20 Maret 2018

Mengenal Fenomena Sleepwalking

Pernah mengalami tidur sambil berjalan? Ini penjelasannya

Pernah melihat seseorang yang tidur sambil berjalan? Meskipun jarang terjadi, sleepwalking atau dalam istilah medis disebut juga sebagai somnambulism ini lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa. Kebanyakan orang menilai fenomena sleepwalking menjadi hal yang memalukan, akan tetapi kebiasaan yang tidak baik ini adalah hal lebih membahayakan.

Penyebab Sleepwalking

1. Guncangan Mental

Faktor penyebab gejala sleepwalking adalah guncangan mental, seperti perasaan frustasi, sedih, stress, gembira, dan sakit. Anak-anak yang berusia di atas 6 tahun lebih banyak mengalami sleepwalking, namun orang dewasa pun bisa mengalaminya.

2. Konsumsi Alkohol dan Obat-Obatan

Selain itu, menurut riset terbaru menyebutkan penyebab terjadinya sleepwalking adalah akibat dari konsumsi alkohol dan obat-obatan, seperti antibiotic, antihistamine, sedative, serta obat tidur. Orang yang mengonsumsi obat diphenhydramine memiliki risiko 2 kali lipat untuk mengalami sleepwalking.

3. Faktor Keturunan

Menurut hasil penelitian dari Amerika, menyebutkan bahwa DNA orangtua yang mengalami sleepwalking juga menjadi pemicu terjadinya hal yang sama pada anak-anaknya. Melalui sampel air liur, ditemukan adanya kecacatan pada kromosom di 20 DNA orang yang mengalami sleepwalking.

Bahaya

Sebenarnya sleepwalking tidaklah berbahaya, namun dapat tergolong menjadi bahaya jika penderita melakukan hal-hal yang di luar kendalinya. Pada beberapa kasus, orang yang mengalami sleepwalking dapat melakukan aktivitas membuka-tutup pintu, memasak, bahkan sampai mengendarai mobil. Hal ini jelas sangat berbahaya jika tidak segera dihentikan.

Pencegahan dan Pengobatan

Belum ada cara untuk mencegah maupun mengobati fenomena sleepwalking secara pasti. Umumnya, sleepwalking terjadi pada anak laki-laki. Apabila anak Anda mengalami sleepwalking, sebaiknya jangan membangunkannya secara tiba-tiba. Tuntunlah dia kembali ke kamar tidurnya, karena jika Anda langsung membangunkannya dia bisa terkejut dan kebingungan. Cobalah untuk bantu anak Anda dengan memperbaiki pola tidurnya dengan tidur lebih cepat dan terjadwal.

Perhatikan lingkungan sekitar, jika anak Anda sering mengalami sleepwalking buatlah lingkungannya menjadi aman sehingga tidak membahayakan dirinya. Sleepwalking biasanya terjadi di 1 sampai 2 jam tidur awal selama beberapa menit, Anda dapat membangunkan anak Anda sebelum kebiasaannya itu kembali terjadi untuk lepas dari kebiasaannya itu.

--DA

Foto: todaysparent

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.