17 Oktober 2018

Meghan Markle Hamil di Usia 37 Tahun, Apa Risikonya?

Hamil di atas 35 tahun juga berisiko terkena diabetes gestasional

Duchess of Sussex Meghan Markle tengah mengandung. Di usianya yang menginjak 37 tahun, kehamilan Meghan bisa dikategorikan sebagai kehamilan berisiko karena terjadi pada usia di atas 35 tahun.

Dikutip dari Mayoclinic.com, saat ini, semakin banyak perempuan yang menunda memiliki momongan. Mereka biasanya baru melahirkan anak pertama mereka ketika sudah memasuki usia 30-an.

Tidak jarang juga yang melahirkan anak pertama mereka di usia mendekati 40 tahun, seperti Meghan. Satu hal yang perlu dipahami, semakin bertambah usia seseorang, semakin tinggi juga risiko kehamilan yang biasa terjadi.

Ada beberapa risiko kehamilan yang bisa terjadi pada ibu yang hamil di atas 35 tahun. Apa saja? Berikut daftarnya!

Kehamilan Kembar

shutterstock 259726010
Foto: shutterstock 259726010

Kemungkinan untuk mendapatkan anak kembar meningkat seiring dengan pertambahan usia yang disebabkan perubahan hormonal.

Perubahan hormonal ini menyebabkan matangnya beberapa sel telur dalam satu waktu.

Diabetes Gestasional

shutterstock 568861492
Foto: shutterstock 568861492

Diabetes yang hanya muncul saat hamil ini umumnya dialami oleh ibu hamil dengan seiring dengan pertambahan usia ibu hamil.

Pengaturan asupan gula yang ketat selama kehamilan menjadi kunci untuk mengatasi diabetes gestasional. Beberapa obat juga mungkin dibutuhkan.

Ketika ibu menderita diabetes gestasional saat hamil, bayi yang dilahirkan berisiko punya ukuran yang lebih besar dari bayi pada umumnya. Hal ini meningkatkan risiko cedera saat proses persalinan.

Diabetes gestasional juga meningkatkan risiko kelahiran prematur, darah tinggi selama kehamilan, dan komplikasi pada bayi setelah lahir.

Baca Juga: Ini 5 Aturan yang Harus Ditaati Meghan Markle Saat Hamil, Salah Satunya Sudah Dilanggar

Tekanan Darah Tinggi

shutterstock 458495191
Foto: shutterstock 458495191

Sebuah penelitian menemukan bahwa tekanan darah tinggi yang terjadi saat hamil lebih banyak dialami oleh perempuan yang lebih tua.

Untuk mengontrol tekanan darah dan memonitor perkembangan janin, Moms harus lebih sering kontrol ke dokter kandungan.

Opsi persalinan sebelum hari perkiraan lahir (HPL) juga bisa jadi harus dilakukan untuk menghindari komplikasi.

Persalinan Cesar

shutterstock 1029492046
Foto: shutterstock 1029492046

Ibu yang lebih tua punya risiko komplikasi yang lebih tinggi saat hamil. Hal ini mungkin akan berujung persalinan cesar.

Salah satu kondisi yang mungkin terjadi adalah plasenta previa di mana plasenta menutup jalan lahir.

Kromosom Abnormal

shutterstock 604522169
Foto: shutterstock 604522169

Bayi yang lahir dari ibu yang lebih tua punya risiko mengalami permasalahan kromosom, salah satunya down syndrom.

Selain itu, bayi juga berisiko lahir prematur seringnya punya masalah komplikasi kesehatan. Kondisi ini harus mendapatkan perhatian khusus.

Baca Juga: 3 Kontroversi Ini Menyelimuti Kabar Kehamilan Meghan Markle

Keguguran atau Kelahiran Mati

shutterstock 626815895
Foto: shutterstock 626815895

Risiko keguguran atau kelahiran mati meningkat seiring dengan bertambahnya usia. Kondisi ini terjadi karena kondisi medis yang sudah ada sebelumnya atau kelainan kromosom pada janin.

Penelitian menemukan bahwa kualitas telur yang semakin menurun ditambah risiko kondisi medis kronis, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes, bisa meningkatkan risiko keguguran.

Itulah beberapa risiko dari kehamilan di atas usia 35 tahun. Agar kehamilan tetap lancar, selalu konsultasikan dengan dokter kandungan ya Moms.

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.