09 Desember 2022

15 Manfaat Rukiah, Mengeluarkan Energi Negatif hingga Mengobati Orang yang Terkena Ilmu Hitam

Umumnya rukiah dilakukan untuk mengobati orang yang kerasukan atau terkena gangguan jin

Manfaat rukiah telah dirasakan oleh banyak orang, bahkan hingga dijadikan sebagai terapi kesehatan tradisional.

Dalam Islam, ada beberapa aturan tertentu yang harus dijalankan saat rukiah agar tetap berada dalam koridor syariat.

Meski rukiah mungkin merupakan kata yang asing bagi sebagian orang, terapi rukiah berhubungan dengan suatu tindakan dalam agama Islam.

Baca Juga: Perlu Dicoba! Ini 4 Manfaat Istirahat dari Media Sosial

Mengenal Rukiah dalam Islam

Rukiah
Foto: Rukiah (Nu.or.id)

Kata rukiah sendiri berasal dari Bahasa Arab. Namun secara istilah, rukiah disebut sebagai "Al-‘Udzah" yang berarti perlindungan.

Selama ini, manfaat rukiah dirasakan dalam menyembuhkan seseorang dari sihir, kerasukan, gangguan jin, gigitan hewan, atau penyakit lainnya secara Islami.

Praktik ini sebenarnya sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW.

Dalam sebuah hadis, Aisyah RA berkata:

“Ketika Rasulullah masuk rumahnya, saat itu dia sedang mengobati atau merukiah seorang perempuan. Maka beliau memerintahkan; Obatilah ia dengan Alquran,” (HR Ibnu Hibban).

Keterangan tentang rukiah juga didapat dari Auf bin Malik al-Asyja’iy yang berkata:

“Kami pada zaman jahiliyyah pernah melakukan rukiah, apa pendapat Anda wahai Rasulullah?

Beliau bersabda: 'Perdengar­kanlah rukiah kalian kepadaku, rukiah itu tidak apa-apa selama tidak bermuatan syirik',” (HR Muslim).

Ada juga penekanan lain tentang tidak boleh masuknya syirik di dalam praktik rukiah, yakni:

“Bacakan rukiah-rukiah kalian kepadaku, tidak apa-apa dengan rukiah yang tidak mengandung kesyirikan di dalamnya,” (HR. Muslim).

Biasanya, rukiah dilakukan olah ahli agama seperti ustaz atau kiai dengan membacakan doa-doa yang bersumber dari Alquran.

Kemudian meniupkannya di tangan lalu mengusapkannya ke seluruh tubuh orang yang hendak dirukiah.

Praktik rukiah yang benar tentunya harus sesuai syariat agama. Tidak boleh menggunakan bacaan-bacaan yang tidak ada dalilnya.

Terlebih lagi jika disertai mantra-mantra ataupun pemakaian jimat karena itu justru menjadi syirik dan hukumnya haram.

Baca Juga: Apakah Boleh Membaca Alquran saat Haid? Ini Penjelasan Menurut Alquran, Hadis, dan para Ulama

Hukum Rukiah dalam Islam

Rukiah
Foto: Rukiah (Nytimes.com/Antonio Zambardino)

Secara umum, hukum rukiah dalam Islam bergantung pada jenis rukiah yang dilakukan, seperti:

1. Rukiah Syirkiyah Hukumnya Haram

Sesuai dengan namanya, rukiah syirkiyah adalah metode pengusiran jin dari tubuh manusia atau penyembuhan penyakit.

Metode penyembuhan tersebut antara lain membaca jampi-jampi, mantra, atau membaca doa yang tidak ada dalilnya disertai penggunaan jimat.

Jimat ini ada beragam, seperti keris, bawang putih, atau bunga-bunga maka hukumnya haram.

2. Rukiah Syar'iyyah Hukumnya Diperbolehkan

Karena menggunakan ayat-ayat Alquran, zikir atau doa-doa perlindungan yang memiliki dalil jelas sesuai syariat agama.

Namun yang ditekankan adalah tetap harus percaya bahwa kesembuhan hanya berasal dari Allah SWT, bukan pada ayat tertentu.

Baca Juga: 5+ Doa Meminta Kesembuhan, Insya Allah Diijabah Allah SWT!

Manfaat Rukiah Menurut Islam

Pria Dirukiah
Foto: Pria Dirukiah (Dailymail.co.uk/BBC)

Berikut beberapa manfaat rukiah syariyyah dalam Islam, seperti:

1. Memberikan Kebaikan untuk Orang Lain

Manfaat rukiah dapat memberi kebaikan untuk orang lain.

Meski tidak diwajibkan, tapi bila seseorang mampu melakukanya dengan cara yang benar sesuai syariat agama, berarti dia telah berbuat kebaikan karena telah menolong orang yang kesusahan.

Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa di antara kalian mampu memberi manfaat kepada saudaranya, maka berilah padanya manfaat,” (HR. Muslim, Ahmad dan Ibnu Majah).

2. Sebagai Bentuk Keimanan

Rukiah yang dilakukan dengan cara benar, yakni menjadikan bacaan alquran sebagai cara untuk mengusir penyakit berarti menunjukkan bahwa dirinya percaya kepada Sang Pencipta.

Allah SWT berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

"Wa nunazzilu minal-qur`āni mā huwa syifā`uw wa raḥmatul lil-mu`minīna wa lā yazīduẓ-ẓālimīna illā khasārā."

Artinya: “Dan Kami turunkan dari Alquran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian," (QS Al-Isra’: 82).

3. Membentengi diri

Terdapat banyak doa yang dibacakan saat proses rukiah, di antaranya surat Yasin dan ayat kursi.

Keduanya dapat memberikan perlindungan pada diri agar dijauhkan dari hal-hal yang jahat.

Dari Ibnu Mas’ud, Rasulullah SAW bersabda:

“Barangsiapa membaca sepuluh ayat dari empat ayat pertama dari surat al Baqarah dan ayat kursi, kemudian membaca dua ayat sesudahnya dan akhirnya, maka rumah itu tidak dimasuki setan hingga pagi hari,” (HR Thabrani).

4. Berlindung dari Kejahatan

Imam Ibnu Qayyim berpendapat bahwa manfaat rukiah dapat dijadikan obat yang sangat ampuh untuk melindungi dari hal-hal buruk seperti gangguan syaitan, apabila dilakukan secara syar’iyyah.

Ini bisa membantu membersihkan jiwa, bahkan menyembuhkan penyakit di tubuh.

5. Menjaga Diri dari Gangguan

Manfaat rukiah dapat menjaga diri kita dari segala gangguan.

Beberapa doa yang dianjurkan dibaca saat rukiah adalah surat Al Ikhlas, An Naas dan Al Falaq. Dari Abdullah bin Khubaib bahwasahnya Rasulullah SAW bersabda:

“Ucapkanlah!” Mereka (para shahabat) berkata, “Wahai Rasulullah, apa yang mesti kami ucapkan ?”

Nabi bersabda, “Qul huwallaahu ahad (Surat al Ikhlas), surat An Naas, dan al Falaq sebanyak tiga kali di kala pagi dan malam hari, itu cukup bagimu sebagai pelindung dari segala sesuatu,” (HR Tirmidzi).

6. Menyembuhkan Penyakit

Manfaat rukiah juga bisa sebagai penyembuhan penyakit.

Dalam tafsir Imam Al-Qurthubi, disebutkan bahwa kata syifâ memiliki arti obat untuk penyakit medis dengan menggunakan metode rukiah.

Al-Qurthubi mendasari penjelasannya dengan hadis berikut:

حَدَّثَنَا أَبُو سَعِيدٍ الْخُدْرِيُّ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَعَثَ سَرِيَّةً عَلَيْهَا أَبُو سَعِيدٍ فَمَرَّ بِقَرْيَةٍ فَإِذَا مَلِكُ الْقَرْيَةِ لَدِيغٌ , فَسَأَلْنَاهُمْ طَعَامًا فَلَمْ يُطْعِمُونَا وَلَمْ يُنْزِلُونَا , فَمَرَّ بِنَا رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْقَرْيَةِ , فَقَالَ: يَا مَعْشَرَ الْعَرَبِ هَلْ مِنْكُمْ أَحَدٌ يُحْسِنُ أَنْ يَرْقِيَ؟ إِنَّ الْمَلِكَ يَمُوتُ , قَالَ أَبُو سَعِيدٍ: فَأَتَيْتُهُ فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ فَاتِحَةَ الْكِتَابِ فَأَفَاقَ وَبَرَأَ , فَبَعَثَ إِلَيْنَا بِالنُّزُلِ وَبَعَثَ إِلَيْنَا بِالشَّاءِ , فَأَكَلْنَا الطَّعَامَ أَنَا وَأَصْحَابِي وَأَبَوْا أَنْ يَأْكُلُوا مِنَ الْغَنَمِ حَتَّى أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرْتُهُ الْخَبَرَ , فَقَالَ: «وَمَا يُدْرِيكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ؟» قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللَّهِ شَيْءٌ أُلْقِيَ فِي رَوْعِي , قَالَ: فَكُلُوا وَأَطْعِمُونَا مِنَ الْغَنَمِ

Artinya: “Abu Sa’id al-Khudri ra telah menceritakan kami bahwa Rasulullah SAW pernah mengutus sekelompok pasukan dan Abu Sa’id berada bersama mereka.

Pasukan itu kemudian melewati sebuah perkampungan. Ketika itu pemimpin kampung itu digigit hewan melata.

Kami lalu meminta makanan kepada mereka, namun mereka enggan memberinya dan tidak menyuruh kami singgah. 

Tak lama kemudian salah seorang penduduk kampung tersebut melewati kami dan berkata,

'Wahai sekalian orang Arab, apakah di antara kalian ada yang pandai meruqyah? karena pemimpin kami hampir mati.'

Abu Sa’id berkata, 'Aku lalu mendatanginya dan membacakan surah Al Fatihah kepadanya. Akhirnya, ia siuman dan sembuh.'

Ia lalu memberi kami persinggahan dan beberapa ekor domba. Setelah itu kami menyantap makanannya, namun mereka enggan memakan domba tersebut.

Ketika kami sampai kepada Rasulullah SAW, aku menceritakan hal tersebut kepadanya.

Mendengar itu, beliau berkata, 'Apa yang membuatmu tahu bahwa ia adalah rukiah?'

Aku berkata, 'Wahai Rasulullah, ada sesuatu (ilham) yang dibesitkan di hatiku.'

Beliau bersabda, 'Kalau begitu makanlah dan berilah kami makan dari domba tersebut',” (HR. Ad-Daraquthni no. 3018), (Al-Qurthubi, Al-Jami’ li Ahkamil Qur’an, tanpa tahun: juz x, halaman 315).

7. Sebagai Bentuk Upaya Mengingat Allah SWT

Membaca ayat-ayat suci dari Alquran senantiasa akan mengingatkan kita atas kebesaran Allah SWT.

Manfaat rukiah ini pun telah dijelaskan dalam Alquran:

“Ingatlah kamu kepada-Ku, niscaya Aku ingat (pula) kepadamu,” (QS Al-Baqarah: 152).

Baca Juga: 7 Jenis Tawasul untuk Mendekatkan Diri pada Allah SWT

Manfaat Rukiah untuk Kesehatan Mental

Alquran
Foto: Alquran (Freepik.com/freepik)

Tentunya, terapi rukiah yang paling utama dan sesuai dengan syariat adalah menggunakan doa dan bacaan yang bersumber dari Alquran.

Ternyata, ada juga manfaat rukiah secara khusus yang berkaitan dengan permasalahan mental, misalnya:

8. Meningkatkan Kebahagiaan

Dilansir Jurnal Intervensi Psikologi UII, terdapat efektivitas terapi rukiah Syar’iyyah sebagai terapi untuk meningkatkan kebahagiaan perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat kebahagiaan yang signifikan sebelum dan sesudah diberikan terapi rukiah Syar’iyyah pada perempuan korban kekerasan.

9. Menstimulasi Otak

Dengan terapi rukiah, seseorang akan mendapat stimulasi berupa makna-makna positif dari bacaan Alquran sehingga otak juga akan memberi respons positif dan bersifat seperti detoks.

Ini akan membuang segala penyakit, baik yang berhubungan dengan mental atau hati, dan penyakit fisik.

10. Memengaruhi dan Memperbaiki Sel Saraf

Dengan saraf yang sehat, otak akan mampu untuk berfikir positif dengan lebih baik sehingga dapat memandang segala sesuatu dari sisi positif.

Ini juga dapat mencegah dan menyembuhkan segala penyakit mental atau penyakit psikologis.

11. Mengeluarkan Energi Negatif

Dalam Islam, terdapat beberapa hal yang menyebabkan energi negatif, seperti sifat atau kebiasaan yang buruk, iman yang kurang, kejahatan di masa lalu, atau gangguan dari makhluk gaib.

Ini dapat dikeluarkan dengan terapi rukiah, sehingga ketenangan mental dapat dirasakan dan tubuh memiliki energi yang positif.

12. Mengeluarkan Jin (Evil Spirit) di Dalam Tubuh

Jika seseorang sering bersikap aneh secara emosi dan tindakan, sering sakit padahal secara kesehatan tidak terlihat adanya penyakit apapun, bisa jadi hal tersebut adalah gangguan dari jin yang jahat.

Terapi rukiah dilakukan dengan mengeluarkan jin jahat tersebut, sehingga dapat bebas dari gangguan jin dan memiliki ketenangan mental.

13. Mengurangi Stres

Manfaat rukiah dianggap bermanfaat dalam meringankan pikiran dan stres.

Membaca doa-doa dari ayat Alquran dan zikir dapat membantu menenangkan mental, termasuk menghilangkan stres dan despresi.

14. Mengendalikan Emosi

Manfaat rukiah bisa dirasakan dalam hal pengendalian emosi.

Ada banyak faktor yang membuat rasa marah seperti tekanan dari orang sekitar, rasa sedih berlebihan, atau karena godaan setan.

Setelah dibacakan doa, biasanya hati orang yang diterapi rukiah akan menjadi lebih tenang dan damai.

15. Menjauhkan dari Gangguan Mental

Ini dapat terjadi karena kurangnya iman, sehingga tidak memiliki patokan jelas dalam segala urusan yang dilakukan, hati menjadi tidak tenang dan mudah merasa kesusahan.

Terapi rukiah akan menghilangkan hal tersebut, sehingga gangguan mental yang dialami sembuh, dan memiliki mental serta kondisi psikologis yang sehat.

Baca Juga: Saraf Terjepit: Definisi, Gejala, Pengobatan

Efek Samping Rukiah

Nyeri
Foto: Nyeri (Freepik.com/buraratn)

Meski memiliki banyak manfaat rukiah yang baik, namun pada beberapa kasus, metode terapi rukiah dapat memicu sejumlah efek samping.

Melansir dari laman Umroh, berikut beberapa efek samping dari melakukan rukiah.

  • Pingsan
  • Menangis
  • Marah-marah
  • Sempoyongan
  • Keluhan lainnya, seperti badan terasa panas dan nyeri pada pinggang

Begitu banyak manfaat rukiah yang dirasakan. Itu semua akan didapatkan dengan tetap menjalankan terapi tersebut sesuai syariat Islam dan tanpa dimasuki syirik dan musyrik.

  • https://dosenpsikologi.com/manfaat-ruqyah-untuk-mental
  • https://journal.uii.ac.id/intervensipsikologi/article/view/14264
  • https://dalamislam.com/info-islami/manfaat-ruqyah-dalam-islam
  • https://tafsirweb.com/
  • https://islam.nu.or.id/ubudiyah/ruqyah-menurut-islam-pengertian-dalil-dan-hukumnya-GY3jZ
  • https://umroh.com/blog/dampak-ruqyah/
  • https://kemenag.go.id/read/keutamaan-membaca-al-qur-an-9n4na

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.