Program Hamil

PROGRAM HAMIL
28 Januari 2020

Berapa Usia Terbaik Untuk Hamil?

Memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing!
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Gladys
Disunting oleh Ikhda Rizky Nurbayu

Keputusan untuk mulai memikirkan rencana kehamilan bisa muncul di usia berapa pun.

Ada yang masih terbebani dengan masalah finansial hingga belum kuatnya mental untuk menjadi orang tua.

Namun satu hal yang pasti, masalah kesuburan akan berpengaruh seiring bertambahnya usia.

Usia Terbaik untuk Hamil

Untuk itu, mari melihat usia terbaik untuk hamil yang dilihat dari sisi medis dan mempertimbangkan baik serta buruknya hamil dalam beberapa fase usia.

1. Usia 20-an

1 Usia 20-an.jpg

Foto: Pablo Heimplatz – Unsplash.com

Dari sudut pandang fisik dan medis, usia terbaik untuk hamil adalah usia 20-an. Jumlah telur yang Moms miliki sejak lahir pun masih segar dan sehat, sehingga menjadi kandidat yang baik untuk pembuahan.

Risiko komplikasi yang berhubungan kehamilan di usia 20-an pun umumnya rendah. Namun tetap ada beberapa risiko yang mungkin terjadi, seperti preeklampsia atau hipertensi akibat kehamilan.

Preeklampsia sendiri sebenarnya kurang terkait dengan masalah usia dan lebih mungkin terjadi akibat kehamilan pertama, dimana wanita usia 20-an sendiri biasanya merupakan Moms yang baru menjadi orang tua untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Seberapa Besar Peluang Hamil Setelah Usia 35 Tahun?

Risiko yang lebih besar untuk hamil di usia ini juga dipengaruhi dengan kebiasaan buruk dari usia remaja, misalnya merokok hingga gizi buruk. Meski dari sudut pandang medis usia ini adalah waktu terbaik, namun pada sebagian besar wanita di usia ini belum siap secara mental.

“Wanita paling subur di usia 20-an, namun itu mungkin bukan waktu terbaik untuk mencoba hamil jika menyangkut alasan pribadi mereka,” ungkap Asisten Profesor Ginekologi dan Obstetri di Johns Hopkins University School of Medicine, Mindy Christianson, M.D., seperti dikutip dari womenshealthmag.com.

2. Usia 30-an

2 Usia 30-an.jpg

Foto: pixabay.com

Dikutip dari The American College of Obstetricians and Gynecologists, kesuburan wanita dan jumlah telur berkurang seiring bertambahnya usia.

Sisa telur pada wanita pun juga berisiko memiliki kromosom abnormal saat usia semakin bertambah. Usia terbaik untuk hamil di rentang ini juga di bawah 35 tahun. Karena mulai usia 35 tahun, bayi berisiko memiliki masalah kromosom, seperti down syndrome hingga keguguran.

Moms juga berisiko mengalami diabetes kehamilan. Mencoba hamil di usia ini juga mungkin akan membutuhkan waktu yang lebih lama, sekitar tiga sampai enam bulan, meskipun Moms sedang berada kondisi kesehatan yang prima dan tidak memiliki masalah infertilitas (seperti endometriosis dan fibroid).

Meski demikian, biasanya di usia inilah wanita sudah mulai siap secara finansial dan mental untuk berkeluarga dan memiliki keturunan.

Baca Juga: Apa Bedanya Usia Kehamilan dan Usia Janin?

3. Usia 40-an & Lebih

3 Usia 40-an & Lebih.jpg

Foto: Christin Noelle – Unsplash.com

Usia terbaik untuk hamil tentu bukan pada fase ini dan bahkan menjadi fase paling sulit untuk mencapai kehamilan. Di usia ini, Moms telah banyak kehilangan telur berkualitas tinggi, sehingga membuat pembuahan akan lebih sulit.

“Tidak hanya tersisa telur yang akan lama merespon tubuh untuk dilepaskan, namun telur tersebut juga tidak akan berfungsi baik saat pembuahan,” ungkap Dokter kandungan di UMass Memorial Medical Center in Worcester, Robert H. Berry, MD, seperti dikutip dari parents.com.

Hal ini pun lebih meningkatkan risiko kelainan kromosom dan keguguran. Selain itu, siklus menstruasi Moms juga mungkin akan semakin tidak teratur mendekati menopause, sehingga akan berpengaruh pada kesuburan.

Meski ini bukanlah usia terbaik untuk hamil, namun menariknya adalah bahwa dia usia ini Moms memiliki kesempatan lebih besar untuk hamil anak kembar.

Baca Juga: Persiapan Program Hamil, Ini 5 Cara Menjaga Kesuburan di Usia Subur

“Hal ini mungkin terjadi karena pergeseran tingkat hormon menuju menopause yang menstimulasi pelepasan lebih dari satu telur saat pembuahan, layaknya obat kesuburan alami,” ungkap Dr. Robert. Mengingat usia yang semakin menua, kehamilan anak kembar di usia ini pun sebenarnya masuk dalam kategori berisiko tinggi.

Itulah beberapa informasi mengenai usia terbaik untuk hamil serta kelebihan dan kekurangan pada masing-masing fase usia tersebut. Hal ini dapat menjadi pertimbangan bagi Moms untuk merencanakan kehamilan, dengan tetap melihat kesiapan finansial dan mental sebelum menjadi orang tua.

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait