17 January 2025

13 Potensi Manfaat Daun Babadotan untuk Kesehatan berdasarkan Kandungannya

Terkenal sebagai gulma, ternyata ada juga manfaat dari daun babadotan

Biasa diketahui sebagai gulma invasif, tahukah Moms ada juga manfaat daun babadotan?

Daun Babadotan umumnya tumbuh di dekat tempat tinggal, tumbuh subur di taman dan tanah pertanian apa pun dan sangat umum di lokasi yang terganggu dan area yang terdegradasi.

Bagian dari babadotan yang kerap digunakan sebagai pengobatan tradisional adalah daunnya, tetapi beberapa pengobatan menggunakan bunga dan akar.

Miliki nama latin Chromolaena Odorata, babadotan ini mudah dijumpai di seluruh wilayah Indonesia.

Menurut Plant for A Future, manfaat daun babatodan bisa digunakan mengobati pendarahan, sakit kepala hingga asam urat.

Kandungan Daun Babadotan

Ageratum conyzoides, umumnya dikenal sebagai daun babadotan, dikenal karena khasiat nutrisi dan obatnya.

Daun tanaman ini mengandung berbagai vitamin dan mineral yang penting untuk kesehatan manusia.

Dilansir dari jurnal Advances in Chemistry and Biochemistry Sciences, ekstrak daun babadotan kaya akan beberapa vitamin, dengan konsentrasi penting berikut per 100 gram:

  • Asam Askorbat (Vitamin C): 33,36 mg
  • Thiamin (Vitamin B1): 0,22 mg
  • Riboflavin (Vitamin B2): 0,16 mg
  • Niasin (Vitamin B3): 0,07 mg
  • Tokoferol (Vitamin E): 0,61 mg.

Kandungan mineral daun babadotan juga cukup tinggi, antara lain:

  • Seng: 5,75 mg
  • Besi: 2,52 mg
  • Kalsium: 0,51 mg
  • Fosfor: 0,23 mg
  • Magnesium: 0,11 mg.

Selain vitamin dan mineral, daun Ageratum conyzoides juga mengandung:

  • Protein Kasar: Sekitar 24,53%.
  • Serat Kasar: Berkontribusi pada kesehatan pencernaan.
  • Karbohidrat: sumber energi.

Menariknya lagi, daunnya juga diketahui mengandung berbagai fitokimia yang berkontribusi pada khasiat obatnya, seperti alkaloid, flavonoid, dan tanin yang bersifat anti-inflamasi, antimikroba, dan antioksidan.

Potensi Manfaat Daun Babadotan

Daun babadotan
Foto: Daun babadotan (wikimedia.org)

Daun babadotan dikenal memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Namun, pengobatan herbal dengan daun ini sebaiknya dilakukan dengan berkonsultasi kepada dokter.

Perlu diingat, artikel ini juga tidak dapat menggantikan panduan medis untuk mengatasi kondisi kesehatan di bawah.

1. Atasi Hipertensi dan Penyakit Kardiovaskular

African Health Science mengungkap manfaat daun babadotan memiliki kandungan mineral khusus magnesium, kalium, dan seng serta senyawa aktif khususnya alkaloid, dan cardenolide.

Senyawa ini mampu mengatasi komplikasi hipertensi, gangguan pada jantung dan pembuluh darah.

2. Turunkan Kadar Gula

Esktrak air daun babadotan diyakini mampu menurunkan kadar gula darah, karena mengandung fitokimia yang dapat memberikan efek hipoglikemik.

Namun, melansir dari laman Drugs, penelitian yang dilakukan hanya terbatas pada hewan. Hasilnya menunjukkan bahwa ekstrak dari daun ini dapat mengurangi kadar gula darah pada hewan yang diabetes.

Hewan tersebut mengalami penurunan kadar gula darah setelah diberikan ekstrak. Belum ada pengujian pada manusia yang dapat membuktikan khasiatnya.

3. Atasi Infeksi dalam Tubuh

Menurut Journal of Medicine and Biomedical Researc, ekstrak etanol daun babadotan menunjukkan aktivitas antibakteri yang signifikan terhadap patogen umum, seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa.

Kemudian menurut jurnal Molecules, Ageratum conyzoides juga terkenal karena sifat antijamurnya.

Ekstraknya menunjukkan efektivitas terhadap berbagai patogen jamur, yang mungkin bermanfaat dalam mengobati infeksi kulit dan penyakit terkait jamur lainnya.

4. Mengandung Antioksidan

Manfaat daun babadotan juga teruji memiliki aktivitas antioksidan yang mampu mencegah radikal bebas untuk merusak sel dalam tubuh.

Hal ini mampu mencegah penuaan dini dan mampu mengatasi masalah pada kulit, menurut Journal of the Science of Food and Agriculture.

5. Mengatasi Penyakit Malaria

Manfaat daun babadotan berbentuk ekstrak juga mampu melawan parasit plasmodium yang dapat menyebabkan penyakit malaria yang dapat mematikan yaitu malaria tropika.

Menurut jurnal Infection and Drug Resistance, ekstrak Ageratum conyzoides menunjukkan aktivitas anti-plasmodial yang signifikan.

Secara khusus, studi ini mengungkapkan bahwa ekstrak daun babadotan menghambat Plasmodium berghei (strain NK65) dengan persentase penghambatan 98,8% menggunakan dosis 100 mg/kg.

Moms juga bisa membaca artikel seputar malaria disini.

6. Mengobati Luka Luar pada Kulit

Melansir dari jurnal Clinical and Experimental Dermatology, penelitian menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak etanol Ageratum conyzoides secara signifikan mempercepat penyembuhan luka.

Ekstrak daun babadotan terbukti meningkatkan pembentukan kolagen, yang sangat penting untuk perbaikan jaringan pada kulit yang luka.

7. Cegah Anemia

Untuk mencegah anemia, ada sebuah penelitian yang dilakukan terhadap tikus yang diberikan ekstrak daun babadotan untuk menguji pengaruh obat terhadap darah.

Nigerian Journal of Physiological Sciences mengungkap hasil menunjukkan ekstrak daun ini memberikan peningkatan yang signifikan terhadap limfosit.

Ini membuktikan bahwa ekstrak daun babadotan dapat mengobati penyakit anemia.

Manfaat daun babadotan selanjutnya adalah efektif menghambat kerusakan hati.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2026 Orami. All rights reserved.