26 Januari 2020

Memprediksi Kesuksesan IVF Dari Rambut

Dibandingkan air liur, darah, dan urin, rupanya prediksi IVF dari rambut dapat memberi hasil lebih baik.

Bagi Moms yang sudah lama mendambakan kehamilan, mungkin in vitro fertilization (IVF) akan menjadi salah satu jalan keluar yang dapat dipilih.

Namun sebelum menjalaninya, tentu Moms akan mencari tahu beragam informasi hingga berapa besar kemungkinan IVF akan sukses dan Moms akhirnya hamil.

Salah satu cara untuk mengetahui tingkat keberhasilan IVF, bisa dilakukan melalui tes prediksi IVF dari rambut.

Prediksi IVF Dari Rambut

1 Prediksi IVF Dari Rambut.jpg
Foto: 1 Prediksi IVF Dari Rambut.jpg

Foto: unsplash.com

Sebuah studi yang dijalankan oleh Nurture Fertility di University of Nottingham dan dipublikasikan dalam jurnal Psychoneuroendocrinology, menemukan bahwa prediksi IVF dari rambut memiliki keuntungan lebih dibandingkan cara prediksi kesuksesan IVF lainnya.

Penelitian ini mengumpulkan sampel hormon kortisol melalui ludah dari 135 wanita, dimana 60%-nya berhasil hamil setelah menjalani prosedur IVF.

Sampel rambut juga diambil dari 88 wanita tersebut. Setelah menganalisis sampel dari ludah maupun rambut, para peneliti menemukan bahwa pengukuran kortisol melalui sampel ludah tidak terkait dengan peluang kehamilan.

Sedangkan 27% varian yang berhasil hamil dapat dikaitkan dengan konsentrasi hormon kortisol pada rambut.

Baca Juga: Ketahui 6 Faktor yang memengaruhi kesuksesan IVF

Keunggulan Rambut

2 Keunggulan Rambut.jpg
Foto: 2 Keunggulan Rambut.jpg

Foto: pixabay.com

Menurut penelitian tersebut, prediksi IVF dari rambut dapat memberi pengukuran fungsi hormon kortisol selama periode tiga sampai enam bulan.

Hal ini berbeda dengan cara pengukuran lain menggunakan air liur, darah dan urin yang hanya memberi pengukuran tingkat hormon dalam periode waktu yang lebih pendek.

“Para peneliti telah tertarik pada peran kortisol yang dapat menentukan peluang reproduksi untuk saat ini, karena kortisol biasanya dikaitkan dengan stres. Ada perdebatan dalam komunitas ilmiah mengenai ada tidaknya pengaruh stres terhadap kesuburan dan kehamilan,” ungkap ketua peneliti dari studi ini, Kavita Vedhara, seperti dikutip dari thehealthsite.com.

Meski penelitian ini tidak secara khusus menghubungkan stres, namun setidaknya dapat memberi bukti bahwa tingkat kortisol jangka panjang terkait dengan berkurangnya peluang kehamilan.

Baca Juga: Mudah dan Murah, Tips Sukses Mewarnai Rambut Sendiri di Rumah

Hubungan Kortisol & Stres

3 Hubungan Kortisol & Stres.jpg
Foto: 3 Hubungan Kortisol & Stres.jpg

Foto: pixabay.com

Keluar dari penelitian tentang prediksi IVF dari rambut, beberapa penelitian telah melihat adanya hubungan yang signifikan antara tingginya tingkat kortisol dengan fertilitas.

“Jika melihat ini pada tingkat evolusi, respon stres diaktifkan saat tubuh berpikir kita sedang berada dalam bahaya. Saat itu terjadi, tubuh akan memprioritaskan proses kelangsungan hidup yang penting dan mematikan hal yang dianggap tidak penting, misalnya reproduksi,” ungkap Dokter sekaligus pengarang buku The Stress Solution, Dr Rangan Chatterjee, seperti dikutip dari getthegloss.com.

Untuk itu, sangat penting untuk mengurangi tingkat stres dan menjaga tubuh dalam kondisi kesehatan yang prima agar peluang kehamilan lebih besar.

Baca Juga: Cek Kepribadian Lewat Belahan Rambut

Kabar baiknya, dengan perubahan gaya hidup, termasuk mengurangi stres, tingkat kortisol dapat berkurang dan mengoptimalkan kemampuan Moms untuk hamil.

Itulah bagaimana prediksi IVF dari rambut dapat membantu Moms meningkatkan peluang kehamilan dan memberi gambaran lebih lengkap mengenai tingkat kesuksesan yang akan dijalani.

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.