24 April 2022

Fungsi Daun Telinga dan Cara Tepat Merawatnya

Yuk, edukasi Si Kecil tentang anatomi telinga!

Telinga adalah bagian dari anatomi tubuh makhluk hidup. Fungsi daun telinga tak hanya untuk indera pendengaran semata, lho.

Adapun fungsi-fungsi lain yang tak kalah penting dalam menunjang fungsi tubuh, terutama pada manusia.

Cara merawat telinga pun tak boleh sembarangan.

Banyak orang mengklaim bahwa membersihkan telinga dengan cottonbud itu normal dilakukan. Sayangnya dalam dunia medis, sebenarnya ini tidak dianjurkan.

Lantas, bagaimana cara kerja telinga dan perawatannya? Yuk, ketahui bersama di bawah ini, Moms.

Anatomi dan Fungsi Daun Telinga

apa saja fungsi daun telinga.jpg
Foto: apa saja fungsi daun telinga.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Fungsi daun telinga utamanya adalah menjaga keseimbangan dan indera pendengaran kita.

Melansir studi dalam Britannica, ini juga dikenal sebagai organ vestibulocochlear.

Di mana ini berperan sebagai reseptor dan filter rangsangan pendengaran yang diubah menjadi informasi dan kemudian diterjemahkan oleh otak.

Oleh karena itu, fungsi utama yang dilakukan oleh telinga adalah mendeteksi, mentransmisikan, dan mengubah suara menjadi 'impuls' listrik.

Berikut fungsi daun telinga berdasarkan anatominya, antara lain:

1. Telinga Luar

Kita mulai dari fungsi daun telinga pada bagian terluar atau disebut pinna.

Telinga luar termasuk saluran telinga yang dilapisi dengan rambut dan kelenjar yang mengeluarkan 'cairan'.

Saluran paling luar ini berfungsi dalam menerima suara dan mengirimkannya ke telinga tengah melalui gendang telinga.

Menurut Johns Hopkins Medicine, gendang telinga berbentuk lingkaran dan cukup fleksibel.

Ketika suara 'ditangkap' olehnya, ia mulai bergetar dan menjalankan fungsinya.

Baca Juga: Mengenal Rantai Makanan untuk Bantu Mengedukasi Anak

2. Telinga Tengah

fungsi-dan-anatomi-daun-telinga.jpg
Foto: fungsi-dan-anatomi-daun-telinga.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Anatomi berikutnya dari fungsi daun telinga yakni telinga bagian tengah.

Dalam bagian ini, terdapat 3 tulang berukuran sangat kecil yang disebut malleus, incus, dan stapes.

Tulang-tulang ini membentuk 'jembatan' antara gendang telinga dan telinga bagian dalam.

Ini melalui jendela oval yang menutupi koklea atau tulang yang berbentuk 'rumah siput'.

Fungsi telinga bagian tengah ini sebagai penyeimbang dan memastikan bahwa tekanan di kedua sisi gendang telinga seimbang dan suara dapat didengar dengan benar.

3. Telinga Dalam

Telinga bagian dalam disebut juga sebagai labirin. Fungsi daun telinga dalam ini sebagai indra keseimbangan tubuh dan berisi organ pendengaran.

Telinga bagian dalam disebut labirin karena bentuknya yang kompleks.

Ada 2 bagian utama di dalam telinga bagian dalam, yakni labirin tulang dan labirin membran.

Dari bagian ini terdiri dari beberapa jaringan, seperti:

  • Koklea: Koklea bentuknya seperti siput terdiri dari 3 ruang berisi cairan yang melingkar di sekitar inti tulang dan berisi saluran pusat yang disebut saluran koklea.
  • Vestibule: Berfungsi sebagai reseptor untuk menjaga keseimbangan.
  • Saluran setengah lingkaran: Membantu dalam menjaga keseimbangan tubuh.

Tentu di dalam telinga bagian dalam ini terdiri dari saraf dan jaringan yang cukup banyak.

4. Proses Pendengaran

cara-merawat-dan-fungsi-daun-telinga.jpg
Foto: cara-merawat-dan-fungsi-daun-telinga.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Bagaimana dengan fungsi daun telinga sebagai indra pendengaran? Seperti kita tahu, pendengaran dimulai dari telinga bagian luar.

Melansir Stanford's Children Health, ketika suara dibuat di luar telinga luar, gelombang suara, atau getaran akan berjalan ke saluran pendengaran eksternal dan 'menyentuh' gendang telinga (membran timpani).

Karena proses ini, gendang telinga akan bergetar. Getaran tersebut kemudian diteruskan ke 3 tulang kecil di telinga tengah yang disebut ossicles.

Ossicles akan memperkuat gelombang suara yang ditangkap.

Kemudian, gelombang suara ini diteruskan ke telinga bagian dalam dan ke organ pendengaran yang berisi cairan (koklea).

Setelah gelombang suara mencapai telinga bagian dalam, mereka diubah menjadi impuls listrik.

Apabila telah diubah, otak akan menerjamahkan impuls listrik ini sebagai 'suara'.

Baca Juga: Perlu Dicoba, Ini 7 Cara Memancungkan Hidung Bayi Secara Alami

Cara Merawat Daun Telinga

Setelah mengetahui fungsi daun telinga, ketahui juga cara perawatannya, Moms.

Bagaimana cara merawat daun telinga yang benar dan dianjurkan oleh para ahli? Berikut penjelasannya.

1. Hindari Membersihkan Sendiri

cara-merawat-telinga.jpg
Foto: cara-merawat-telinga.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Mengutip dari Cleveland Clinic menjelaskan, kotoran pada telinga sebenarnya cara telinga membersihkan diri.

Jika Moms memiliki tumpukan kotoran telinga, sebaiknya segera pergi ke dokter THT.

Hindari membersihkan sendiri dengan aneka barang seadanya. Ini meliputi pinset, cottonbud, ataupun benda tajam lainnya.

Telinga memiliki tekstur kulit yang sangat sensitif dan mudah untuk terluka.

Benda-benda tersebu dapat berisiko melukai saluran dan gendang telinga.

2. Mengatur Volume Suara

Mendengarkan musik dengan suara lantang kadang menambah 'kesenangan' tersendiri bagi sebagian orang. Nyatanya, ini tidak boleh dilakukan, lho.

Saat menggunakan pengeras suara ataupun alat dengar, hindari menggunakan volume suara yang tinggi.

Suara dapat tergolong tinggi apabila orang lain dapat ikut mendengarnya, misalkan ketika menggunakan headphone.

Pastikan juga memberikan jeda waktu untuk mengisitirahatkan telinga.

Baca Juga: Fungsi Membran Sel pada Manusia dan Tumbuhan, Edukasi untuk Anak SMP

3. Pastikan Telinga Selalu Kering

Cara dan Fungsi Daun Telinga-4.jpg
Foto: Cara dan Fungsi Daun Telinga-4.jpg

Foto: Orami Photo Stocks

Cara merawat daun telinga berikutnya yakni dengan memastikan ia dalam keadaan kering.

Telinga yang basah dan lembap dapat menyebabkan penumpukan bakteri dan mengganggu saluran telinga.

Terutama saat kita berenang ataupun setelah mandi.

Untuk menghilangkan air di dalam telinga, miringkan kepala ke satu sisi. Kemudian lap dengan handuk kering hingga telinga tidak basah.

4. Menelan dan Menguap

Apabila Moms merasa tidak nyaman ketika sedang menaiki pesawat, gunakan earplug atau penyumbat telinga.

Tapi tak hanya itu, sering-seringlah menelan dan menguap saat berada di pesawat untuk menyamakan tekanan di telinga.

Jika Moms memiliki masalah pernapasan seperti pilek atau infeksi sinus, minum dekongestan beberapa jam sebelum pesawat mendarat.

Cara menjaga telinga di pesawat ini setidaknya dapat membantu telinga untuk berfungsi dengan baik.

Itulah penjelasan mengenai fungsi daun telinga dan cara merawatnya agar terjaga dari gangguan telinga. Semoga membantu, Moms!

  • https://www.britannica.com/science/ear
  • https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/how-the-ear-works
  • https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=anatomy-and-physiology-of-the-ear-90-P02025
  • https://my.clevelandclinic.org/health/articles/13076-ear-care-tips

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.