Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mengapa Tebal Tipis Dinding Rahim Setiap Perempuan Berbeda?

Bagikan


Mengapa Tebal Tipis Dinding Rahim Setiap Perempuan Berbeda?

Sebagai perempuan, apakah Moms memahami betul organ reproduksi? Mungkin dinding rahim dan segala masalahnya tidak akan terlintas dalam pikiran.

Namun, jika Moms dan suami termasuk pasangan yang sedang menjalani program hamil, semua bagian reproduksi, termasuk dinding rahim, menjadi hal yang penting untuk dipelajari. 

Ya, dinding rahim yang tebal dan sehat sangat penting untuk Moms yang ingin hamil.

Dinding rahim atau disebut juga endometrium ini merupakan bagian rahim yang berkaitan dengan siklus menstruasi dan keberhasilan hamil.

Sel telur yang sudah dibuahi membutuhkan dinding rahim dengan ketebalan tertentu untuk dapat menempel dan mulai tumbuh.

Dengan kata lain, dinding rahim yang tipis dapat menurunkan kemungkinan untuk hamil.

Tapi, jangan langsung khawatir ya, Moms. Tebal tipisnya dinding rahim ini, selain berbeda pada tiap wanita, berubah-ubah tiap waktunya.

Dinding rahim biasanya akan menebal mengikuti perubahan kadar hormon dalam tubuh. 

Baca Juga : Rahim Tipis dalam Istilah Medis dan Pengaruhnya pada Pembuahan

Penyebab Dinding Rahim Tipis

Tiap wanita memiliki rahim yang berbeda-beda, termasuk dinding rahimnnya.

Selain dari segi anatomi tubuh, ada beberapa hal yang membuat dinding rahim tipis, antara lain adalah:

1. Kurangnya Hormon Estrogen

Hormon estrogen adalah hormon yang membantu dinding rahim menebal. Jika kadar estrogen tidak mencukupi, maka dinding rahim akan tetap tipis. Ketebalan yang dibutuhkan agar sel telur dapat menempel adalah sekitar 8 mm.

Kurangnya estrogen cukup normal dialami oleh wanita berusia 40 tahun atau lebih, tapi jarang dialami wanita usia produktif atau 20-30 tahun.

Jika Moms sulit hamil atau sulit mempertahankan kehamilan, tidak ada salahnya memeriksa level hormon dan ketebalan rahim.

Dokter dapat membantu lewat pemberian estrogen. Jika pengobatan tersebut tidak berhasil, ada kemungkinan jaringan dinding rahim rusak.

Baca Juga : Mengenal Jasa 'Surrogate Mother', Ibu Pengganti untuk Mengandung Janin dalam Rahim

2. Aliran Darah Tidak Cukup

Ada banyak alasan kenapa aliran darah menuju daerah rahim tidak mencukupi. Jika hal ini terjadi, dinding rahim tidak dapat menebalkan tiap bulannya. Dokter dapat memeriksa aliran darah ini lewat ultrasound.

Beberapa penyebab aliran darah tidak lancar adalah, kurang olahraga, posisi rahim yang tidak normal, fibroid rahim, dan beberapa kondisi rahim lainnya.

3. Jaringan Dinding Rahim yang Tidak Sehat

Bekas luka dari infeksi, operasi, atau penyakit tertentu dapat merusak dinding rahim. Hal ini bisa jadi memengaruhi aliran darah ke dinding rahim atau merusak fungsinya.

Baca Juga : Mengenal Kuret pada Dinding Rahim, Amankah Dilakukan?

Tips untuk Menebalkan Dinding Rahim

Dokter biasanya memberikan estrogen pada pasangan yang menjalani proses inseminasi buatan dan bayi tabung.

Jika dinding belum cukup tebal, prosedur implantasi bisa ditunda lho, Moms.

Nah, untuk Moms yang masih menjalani program hamil, tidak ada salahnya mencoba beberapa tips berikut agar dinding rahim dapat menebal secara alami:

  • Berolahraga

Apapun penyebab dinding rahim tipis, tidak ada yang salah dengan mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat dengan berolahraga.

Cobalah olahraga ringan seperti jogging dan gerakan senam yang focus pada pinggang.

Dua hal mudah tersebut dapat melancarkan aliran darah ke rahim. Yoga juga bisa menjadi pilihan untuk melancarkan peredaran darah dan relaksasi. 

Baca Juga : Penebalan Dinding Rahim, Wajar Atau Berbahaya?

  • Pola Makan untuk Meningkatkan Fertilitas

Perbanyak mengonsumsi makanan organik dan makanan yang mengandung zat besi tinggi seperti kacang-kacangan, bayam, daging merah, dan lainnya.

Jangan lupa makanan yang membantu tubuh menyerap zat besi tersebut, seperti jeruk, stroberi, brokoli, dan tomat.

Tujuan dari pola makan ini adalah melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan produksi hormon estrogen.

(HIL) 

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.