21 Februari 2023

Pentingnya Mengenal Obat Penyubur Kandungan dari Dokter

Clomiphene citrate salah satunya

Moms, pernahkah mendengar obat penyubur kandungan dari dokter?

Sebagian wanita mengalami kesulitan untuk mendapatkan momongan, baik yang telah menikah lama ataupun pasangan baru.

Ini dipengaruhi dari kesuburan wanita dan pria yang dilihat dari sel telur dan sel sperma.

Ketika mereka kesulitan untuk hamil, teknologi yang semakin canggih pada saat ini mengedepankan program hamil dan obat penyubur kandungan dari dokter untuk membantu kehamilan.

Apalagi untuk mereka yang hamil dengan usia di atas 40 tahun ke atas, akan semakin sulit untuk membuahkan sel telur.

Bicara soal obat penyubur kandungan dari dokter, memang obat ini tak semua dapat didapatkan di apotek.

Ia membutuhkan resep dan anjuran pemakaian untuk obat penyubur kandungan dari dokter.

Baca Juga: Euthanasia, Tindakan Medis yang Sengaja Dilakukan untuk Mengakhiri Hidup Seseorang

Obat penyubur kandungan dari dokter berperan untuk mengatur atau merangsang ovulasi.

Obat kesuburan merupakan pengobatan utama bagi wanita yang mengalami kemandulan akibat gangguan ovulasi, menurut Mayo Clinic.

Obat penyubur kandungan dari dokter umumnya bekerja seperti hormon alami, hormon perangsang folikel (FSH) dan hormon luteinizing (LH) untuk memicu ovulasi.

Mereka juga digunakan pada wanita yang berovulasi untuk mencoba merangsang sel telur yang lebih baik.

Obat Penyubur Kandungan dari Dokter

Ilustrasi Obat-obatan
Foto: Ilustrasi Obat-obatan

Tak mudah mendapatkan obat penyubur kandungan dari dokter.

Ia membutuhkan proses yang panjang untuk mengetahui kualitas sel telur dan sel sperma yang membutuhkan obat penyubur kandungan dari dokter.

"Kehamilan adalah proses yang kompleks. Untuk mengetahui pasangan subur atau tidak yaitu dengan melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas sel telur dan sel sperma atau dikenal Age Related Fertility (ARF)," ujar dr. Yassin Yanuar Mohammad, Sp.OG-KFER, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, Konsultan Fertilitas, Endokrinologi, dan Reproduksi RS Pondok Indah.

Berikut ini adalah penjelasan mengenai salah satu obat penyubur kandungan dari dokter yang perlu Moms ketahui, yakni Clomiphene Citrate.

Baca Juga: Mengenal Weton Rabu Pon, Mulai dari Watak, Jodoh, dan Rezeki

Clomiphene Citrate

Ilustrasi Clomiphene Citrate
Foto: Ilustrasi Clomiphene Citrate (Orami Photo Stock)

Seberapa besar tingkat keberhasilan Clomiphene citrate sebagai obat penyubur kandungan dari dokter?

Jika Moms mempertimbangkan obat penyubur kandungan dari dokter ini, mungkin Moms ingin tahu apakah cara ini akan berhasil.

Clomiphene citrate (nama merek: Clomid atau Serophene) adalah obat penyubur kandungan dari dokter yang digunakan secara oral.

Ini dipercaya dapat meningkatkan kesuburan pada wanita dan biayanya yang relatif rendah.

Clomiphene sebagai obat penyubur kandungan dari dokter biasanya digunakan untuk:

  • Mengobati wanita yang memiliki anovulasi (tidak berovulasi) seperti siklus menstruasi yang berhenti atau tidak teratur
  • Mengatasi luteal phase defect dengan meningkatkan sekresi progesteron selama paruh kedua siklus dan membuat siklus menstruasi lebih mudah diprediksi
  • Clomiphene juga dapat digunakan untuk meningkatkan ovulasi pada wanita yang sudah berovulasi (ovulation augmentation)

Baca Juga: Waspada Usus Buntu Pecah, Ini Gejala dan Penyebabnya!

Cara Kerja Clomiphene Citrate

Ilustrasi Obat-obatan
Foto: Ilustrasi Obat-obatan

Tentunya tidak semua wanita mengalami kesulitan hamil dapat mengonsumsi obat penyubur kandungan dari dokter ini.

Clomiphene citrate perlu pengawasan dari dokter untuk membantu ovulasi.

Clomiphene, sebagai obat penyubur kandungan dari dokter, bekerja pada FSH—hormon perangsang folikel—yang menyebabkan tubuh wanita menumbuhkan folikel.

Sehingga, tubuh Moms melepaskan sel telur yang diharapkan akan dibuahi.

Obat penyubur kandungan dari dokter ini bekerja seakan-akan mengelabui tubuh agar percaya bahwa ada sedikit estrogen, ini menurut penjelasan studi dari Medlineplus.

Jika tubuh yakin ada sedikit estrogen, maka akan menghasilkan lebih banyak GnRH.

Hal ini akan menyebabkan hipofisis memompa lebih banyak FSH dan LH yang akhirnya memicu pelepasan telur dari ovarium.

Menurut dr. Yassin Yanuar, Clomiphene biasanya diberikan dalam bentuk pil yang diminum sehari sekali selama 5 hari, dimulai 2-5 hari setelah hari pertama menstruasi.

Dosis awal Clomiphene biasanya adalah 50 mg/hari selama 5 hari, dan dapat ditingkatkan setiap bulan hingga 50 mg sehari.

Biasanya dokter akan melakukan serangkaian tes sebelum memberikan Clomiphene dengan mempertimbangkan hal-hal berikut:

  • Lakukan tes darah FSH siklus hari ke-3 untuk memastikan sel telur memiliki kualitas yang cukup baik
  • Lakukan analisis sperma sebelum memulai Clomiphene
  • Pastikan saluran tuba falopi tidak tersumbat
  • Menurunkan berat badan, yang akan membantu hamil lebih cepat

Baca Juga: 20 Mitos Kehamilan yang Masih Dipercaya, Begini Faktanya!

Tingkat Keberhasilan Kehamilan

Hamil
Foto: Hamil

"Tingkat keberhasilan Clomiphene citrate sebagai obat penyubur kandungan dari dokter pada usia kehamilan di atas 35 tahun adalah cukup rendah yaitu 5-10%, biasanya dikombinasikan dengan terapi program hamil high tech," ujar dr. Yassin saat diwawancara pada 9 Desember 2020.

Clomiphene sering diresepkan untuk wanita dengan sindrom ovarium polikistik atau PCOS, yang merupakan sindrom yang dapat menyebabkan ovulasi tidak teratur atau tidak ada.

Tidak semua orang akan merespons obat ini.

Wanita dengan menopause dini dan tidak adanya ovulasi karena berat badan rendah atau amenore hipotalamus kemungkinan besar tidak hamil usai mengonsumsi obat ini.

Wanita dengan kondisi ini mungkin memerlukan perawatan infertilitas yang lebih intensif.

Sekitar 50 persen wanita yang berovulasi dengan Clomiphene akhirnya berhasil hamil berdasarkan kesuburan pada kedua pasangan.

Tetapi itu juga tergantung pada usia wanita dan faktor lainnya.

Bayi tabung (IVF) dengan Clomiphene dapat memperbaiki peluang kehamilan.

Bagi wanita dengan PCOS di bawah usia 35, tingkat keberhasilan IVF adalah sekitar 70% untuk kehamilan dengan satu siklus IVF.

Sementara, sekitar 60% untuk kelahiran hidup (keguguran mencatat angka yang berbeda).

Tingkat keberhasilan kehamilan untuk konsumsi obat penyubur kandungan dari dokter ini juga dapat merangsang pembuahan bayi kembar.

"Hamil kembar dapat dilakukan secara alami dan buatan menggunakan terapi kesuburan dan konsumsi obat penyubur kandungan dari dokter. Namun ini bukan tujuan utama, melainkan risiko," tambah dr. Yassin.

Risiko yang sedikit lebih tinggi mengalami kehamilan kembar saat menggunakan obat penyubur kandungan dari dokter ini sekitar 7% untuk kembar 2, dan di bawah 0,5 persen untuk kembar 3, menurut penelitian Health Research Funding.

Dokter menyarankan untuk menghindari kehamilan kembar, apalagi di usia kehamilan di atas 40 tahun yang akan memicu risiko dan komplikasi untuk kesehatan ibu dan janin.

Baca Juga: 13 Manfaat Ikan Gabus untuk Kesehatan dan Bayi, Yuk Simak!

Efek Samping Clomiphene

Minum Obat
Foto: Minum Obat

Sebelum memulai konsumsi Clomiphene sebagai obat penyubur kandungan dari dokter, pertimbangkan beberapa efek samping obat penyubur itu:

  • Flushing atau rasa panas, kemerahan seperti gejala menopause
  • Nyeri ovulasi dan peningkatan sensitivitas
  • Penglihatan kabur, penglihatan ganda atau traces
  • Suasana hati berubah-ubah
  • Mual
  • Payudara lunak
  • Sakit kepala
  • Kekeringan vagina
  • Menurunkan produksi lendir serviks
  • Berdampak negatif terhadap produksi estrogen
  • Sindrom hiperstimulasi ovarium
  • Kehamilan kembar yang bisa menjadi risiko pengobatan dengan clomiphene

Baca Juga: 6+ Curug di Bogor yang Cocok untuk Liburan Akhir Pekan

Obat Penyubur Kandungan Lainnya di Apotek

Pil KB
Foto: Pil KB (Orami Photo Stock)

Obat penyubur kandungan dari dokter umumnya bekerja dengan cara melepaskan hormon yang mengatur atau memicu ovulasi.

Pemberian obat-obatan ini juga merupakan bagian dari prosedur bayi tabung, dan bertujuan untuk meningkatkan kemungkinan pelepasan telur yang sehat dari ovarium.

Berikut obat penyubur kandungan dari dokter yang bisa Moms beli di apotek.

1. Metformin Hydrochloride

Obat penyubur kandungan dari dokter yang dikonsumsi harian ini membuat ovulasi berjalan normal dengan cara menurunkan kadar insulin dalam darah yang kemudian juga menurunkan kadar testosteron.

Metformin sebenarnya diperuntukkan bagi penderita diabetes tipe 2 yang membuat tubuh menjadi lebih sensitif terhadap hormon insulin.

Tetapi obat ini ternyata juga efektif untuk menangani gangguan ovulasi, terutama pada perempuan yang mengalami sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Obat yang dapat diberi tunggal atau dikombinasikan dengan clomiphene ini bermanfaat bagi perempuan yang mengalami obesitas.

2. Pil KB

Penggunaan alat kontrasepsi adalah metode pengobatan paling umum untuk perempuan pengidap PCOS yang tidak ingin hamil.

Moms bisa memilih alat kontrasepsi berupa pil KB, cincin vagina, suntikan, atau IUD (KB spiral).

Obat hormonal juga dapat dikonsumsi untuk mengatasi PCOS, salah satunya hormon progestin untuk membantu melancarkan siklus haid dan menurunkan risiko kanker rahim.

Jika alat kontrasepsi dan obat hormonal belum dapat menghentikan pertumbuhan rambut setidaknya setelah enam bulan penggunaan, dokter mungkin akan meresepkan spiroolactone.

Obat ini bertujuan untuk menurunkan kadar hormon androgen dalam tubuh.

Namun, spiroolactone tidak boleh dikonsumsi oleh ibu hamil atau perempuan yang sedang merencakan kehamilan karena dapat menyebabkan cacat lahir.

3. Letrozole

Obat letrozole adalah obat penyubur kandungan di apotek yang berbentuk tablet.

Letrozole dapat membantu merangsang indung telur untuk melepaskan sel telur, membantu memperbaiki ovulasi tidak teratur, ataupun memicu ovulasi. 

Letrozole biasa dikonsumsi sebanyak 2,5 mg per hari pada hari-hari yang ditentukan dokter.

Dosis mungkin dapat ditingkatkan berdasarkan rekomendasi dokter kandungan.

Letrozole juga memiliki risiko efek samping, seperti pusing ringan dan kelelahan.

Namun, efek samping letrozole cenderung lebih sedikit dibandingkan clomiphene citrate

Baca Juga: Sederet Fakta Tentang Gizi Balita yang Wajib Moms Ketahui

Suplementasi Obat Penyubur Kandungan

Makanan Sehat
Foto: Makanan Sehat

Berdasarkan dr. Yassin, sebenarnya, obat penyubur kandungan dari dokter tidak dapat diperjualbelikan di apotek mana pun.

Ini karena tidak semua wanita kesulitan untuk hamil dapat mengonsumsi ini.

Perlu pengawasan dari dokter dan aturan pemakaian yang sesuai untuk menghindari komplikasi dan dosis berlebihan.

Untuk obat penyubur kandungan yang didapatkan di apotek sebaiknya membeli vitamin yang membantu untuk merangsang kesuburan pada wanita.

Vitamin apapun yang menunjang kesehatan boleh dikonsumsi, begitu juga dengan kandungan asam folat untuk menambah kesuburan.

"Biasanya untuk wanita yang ingin hamil disarankan konsumsi suplemen kesuburan 3 bulan sebelum kehamilan," tambah dr. Yassin.

Mengonsumsi suplementasi asam folat untuk mendapatkan kehamilan sangat memberikan peluang lebih besar untuk hamil.

Ini karena berfungsi merawat kesuburan dan mengurangi risiko cacat pada janin.

Kebutuhan asam folat harian ibu hamil penting untuk dipenuhi, bahkan sejak sebelum hamil.

Hal ini karena kekurangan asam folat saat hamil tidak hanya membuat Moms menjadi lemas dan lelah, tetapi juga dapat menghambat dan mengganggu perkembangan janin dalam kandungan.

Menurut Tommy's Pregnancy Hub, wanita disarankan untuk mengonsumsi suplemen 400 mcg asam folat setiap hari.

Moms bisa mendapatkannya di sebagian besar apotek, supermarket, dan toko kesehatan. Dokter kandungan mungkin juga dapat meresepkannya untuk merangsang kesuburan.

Beberapa sumber makanan yang mengandung asam folat, termasuk:

  • Brokoli
  • Kubis Brussel
  • Bayam
  • Asparagus
  • Kacang polong
  • Buncis
  • Sereal sarapan yang diperkaya

Makan makanan tinggi asam folat saja tidak akan cukup untuk memberikan perlindungan terbaik pada bayi, jadi penting untuk mengonsumsi tablet juga.

Selain itu, gaya hidup juga sangat menunjang selain mengonsumsi obat penyubur kandungan dari dokter.

Terutama jika Moms mengonsumsi kopi, sebaiknya per hari maksimal 250ml/gr.

Baca Juga: Apa Penyebab Bayi Tidur Sebentar Bangun? Simak Moms!

Nah, itulah pembahasan lengkap tentang obat penyubur kandungan dari dokter. Semoga dapat membantu ya, Moms!

  • https://www.tommys.org/pregnancy-information/planning-a-pregnancy/are-you-ready-to-conceive/benefits-taking-folic-acid-pregnancy
  • https://healthresearchfunding.org/23-interesting-clomid-multiples-statistics/
  • https://medlineplus.gov/druginfo/meds/a682704.html
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/female-infertility/diagnosis-treatment/drc-20354313

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.