohnya, pada lansia bekas operasi mungkin akan lebih lama sembuh ketimbang orang yang lebih muda.

Pada kasus ringan, dokter tidak merekomendasikan operasi.

Pengobatan difokuskan dengan minum antibiotik saja, bila lubang pada saluran cerna dipastikan akan kembali tertutup dengan sendirinya.

Akan tetapi, kasus bisa saja lebih parah sehingga dokter perlu memotong dan mengangkat sebagian usus yang bermasalah.

Prosedur pengangkatan sebagian usus kecil atau usus besar ini disebut dengan kolostomi atau ileostomi.

Pilihan pengobatannya akan disesuaikan dengan kondisi keparahan penyakit yang dialami.

Baca Juga: Waspada Usus Buntu Pecah, Ketahui Gejala, Penyebab, dan Penanganannya!

Tips Mencegah Lambung Bocor

Kacang-Kacangan
Foto: Kacang-Kacangan (Hindustantimes.com)

Cara tepat untuk mencegah terjadinya perforasi gastrointestinal adalah dengan mewaspadai gejalanya.

Jika Moms, Dads, atau anggota keluarga lainnya di rumah memiliki masalah kesehatan yang berkaitan dengan sistem pencernaan, pastikan mengikuti pengobatan dengan benar dan rutin.

Ini karena banyak masalah pencernaan yang menjadi penyebab lambung bocor.

Di samping itu, tindakan pencegahan juga bisa dilakukan dengan beberapa tips berikut ini.

  • Perbanyak konsumsi makanan berserat, seperti sayur, buah, biji-bijian, dan kacang-kacangan.
  • Batasi asupan makanan yang tinggi lemak, seperti makanan yang digoreng atau jeroan.
  • Konsumsi makan yang mengandung probiotik (bakteri baik untuk usus), seperti tempe atau yoghurt.
  • Terapkan kebiasaan makan yang sehat, seperti makan tepat waktu, makan sesuai porsi, dan tidak tidur setelah makan.
  • Aktif bergerak, sekalipun sibuk. Sempatkan diri untuk melakukan olahraga secara rutin.
  • Cukup minum air putih.
  • Tahu caranya mengatasi stres, seperti meditasi, yoga, atau melakukan hobi yang disukai.
  • Berhenti merokok dan kurangi kebiasaan minum alkohol.

Itu dia Moms informasi seputar lambung bocor. Segera ke dokter jika merasakan gejalanya, ya!

  • https://www.webmd.com/digestive-disorders/what-is-gastrointestinal-perforation
  • Sigmon DF, Tuma F, Kamel BG, et al. Gastric Perforation. [Updated 2021 Jul 1]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2021 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK519554/
  • https://www.healthline.com/health/gastrointestinal-perforation#treatment
  • https://my.clevelandclinic.org/health/body/21758-stomach
  • https://www.everydayhealth.com/digestive-health/tips-for-better-digestive-health/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb