Parenting

PARENTING
22 Desember 2019

Menanamkan Jiwa Sosial pada Anak Sejak Dini

Mulailah dari hal-hal kecil dan mudah untuk dilakukan.
placeholder

Foto: shutterstock

placeholder
Artikel ditulis oleh Orami
Disunting oleh Prita Apresianti

Tidak perlu menunggu lama hingga Si Kecil beranjak besar, dari usia balita pun ia sudah bisa diajak untuk peduli pada keadaan lingkungan sekitarnya. Menanamkan jiwa sosial harus diperkenalkan segera, seiring bertambahnya usia Si Kecil. Dan nantinya diharapkan hingga ia dewasa, rasa peduli, empati, hingga sayang pada sesamanya akan terus dimilikinya.

Perintah untuk berperilaku baik pada sesama tanpa melihat batas-batas perbedaan, secara jelas dituangkan dalam QS. Al Baqarah: 83.

"Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling."

Untuk mengasah jiwa sosial Si Kecil sejak dini, Moms dapat melakukan berbagai cara berikut ini:

Biasakan untuk Berbagi

Menanamkan Jiwa Sosial Anak 2.png

Foto : Shutterstock

Apakah Si Kecil sudah bersekolah? Di sekolah ia akan meluangkan banyak waktu bersama teman-teman sepantarannya. Bekal bersosialisasi dapat mulai Moms kenalkan sebelum Si Kecil menginjakkan kaki pertama kali di sekolahnya.

Sebelum bersekolah, ada baiknya Si Kecil dibiasakan untuk berbagi dalam lingkungan keluarga terlebih dahulu. Dengan melatih rasa berbagi, Si Kecil lama kelamaan tidak menjadikan dirinya lagi sebagai pusat dari kehidupan orang-orang disekitarnya.

Ketika masuk usia sekolah dan bergaul dengan teman-temannya, ia akan menyadari setiap orang memiliki keinginan masing-masing sehingga penting baginya untuk memiliki rasa tenggang rasa.

Penting juga bagi Si Kecil untuk diajarkan makna kata terima kasih, tolong, dan maaf. Tiga kata tersebut sangat berarti dalam kehidupannya ketika berhubungan dengan orang lain.

Bersosialisasi dengan Tetangga

Tidak salah jika ada yang mengatakan tetangga adalah saudara terdekat kita. Menjalin hubungan baik dengan tetangga ternyata juga sudah tertulis dalam Al Quran Surat An-Nissa: 36

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apapun. Dan berbuat baiklah kepada dua orang ibu bapak, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya-mu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri."

Baik tetangga yang letaknya dekat maupun jauh sudah sepantasnya kita untuk berbuat baik dan tidak menyusahkan mereka.

Sebelum bersosialisasi dengan teman-teman sekolahnya, tetanggalah yang menjadi tempatnya bersosialisasi pertama kali diluar lingkungan keluarga. Beri anak dorongan untuk bermain bersama tetangga yang sepantaran atau usianya tidak terlalu jauh untuk bermain bersama. Rasa empati dan peduli pada sesama bisa diasah saat ia bermain dengan tetangga.

Moms juga dapat memberikan contoh yang baik padanya, misalnya dengan memberi buah tangan untuk tetangga di sekitar rumah.

Memperlakukan asisten rumah tangga, security komplek rumah, hingba penjual sayur pun dapat Moms perlihatkan padanya sehingga Si Kecil paham mengenai konsep hidup sosial bermasyarakat dan dapat berlaku baik pada sesame tanpa mengenal status sosial dan perbedaan lainnya.

Ajak untuk Menabung dan Memberi Infaq atau Sedekah

Bila selama ini Si Kecil diberi uang untuk jajan atau membeli benda yang ia suka, seperti mainan, kini saatnya mengenalkan konsep sedekah dan infaq.

Diantara harta yang dimilikinya, ia bisa menyisihkan untuk ditabung untuk kemudian diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

Menurut Ustadz Herman Budianto, Allah memberi kesempatan kebaikan kepada kita semua dengan diajak untuk melihat masyarakat sekitar. Apakah disekeliling Moms dan Si Kecil masyarakatnya sudah sejahtera atau masih adakah yang hidup tidak berkecukupan?

“Allah memberi janji-janji yang luar biasa kepada manusia, yaitu berupa pahala kebaikan dan pahala surga bagi orang yang cerdas secara sosial. Tidak hanya mengurus diri sendiri tapi juga membantu orang-orang di sekitarnya,” tambah Ustadz Herman Budianto.

Merayakan Hari Lahir di Panti Asuhan

Menanamkan jiwa sosial apd anak 3.png

Foto : Shutterstock

Jika Si Kecil sebentar lagi berulang tahun, tidak ada salahnya membuat rencana di luar kebiasaan pada umumnya.

Sudah lumrah ulang tahun anak dirayakan di sekolah, restoran cepat saji atau playground dengan mengundang teman-temannya. Kali ini cobalah latih jiwa sosialnya dengan merayakan hari lahir, misalnya di panti asuhan atau rumah sakit khusus anak-anak.

Di acara tersebut Si Kecil diajarkan untuk berbagi kebahagiaan dengan teman-temannya yang memiliki kondisi dan situasi yang kurang menguntungkan.

Tidak ada salahnya untuk melatih jiwa sosial anak sejak ia masih kecil, ya, Moms. Nantinya Si Kecil akan memiliki kepekaan yang luar biasa dan tidak segan untuk membantu sesamanya yang membutuhkan. Moms punya cara lain untuk membangun jiwa sosial anak sejak dini?

(DI)

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait