19 September 2019

Simak 4 Risiko yang Mungkin Muncul dalam Program Bayi Tabung

Semenjak sukses dilakukan di Indonesia tahun 1988, program bayi tabung kerap jadi pilihan bagi pasangan yang kesulitan memiliki momongan.

Kalau kita mundur ke belakang, dan mencoba meneliti sejarah bayi tabung di Indonesia, kita akan menemukan nama Suradji Sumapraja. Beliau adalah ketua tim dokter yang pertama kali sukses melakukan operasi pemindahan sel telur dari ovarium dan membuahinya dengan sel sperma di luar tubuh ibu.

Ya, kesuksesan Suradji dan tim jelas membawa harapan besar bagi pasangan yang sangat mendambakan momongan. Terutama, bagi pasangan yang memang mengalami kendala untuk menjalankan proses normal.

Proses bayi tabung tidaklah simpel. Ada banyak tahapan yang sangat rumit dalam langkah-langkahnya. Dan, inilah yang membuat bayi tabung membutuhkan biaya besar.

Meski memberi banyak harapan, ada beberapa risiko yang perlu diperhatikan sebelum menjalani program ini. Bisa dialami pasangan, maupun anak yang terlahir melalui program ini.

Apa saja? Mari kita lihat sama-sama!

Baca Juga: Berapa Biaya Program Bayi Tabung?

1. Kehamilan Lebih dari Satu Bayi

c59bb5559d1de8701c3141613b84ea62.jpeg
Foto: c59bb5559d1de8701c3141613b84ea62.jpeg

Foto: Kidspot.com

Moms mungkin pernah mendengar tentang kisah ibu yang melahirkan beberapa bayi sekaligus dalam waktu bersamaan. Dan menurut pengakuannya, ia menjalani program bayi tabung sebelum mendapatkan anugerah luar biasa itu.

Kabar ini sangat menyenangkan. Akan tetapi, kehamilan lebih dari satu bayi juga berbahaya bagi keselamatan ibu dan bayi. Bayi (atau bayi-bayi) dalam kandungan bisa saja lahir prematur, atau meninggal saat dilahirkan.

2. Kehamilan di Luar Kandungan

Kondisi ini bisa terjadi saat embrio terbentuk dan tumbuh di luar lubang rahim. Kasus ini biasanya terjadi pada ibu hamil yang memiliki masalah dengan saluran fallopian-nya.

“Bayi yang tumbuh dan dilahirkan di luar uterus/ rahim dikhawatirkan tak bisa bertahan hidup. Demikian juga ibu hamil yang mengalaminya,” kata Eve Feinberg, M.D., direktur medis Northwestern Medicine Fertility dan Kedokteran Reproduksi Highland Park.

3. Keturunan yang Tidak Subur

cryingbaby-200471089-001.jpg
Foto: cryingbaby-200471089-001.jpg

Foto: wired.com

Bayi laki-laki yang lahir dari program bayi tabung bisa jadi mewarisi masalah ketidaksuburan sperma dari ayahnya. Jadi sebelum menjalani program bayi tabung, berkonsultasilah dengan para ahli. Bagaimana kondisi sperma pasangan?

Jika sperma pasangan tidak normal, maka Moms seharusnya dapat mengantisipasi terulangnya masalah infertilitas pada putra Anda sedini mungkin.

Baca juga: Kenapa Harus ke Psikolog Saat Program Bayi Tabung?

4. Disabilitas Pada Anak

Bayi yang terlahir dari program bayi tabung ICSI (Intra-cytoplasmic sperm injection) berisiko mengalami disabilitas atau gangguan fisik maupun intelektual. Karena dalam salah satu teknik ICSI, sel sperma disuntikkan ke sel telur. Akibatnya, sel sperma dapat mengalami kerusakan dan bayi yang dihasilkan pun menjadi tidak sempurna.

“Kasus disabilitas pada anak yang dilahirkan dengan program bayi tabung memang sedikit sekali jumlahnya. Namun, risikonya tetap saja ada,” kata Dr Feinberg.

Setelah mengetahui risiko yang mungkin timbul, ada baiknya Moms dan Dadsberkonsultasi dulu dengan ahlinya sebelum memutuskan untuk menempuh terapi kesuburan dengan metode apapun.

(RYO/DIN)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.