Scroll untuk melanjutkan membaca

PROGRAM HAMIL
02 Maret 2022

Penyebab dan Tips Mengatasi Infertilitas Sekunder untuk Bisa Kembali Hamil

Tidak sedikit lho pasangan yang sulit hamil anak kedua
Penyebab dan Tips Mengatasi Infertilitas Sekunder untuk Bisa Kembali Hamil

Infertilitas sekunder bisa menjadi sebuah masalah sendiri dalam pernikahan. Tak bisa dipungkiri bahwa banyak orang tua yang merencanakan untuk program hamil anak kedua.

Namun, tak sedikit kasus ditemukan sulitnya untuk hamil anak kedua. Lantas, apa saja penyebab dan cara mengatasinya? Yuk, simak bersama di bawah ini!

Apa Itu Infertilitas Sekunder?

Infertilitas Sekunder, Ini Hal yang Harus Moms Pertimbangkan.jpg

Foto: Infertilitas Sekunder, Ini Hal yang Harus Moms Pertimbangkan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dikutip dari International Journal of Fertility and Sterility, hal ini biasa disebut dengan masalah infertilitas sekunder (secondary infertility).

Artinya, adanya gangguan ketidaksuburan ketika memulai program hamil anak berikutnya.

Dilansir dari National Health Service, sekitar 1 dari 7 pasangan mungkin mengalami kesulitan hamil.

Lalu, sebanyak 84% pasangan akan hamil secara natural dalam waktu 1 tahun jika berhubungan seksual secara rutin.

"Ini juga berarti di mana wanita yang belum berhasil hamil kembali setelah 12 bulan melakukan hubungan seksual tanpa pelindung," ungkap asisten profesor di Departemen Obstetri, Ginekologi dan Ilmu Reproduksi di University of Pittsburgh, Dr. Meredith Snook, seperti dikutip dari today.com.

Jika ini terjadi, maka beberapa faktor dapat menjadi penyebab seseorang sulit untuk kembali hamil.

Baca Juga: Apakah Akan Sulit Melakukan Program Hamil Jika Sebelumnya Melakukan KB?

Penyebab Infertilitas Sekunder

infertilitas sekunder

Foto: infertilitas sekunder

Foto: nswellness.ca

Definisi infertilitas sekunder senada dengan ungkapan dr. Shanty Olivia Jasirwan, Sp.OG-KFER Dokter Spesialis Kebidanan & Kandungan Konsultan Fertilitas, Endokrinologi & Reproduksi yang melakukan praktik di RS Pondok Indah IVF.

Ia menjelaskan bahwa infertilitas sekunder terjadi saat pasangan suami istri mengalami kesulitan mendapatkan keturunan kedua dan seterusnya.

Padahal kedua pasangan ini sudah berusaha berhubungan seksual rutin tanpa menggunakan kontrasepsi setelah 1 tahun.

Penyebab gangguan kesuburan ini bisa karena beberapa hal, seperti:

1. Faktor Usia

Salah satu penyebab masalah infertilitas sekunder adalah faktor usia. Terlebih ketika Moms mencoba hamil di akhir usia 30-an. Biasanya wanita memiliki anak kedua saat sudah agak tua.

"Saat Moms berusia di akhir 30-an atau awal 40-an, maka kuantitas dan kualitas telur tidak sebagus saat Moms berusia 20-an atau awal 30-an,” ungkap ahli endokrinologi reproduksi Jane Frederick, MD, seperti dikutip dari shape.com.

2. Memiliki Riwayat Keguguran

2 Penyebab Sulit Hamil (Lagi).jpg

Foto: 2 Penyebab Sulit Hamil (Lagi).jpg

Foto: scarymommy.com

Masalah infertilitas sekunder bisa memengaruhi sekitar 10% dari pasangan suami istri.

Diketahui, penyebabnya bisa juga karena ada riwayat keguguran berulang sebelumnya.

Artinya, ini bisa dialami wanita apabila belum pernah hamil sebelumnya.

Perlu pemeriksaan lebih lanjut untuk mengatasi ketidaksuburan yang menyebabkan keguguran terus menerus.

Baca Juga: 13 Hal Penting Sebelum Memberikan Anggur untuk Bayi

3. Kualitas Sel Sperma Menurun

Tentunya, masalah infertilitas tidak hanya isu wanita, karena pria juga berperan dalam keberhasilan program hamil.

Mengenai hal ini, dr. Shanty pun menjelaskan bahwa penyebab infertilitas sekunder bisa terjadi karena gangguan sperma.

Usia menyebabkan kualitas dan kuantitas sel sperma serta sel telur menurun. Karena itu, peluang untuk memilki keturunan akan semakin sulit.

4. Pola Hidup Buruk

Infertilitas Sekunder Penyebab 2.jpg

Foto: Infertilitas Sekunder Penyebab 2.jpg (https://healthline.com/)

Foto: Orami Photo Stocks

Kebiasan gaya hidup yang buruk dapat membuat peradangan dalam tubuh. Ketika sudah infeksi, ini bisa membuat kesehatan reproduksi semakin turun.

Melansir Cleveland Clinic, salah satunya yakni kebiasaan merokok dan mengonsumsi alkohol.

Bahkan, orang yang jarang berolahraga pun bisa membuat sesoerang terkena infertilitas sekunder.

5. Gangguan Autoimun

Ada pun penyebab spesifik lainnya seperti gangguan autoimun. Seseorang yang memiliki riwayat penyakit ini, tinggi risikonya untuk mengalami infertilitas sekunder.

Masalah imunolois ini kerap kali juga membuat ovulasi menjadi tidak teratur.

6. Masalah pada Serviks

Faktor Penyebab Infertilitas Sekunder 5

Foto: Faktor Penyebab Infertilitas Sekunder 5

Foto: Orami Photo Stocks

Masalah pada serviks bisa menjadi penyebab infertilitas sekunder berikutnya.

Ini seperti ditemukan adanya kerusakan rahim atau pada tuba falopi. Untuk mengetahui kepastian akan hal ini, dokter bisa melakukan pemeriksaan HSG.

“Ini adalah X-Ray untuk menguraikan rahim dan tuba falopi untuk memastikan tidak ada yang salah dengan keduanya. Misalnya kesalahan setelah operasi caesar, bekas operasi yang mencegah kehamilan kedua,” ungkap Frederick.

Baca Juga: 15 Makanan Penambah Sperma untuk Dads, Yuk Coba!

7. Endometriosis

Melansir Mayo Clinic, endometriosis adalah penyakit yang bisa membuat sulit hamil anak kedua.

Ini adalah gangguan pada sistem reproduksi wanita, khususnya dalam endometrium.

Gejala yang bisa dirasakan yakni seperti:

Perlu pemeriksaan lebih lanjut dalam mengatasi infertilitas sekunder untuk penyebab yang satu ini.

Perawatan Infertilitas Sekunder

infertilitas sekunder

Foto: infertilitas sekunder

Foto: coliccalm.com

Pengobatan untuk masalah infertilitas sekunder hampir sama dengan pengobatan untuk masalah infertilitas pada kehamilan pertama.

Hal ini pun dijelaskan oleh dr. Shanty lho, Moms! Ia mengemukakan ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi ketidaksuburan.

1. Konsumsi Obat Kesuburan

Konsumsi obat-obatan dibutuhkan untuk meningkatkan peluang kehamilan.

Biasanya, obat peningkat kesuburan dikonsumsi oleh wanita untuk mengatasi infertilitas sekunder.

Tak menutup kemungkinan, obat jenis ini memiliki berbagai efek samping untuk kesehatan.

Mulai dari perubahan hormon yang memicu jerawat, serta rasa tidak nyaman pada tubuh.

2. Gaya Hidup Sehat

Jika masalahnya terletak pada kesehatan sperma, maka dokter akan menyarankan perubahan gaya hidup lebih sehat.

Hal ini seperti mengonsumsi makanan sehat, olahraga, hindari rokok, serta minuman beralkohol.

Tujuan pengobatan ini agar gerak, bentuk, dan jumlah sperma jadi lebih baik dari sebelumnya.

3. Program Bayi Tabung

Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya

Foto: Tertarik Program Bayi Tabung? Ini 5 Hal yang Perlu Dipahami Sebelum Melakukannya (https://thenypost.files.wordpress.com/2018/03/180307-neddle-free-ivf-incoming-feature.jpg?quality=80&strip=all)

Foto: Orami Photo Stocks

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan setelah memang Moms atau Dads terbukti sudah tak lagi dalam masa subur.

Beberapa jalalan keluar bisa dilakukan seperti melakukan program bayi tabung (IVF). Ini adalah salah satu program hamil buatan yang bisa dicoba sebagai pilihan.

Tingkat keberhasilan program bayi tabung cukup tinggi, lho!

Baca Juga: Ini Manfaat Penggunaan Kelambu Bayi dan Rekomendasi Produknya

4. Operasi Rahim

Tak jarang, gangguan pada rahim mengharuskan seseorang untuk melakukan operasi.

Dokter biasanya akan melakukan bedah laparoskopi untuk memperbaiki saluran tuba yang tersumbat.

Tak hanya itu, ini juga dilakukan untuk menghilangkan fibroid atau endometriosis.

5. Perkaya Asupan Antioksidan

makanan-antioksidan.jpg

Foto: makanan-antioksidan.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Dari segi asupan pun perlu diperhatikan dalam mengatasi infertilitas sekunder.

Yuk, perbanyak makanan yang tinggi antioksidan untuk meningkatkan kesuburan. Ini baik pada wanita ataupun pria yang ada indikasi ketidaksuburan.

Makanan kaya antioksidan dapat menambah kuantitas sperma dan kualitas sel telur.

Kapan Perlu ke Dokter?

infertilitas sekunder

Foto: infertilitas sekunder (Orami Photo Stock)

Foto: Orami Photo Stock

Jika Moms dan Dads masih berusia di bawah 35 tahun, sebaiknya mencoba kehamilan kedua secara alami selama satu tahun.

Beda halnya ketika telah berusia di atas itu, cobalah untuk berkonsultasi dengan ahli atau dokter kandungan.

Biasanya, dokter akan memeriksa pria dan wanita untuk memeriksa apakah rahim dan sperma sehat.

Ini pun perlu pemeriksaan dasar infertilitas seperti:

Setelah mendapatkan hasil pemeriksaan, barulah dokter dapat menentukan terapi pengobatan yang sesuai dengan hasil diagnosis.

Pada beberapa kasus, dokter juga dapat menyarankan konsumsi obat untuk mendorong kemampuan ovulasi agar dapat segera hamil kembali.

Baca Juga: 15 Dokter Kandungan di Tangerang untuk Konsultasi Program Hamil

Nah itu dia penjelasan mengenai infertilitas sekunder, penyebab, dan pengobatan yang perlu dilakukan.

Memiliki anak kedua adalah pilihan yang dibuat oleh Moms dan Dads. Jika sangat menginginkannya, cobalah lakukan cara terbaik, ya!

  • https://www.nhs.uk/conditions/infertility/
  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5936612/
  • https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/21139-secondary-infertility
  • https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/infertility/expert-answers/secondary-infertility/faq-20058272#:~:text=Secondary%20infertility%20is%20the%20inability,function%20or%20delivery%20in%20men