Kesehatan

KESEHATAN
23 Desember 2020

Manis dan Alami, Ini 6 Manfaat Gula Aren yang Perlu Diketahui

Apa benar gula aren lebih sehat daripada gula putih? Simak ulasannya berikut!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Rizky
Disunting oleh Amelia Puteri

Makanan manis umumnya identik dengan makanan yang kurang sehat, karena umumnya gula yang merupakan sumber rasa manisnya ini mengandung banyak kalori.

Namun, nyatanya tidak selamanya makanan manis ini buruk kesehatan, misalnya saja gula aren yang merupakan salah satu bahan masakan populer di Indonesia, dan negara Asia Tenggara lain, bahkan Afrika.

Gula aren merupakan pemanis yang terbuat dari nira pohon enau yang diolah dengan cara tradisional dan dicetak dengan batok kelapa.

Warna gula aren mirip seperti gula jawa atau gula merah, tetapi ia lebih gelap atau pekat. Aromanya pun lebih khas dan kuat dibandingkan dengan gula merah.

Gula aren bisa dijadikan alternatif pemanis yang lebih sehat, karena produksinya memerlukan pemrosesan minimal tanpa tambahan bahan kimia.

Gula aren juga tidak melewati tahap pemurnian sehingga masih mempertahankan vitamin dan mineral nabati tingkat tinggi dan dapat bermanfaat bagi kesehatan.

Gula aren juga memiliki indeks glikemik rendah dibandingkan dengan pemanis lainnya, yang membuart manfaat gula aren cenderung tidak menyebabkan gula darah melonjak.

Gula aren pun bisa dijadikan alternatif pemanis untuk para pengidap diabetes.

Mengutip Web MD, dalam satu sendok makan gula aren terkandung beberapa nutrisi seperti:

  • Kalori: 54
  • Protein: 0 gram
  • Lemak: 0 gram
  • Karbohidrat: 15 gram
  • Serat: 0 gram
  • Gula: 15 gram

Gula aren merupakan sumber yang baik untuk mineral seperti:

  • Kalium
  • Fosfor
  • Seng
  • Besi
  • Tembaga
  • Mangan

Baca Juga: 3 Ide Makanan Manis yang Aman untuk Anak Diabetes

Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan

Manfaat Gula Aren untuk Kesehatan

Foto: justgoodness.co

Ketika dikonsumsi dalam jumlah sedang sebagai alternatif pemanis lainnya, manfaat gula aren dapat meningkatkan kesehatan seperti misalnya:

1. Regulasi Gula Darah

Manfaat gula aren mengandung lebih sedikit glukosa dan indeks glikemik lebih rendah daripada gula meja atau madu.

Mengutip Journal of Nutrition, ini karena gula aren mengandung serat yang disebut inulin, yang dapat memperlambat penyerapan glukosa dan menjelaskan mengapa gula aren memiliki indeks glikemik yang lebih rendah daripada gula meja biasa.

Gula aren bisa membantu menstabilkan kadar gula darah lebih baik daripada pemanis lainnya sehingga tingkat energi tidak akan melonjak. Hal ini kemudian juga bisa mengurangi ketegangan pada jantung.

2. Kaya akan Mineral

Karena tidak melalui proses pemurnian layaknya gula pasir, manfaat gula aren lain dapat menawarkan beberapa mineral penting yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh.

Salah satunya adalah zat besi yang sangat dibutuhkan pengidap anemia atau bahkan ibu hamil, yang sangat mereka perlukan untuk meningkatkan kadar hemoglobin dalam darah.

Magnesium yang berperan dalam mengatur rangsangan sistem saraf pusat dan merilekskan otot.

Tak hanya itu, mengutip Journal of Physics, gula aren juga memiliki kandungan antioksidan yang mampu membantu sel-sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas.

Oleh karena itu, Moms mungkin bisa menambahkannya gula aren sebagai pemanis alami untuk minuman seperti teh atau kopi.

3. Baik untuk Sistem Pencernaan

Di dalam gula aren juga terkandung niacin yang akan membantu sistem pencernaan dan berperan penting untuk mengubah makanan menjadi energi.

Manfaat gula aren ini akan berdampak positif bagi tubuh agar terhindar dari gangguan pencernaan.

Bahkan di beberapa daerah di India, penduduknya memiliki kebiasaan mengonsumsi gula aren usai makan besar. Mereka yakin bahwa kebiasaan makan gula aren baik untuk pencernaan makanan.

Baca Juga: Lezat dan Manis, Ini 7 Manfaat Susu Kurma untuk Kesehatan

4. Manfaat Gula Aren untuk Ibu Menyusui: Menambah Energi

Kandungan kalori dari gula aren juga lebih rendah dan lebih bermanfaat dibandingkan kalori gula pasir atau gula putih yang dikenal dengan 'kalori kosong'.

Meski jumlahnya tidak banyak, akan tetapi kalori dalam gula aren cukup bisa diandalkan sebagai alternatif penambah energi di kala badan terasa lelah, terutama untuk ibu hamil yang harus mendapatkan asupan energi lebih banyak.

Selain itu, untuk Moms yang berencana melakukan perjalanan panjang, tak ada salahnya untuk membekali diri dengan gula aren.

Tak hanya menambah energi, manfaat gula aren juga bisa menjadi campuran minuman atau makanan sehingga membuat Moms merasa lebih segar.

5. Meredakan Sembelit

Apakah Moms kerap mengalami sembelit? Mungkin Moms bisa mengatasinya dengan mengonsumsi gula aren. Karena kandungan serat inulinnya, manfaat gula aren dapat membantu mengobati sembelit dan gangguan pencernaan lainnya.

Serat ini akan bekerja dengan cara membersihkan sistem pencernaan dari partikel-partikel dan kemudian akan merangsang pergerakan usus.

Namun, sayangnya khasiat gula aren untuk mengatasi sembelit masih kalah jauh dengan buah atau sayuran segar. Moms tetap harus mengonsumsi sayur dan buah, ya.

6. Meredakan Batuk dan Asma

Tahukah Moms bahwa ternyata manfaat gula aren sudah sejak lama digunakan sebagai obat dari beberapa penyakit umum, salah satunya seperti batuk.

Gula aren memiliki khasiat untuk mengobati batuk kering juga batuk berdahak, ini karena mereka bisa membersihkan saluran pernapasan dan mengencerkan lendir.

Tak hanya itu, manfaat gula aren juga memiliki sifat anti alergi yang berguna bagi pengidap batuk atau asma supaya tidak mudah kambuh. Para pengidap asma pun disarankan untuk mengganti gula dengan pemanis yang satu ini.

Baca Juga: 5 Efek Samping Kayu Manis Bila Dikonsumsi Berlebihan

Konsumsi Gula Aren untuk Pengidap Diabetes

Lantas, Amakankah Pengidap Diabetes Mengonsumsi Gula Aren

Foto: thespruceeats.com

Selain kandungan gulanya, faktor lain yang dapat memengaruhi pilihan gula seseorang adalah indeks glikemik yang dikandungnya. Menurut American Diabetes Association, skor GI adalah:

  • Rendah jika 55 atau di bawah
  • Sedang jika 56-69
  • Tinggi jika 70 atau lebih

Beberapa orang percaya bahwa manfaat gula aren memiliki skor GI yang lebih rendah, sehingga lebih menyehatkan.

Mengonsumsi makanan dengan skor GI rendah tidak akan menaikkan kadar gula darah sebanyak mengkonsumsi makanan dengan skor GI tinggi.

Alasannya termasuk fakta bahwa:

  • Mereka memiliki kandungan gula yang rendah
  • Gula atau karbohidrat yang dikandungnya membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna
  • Makanan tersebut mengandung nutrisi lain, seperti serat, yang dapat memperlambat penyerapan gula

Menurut data dari University of Sydney di Australia, berikut beberapa contoh skor GI untuk gula dan pemanis:

  • Gula aren memiliki indeks glikemik 54, Madu memiliki indeks glikemik 35-87, bergantung pada jenisnya.
  • Gula tebu memiliki indeks glikemik 50.
  • Gula putih memiliki indeks glikemik 58-84, tergantung pada jenisnya.
  • Glukosa memiliki indeks glikemik 96–114, tergantung pada jenisnya.

Secara keseluruhan, manfaat gula aren memiliki skor GI yang relatif rendah dibandingkan dengan pemanis lainnya.

Namun, meski skor GI suatu makanan dapat membantu seseorang memilih di antara berbagai pilihan, memiliki skor yang relatif rendah tidak otomatis membuat makanan tertentu menyehatkan bagi pengidap diabetes.

Joslin Diabetes Center mengingatkan masyarakat bahwa banyak faktor yang mempengaruhi pengolahan gula dalam tubuh. Ini termasuk:

  • Faktor individu, seperti usia dan tingkat aktivitas fisik.
  • Serat dan kandungan makanan lainnya.
  • Persiapan dan pemrosesan makanan.
  • Makanan lain yang dikonsumsi seseorang pada saat bersamaan.
  • Laju pencernaan.

Pilihan terbaik adalah mengonsumsi gula aren seperti pemanis lainnya, termasuk gula putih. Penting juga untuk memeriksa label nutrisi saat membeli atau memilih makanan.

Terkadang, gula aren kemasan yang dijual di supermarket juga mengandung bahan lain, termasuk gula tebu, yang mana ini malah meningkatkan skor GI-nya.

Baca Juga: Tak Cuma Makanan Manis, Ini 6 Makanan yang Buruk untuk Kesehatan Gigi

Potensi Risiko Gula Aren

Potensi Risiko Gula Aren

Foto: freepik.com

Moms sudah mengetahui ragam manfaat gula aren. Tetapi, gula aren juga memiliki risiko jika dikonsumsi secara berlebihan lho, Moms.

Meskipun penelitian menunjukkan bahwa gula aren dapat menjadi alternatif yang lebih sehat untuk pemanis seperti gula putih, gula merah, atau madu, namun tetap harus dikonsumsi dalam jumlah sedang.

Asupan gula yang berlebihan dapat menyebabkan banyak masalah kesehatan, termasuk:

1. Masalah Jantung

Studi telah menemukan hubungan yang kuat antara diet tinggi gula dan peningkatan risiko kematian akibat penyakit jantung.

2. Penambahan Berat Badan

Penelitian menegaskan bahwa terlalu banyak gula dapat menyebabkan penambahan berat badan yang tidak diinginkan dan dapat membuat Moms berisiko lebih besar mengalami obesitas.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa gula dapat menyebabkan Moms makan berlebihan. Orang yang kelebihan berat badan dan obesitas berisiko lebih tinggi terkena berbagai jenis penyakit kronis, termasuk diabetes.

3. Kerusakan Gigi

Gula adalah salah satu penyebab utama kerusakan gigi. Ia memberi makan bakteri pembentuk plak dan meningkatkan tingkat keasaman di mulut, yang keduanya berkontribusi dalam merusak enamel gigi dan menyebabkan gigi berlubang.

Bakteri ini juga dapat menyebabkan infeksi gusi seperti radang gusi, yang dapat menyebabkan gigi tanggal jika tidak ditangani dengan baik.

Itulah risiko dan manfaat gula aren untuk kesehatan yang wajib diketahui.

Jadi, meskipun sedikit lebih sehat, bukan berarti Moms bisa menggunakan gula aren sesuka hati ya. Alangkah lebih baik Moms memilih sumber pemanis yang lebih sehat, seperti stevia atau menggunakan gula sedikit saja.

Artikel Terkait