Pernikahan & Seks

PERNIKAHAN & SEKS
16 Maret 2019

6 Alasan Mengapa Orang Bertahan Dalam Toxic Relationship

Apakah Moms atau orang terdekat sedang terjebak di dalam toxic relationship?
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Intan Aprilia
Disunting oleh Intan Aprilia

Tidak semua hubungan sehat. Normalnya, orang mengharapkan hubungan yang sehat dan bahagia.

Namun apa daya, sebagian orang terperangkap dalam hubungan buruk atau sering disebut sebagai toxic relationship.

Mungkin Moms bertanya-tanya, mengapa ada orang yang mau bertahan dalam hubungan yang tidak memuaskan mereka bahkan cenderung membawa pengaruh buruk?

Berikut ini penjelasan Madeleine A. Fugère, Ph.D., Guru Besar Psikologi Sosial di Eastern Connecticut State University tentang alasan orang bertahan dalam toxic relationship.

Baca Juga: Hati-hati Jadi Bertengkar! Ini 3 Kesalahan Saat Diskusi dengan Suami

1. Manusia Bisa Puas Dengan Hubungan yang Tidak Memuaskan

5a982955aae6051a018b4687 750 563

Puas terhadap hubungan yang tidak memuaskan biasanya terjadi pada orang-orang dengan kepercayaan diri yang rendah.

Mereka menganggap diri mereka tidak menarik dan tidak memiliki banyak perbandingan seperti apa hubungan yang baik.

Orang yang tidak memiliki perbandingan tidak akan muluk-muluk berharap dari sebuah hubungan alias memiliki ekspektasi yang rendah terhadap hubungan.

2. Tidak Fokus Pada Kekurangan

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 2009 memaparkan, ornag -orang yang melihat kebaikan pasangannya memiliki kepuasan terhadap hubungannya.

Namun, bagaimana mereka bisa melihat kebaikan pasangan di tengah hubungan yang tidak menggairahkan?

Mudah saja, mereka menolak untuk melihat segala kekurangan pasangan dan hanya fokus pada kelebihan.

Baca Juga: Pernikahan Tidak Bahagia? Ini 7 Cara Menghadapinya!

3. Punya Alternatif Lain

common couple fights that are completely normal

Seseorang dalam toxic relationship bisa mencari alternatif ataupun pelarian.

Pelarian tersebut bentuknya bisa macam-macam, misalnya menghabiskan waktu untuk menyendiri ataupun menjalani hubungan yang lain.

Namun, jika alternatif tersebut tidak memuaskan, maka orang akan tetap bertahan dengan hubungannya.

Sebaliknya jika pelariannya jauh lebih menyenangkan, orang akan meninggalkan hubungan buruknya karena merasa ada kehidupan yang lebih baik.

4. Manipulasi

Jika pasangan menyadari kita ingin meninggalkan hubungan tersebut, bisa saja pasangan menggunakan metode lain ataupun manipulasi untuk membuat kita tetap bertahan.

Misalnya merajuk bahkan mengancam bunuh diri ataupun mengancam akan menghancurkan masa depan kita.

Baca Juga: Nyaman Atau Bosan dalam Pernikahan? Kenali Perbedaannya

5. Investasi

arhs ston tauro 761204311 2

Faktor tersering seorang bertahan dalam hubungan yang buruk adalah karena ia membagi investasi dengan pasangannya.

Tidak hanya soal materi seperti rumah dan aset lainya, anak juga membuat seseorang tetap berada dalam hubungan tersebut.

Seseorang juga bisa saja bertahan karena terlanjur menginvestasikan waktu, tenaga, dan semua sumber daya yang ia miliki untuk membangun hubungan tersebut.

6. Cinta

Secara psikologis, perasaan, pikiran, dan perbuatan memang bisa saja tak sejalan. Dalam kasus ini, seseorang bisa saja berpikiran negatif dan menganggap pasangan tidak baik untuk hidupnya, rapi perasaannya menolak itu.

Orang itu tetap mencintai pasangannya meskipun secara sadar tahu dirinya berada dalam hubungan yang buruk.

Seharusnya, pertimbangan dengan logika harus lebih didahulukan untuk mengambil keputusan. Jangan sampai bertahan dalam hubungan yang akan membuat menderita seumur hidup.

Jika ada orang terdekat yang mengalaminya, tugas kitalah untuk membantunya berpikir dengan jernih dan mengambil keputusan yang tepat atas hubungannya.

(MM)

Artikel Terkait