26 Juli 2019

7 Makanan yang Baik untuk Kesehatan Hati

Menjaga kesehatan hati berarti menjaga kesehatan tubuh secara menyeluruh

Hati adalah organ yang punya banyak tugas penting, di antaranya memecah karbohidrat dan membuat glukosa. Hati juga berfungsi menyimpan vitamin, mineral, sampai karbohidrat.

Tak hanya itu, hati juga menghasilkan protein, kolesterol, dan cairan empedu untuk mencerna dan menyerap zat gizi dari makanan. Fungsi penting lainnya adalah memecah racun seperti alkohol, obat-obatan, dan produk turunan alami metabolisme.

Jika hati mengalami disfungsi, bisa timbul penyakit hati, gangguan metabolisme, bahkan diabetes tipe 2.

Karena hati berperan penting untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh, Moms patut menjaga fungsi hati tetap normal. Salah satu caranya adalah dengan mengonsumsi makanan dan minuman yang dapat melindungi hati dari penyakit dan kanker.

Makanan-makanan berikut ini bisa meningkatkan kadar antioksidan dan enzim serta melindungi hati dari racun berbahaya lho, Moms.

Baca Juga: 6 Makanan Sehat yang Bantu Lawan Infeksi Virus

1. Anggur

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Sebuah studi yang dipublikasikan di World Journal of Gastroenterology menunjukkan bahwa anggur, sari anggur, dan biji anggur kaya antioksidan yang baik untuk kesehatan hati.

Beberapa manfaat anggur untuk hati adalah mengurangi inflamasi, mencegah kerusakan hati, dan meningkatkan kadar antioksidan.

2. Ikan Berlemak

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Dalam studi World Journal of Gastroenterology, mengonsumsi ikan berlemak atau suplemen minyak ikan bermanfaat bagi kesehatan hati, karena bisa mengurangi dampak dari kondisi seperti penyakit hati berlemak non alkohol (NAFLD).

Ikan berlemak kaya asam lemak omega 3 yang dapat mengurangi inflamasi. Lemak sehat ini juga mencegah penumpukan lemak berlebih, menjaga kadar enzim dalam hati, serta memperbaiki resistensi insulin.

Moms disarankan menyantap ikan berlemak dua porsi atau lebih per minggu. Jika ikan berlemak sulit didapat, Moms bisa mengonsumsi suplemen minyak ikan.

3. Kacang-kacangan

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Kacang-kacangan adalah sumber vitamin E yang membantu melindungi tubuh dari penyakit hati berlemak. Kandungan asam lemak tak jenuh serta antioksidannya juga dapat mencegah NAFLD, inflamasi, dan stres oksidatif.

Sebuah studi observasi selama enam bulan pada 106 orang penderita NAFLD membuktikan bahwa konsumsi kacang berkaitan dengan meningkatnya kadar enzim hati.

Penelitian lain pun menunjukkan bahwa pria yang memakan sedikit kacang-kacangan dan biji-bijian berisiko lebih tinggi menderita NAFLD dibanding mereka yang makan banyak kacang-kacangan dan biji-bijian.

Baca Juga: Mudah Dimasak, Ini Dia 3 Resep MPASI Bayi 7 Bulan dari Kacang Polong nan Sehat

4. Kopi

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Ternyata, meminum tiga cangkir kopi sehari baik untuk kesehatan hati, sebab dapat melindunginya dari kerusakan akibat terlalu banyak meminum alkohol atau karena makanan yang kurang sehat.

Beberapa studi menunjukkan bahwa meminum kopi menurunkan risiko cirrhosis (kerusakan hati permanen) pada penderita penyakit hati kronis. Bahkan, konsumsi kopi memiliki kaitan dengan menurunnya risiko kematian pada pasien tersebut. Risiko kanker hati juga berkurang karena kopi.

Menurut studi di Journal of Clinical Gastroenterology pada 2014, kopi tampak mengurangi penumpukan lemak di hati.

Kopi juga mengurangi inflamasi dan meningkatkan kadar antioksidan glutathione yang menetralkan radikal bebas dalam tubuh. Selain itu, senyawanya juga membantu enzim hati membersihkan tubuh dari zat penyebab kanker.

5. Blueberry

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Buah berry berwarna gelap seperti blueberry, raspberry, dan cranberry mengandung antioksidan antosianin dan polifenol, sehingga baik untuk kesehatan hati. Mengonsumsi blueberry dapat melindungi tubuh dari NAFLD.

Beberapa studi menunjukkan bahwa mengonsumsi cranberry dan blueberry segar, ekstrak, atau hanya sarinya dapat membuat hati sehat. Memakannya selama 3-4 minggu melindungi hati dari kerusakan.

Antioksidan dalam berry juga dapat memperlambat perkembangan luka dan fibrosis pada hati tikus. Studi dengan tabung uji menunjukkan bahwa ekstrak blueberry dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker hati manusia.

6. Minyak Zaitun

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Akumulasi lemak dalam hati adalah bagian dari tahap awal penyakit hati. Tapi, menurut studi di World Journal of Gastroenterology, lemak dalam minyak zaitun justru dapat memperbaiki fungsi hati. Sebab, minyak zaitun mengandung asam lemak tak jenuh dalam kadar tinggi.

Konsumsi minyak zaitun menurunkan akumulasi lemak dalam hati, meningkatkan sensitivitas insulin, memperbaiki enzim hati, memperbaiki aliran darah dalam hati, serta meningkatkan kadar protein yang berkaitan dengan efek metabolik positif.

Menurut sebuah studi terhadap 11 orang penderita NAFLD, efek ini terlihat setelah mengonsumsi satu sendok teh (6,5 mililiter) minyak zaitun per hari.

Baca Juga: 5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Kulit Sehat dan Halus

7. Teh Hijau

kesehatan hati
Foto: kesehatan hati

Teh hijau dapat mengurangi kadar lemak secara menyeluruh, melawan stres oksidatif, dan mengurangi tanda NAFLD. Pada studi lain, risiko kanker terendah terlihat pada orang yang meminum empat cangkir teh hijau atau lebih.

Teh hijau mengandung antioksidan katekin yang dapat melindungi tubuh dari beberapa jenis kanker, salah satunya kanker hati. Katekin lebih banyak terdapat pada teh hijau yang diseduh panas dibandingkan teh dingin dan teh hijau kemasan siap minum.

Sebaiknya Moms menyeduh teh hijau sendiri untuk mendapatkan manfaatnya secara maksimal. Sebab, penggunaan suplemen yang mengandung ekstrak teh hijau justru bisa menyebabkan kerusakan hati.

Mulai sekarang, yuk, rutin mengonsumsi makanan dan minuman ini untuk kesehatan hati!

(EMA)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.