07 November 2018

Mengenal Batuk 100 Hari yang Rentan Menyerang Bayi di Bawah 6 Bulan

Batuk 100 hari bisa dicegah dengan imunisasi DPT


Memasuki musim penghujan, batuk dan pilek sudah mulai mengintai nih Moms. Demam dan flu menjadi dua penyakit yang langganan muncul saat musim hujan tiba.

Tapi, tahukah Moms kalau ternyata ada penyakit lain yang juga mengintai? Gejalanya pun mirip sekali dengan demam dan flu.

Penyakit tersebut dikenal sebagai penyakit batuk 100 hari atau batuk rejan atau pertusis.

Sesuai dengan namanya, penyakit ini berlangsung cukup lama, bahkan hingga 100 hari.

Batuk ini tidak bisa disembuhkan dengan obat warung melainkan harus ditangani langsung oleh dokter.

Penyakit ini bisa menyerang semua kalangan usia, terutama mereka yang tidak pernah divaksin DPT (difteri, tetanus, pertusis).

Penyakit ini juga cukup rawan untuk bayi di bawah 6 bulan yang tidak mendapatkan vaksin DPT.

Baca Juga : Vaksin Bayi, Perlu atau Tidak?

Apa Itu Batuk 100 Hari?

shutterstock 793435075
Foto: shutterstock 793435075

Batuk 100 hari dikenal juga sebagai penyakit batuk rejan atau pertusis. Penyakit ini disebabkan oleh infeksi bakteri Bordetella pertussis.

Bakteri ini mengeluarkan racun dan menyebabkan peradangan serta kerusakan di saluran pernafasan.

Kerusakan saluran pernafasan ini bisa meningkatkan kepekaan penderita terhadap partikel udara, seperti debu dan asap.

Bayi berusia 6 bulan ke bawah, terutama yang tidak divaksin, sangat rentan terjangkit penyakit ini.

Apa Saja Gejala Batuk 100 Hari?

shutterstock 696660643
Foto: shutterstock 696660643

Gejala batuk 100 hari baru bisa terlihat setelah 5-10 hari hingga tiga minggu terpapar bakteri pertusis.

Pada tahapan pertama, penderita batuk 100 hari akan mengalami gejala yang mirip dengan demam, seperti hidung berair, bersin, dan batuk atau demam.

Gejalanya yang mirip dengan demam biasa membuat orang salah sangka. Pada bayi, batuk mungkin tidak ada, namun kemungkinan terjadi apnea (terhalangnya jalur nafas).

Pada tahap dua, batuk mengarah ke batuk rejan dan diikuti dengan muntah dan kelelahan. Fase ini bisa terjadi selama 10 minggu atau lebih.

Pada fase pemulihan, intensitas batuk biasanya mulai berkurang. Batuk bisa saja kembali karena adanya infeksi saluran pernafasan.

Baca Juga : 3 Cara Mengeluarkan Dahak pada Bayi

Bagaimana Penanganan Batuk 100 Hari?

shutterstock 618066968
Foto: shutterstock 618066968

Mencegah lebih baik dari mengobati. Imunisasi adalah cara untuk mencegah tertular batuk 100 hari. Bayi dan anak harus mendapatkan imunisasi wajib DTP.

Namun, jika sudah terlanjur tertular batuk 100 hari, antibiotik akan diresepkan oleh dokter untuk mengurangi durasi sakit.

Agar batuk tidak semakin parah, udara di rumah juga harus dibersihkan. Gunakan humidifier untuk menjaga kelembapan ruangan.

Obat batuk biasa tidak akan mempan untuk batuk 100 hari ini. Gunakan obat batuk yang diresepkan dokter.

Pasien batuk 100 hari harus menjaga diri mereka agar tidak menularkan penyakit kepada orang lain di sekitarnya.

Itulah beberapa hal yang perlu Moms ketahui mengenai batuk 100 hari. Apakah Moms punya pengalaman dengan penyakit ini? Share yuk!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.