Gratis Ongkir minimum Rp 200.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

  • Harga Terbaik
  • Brand Pilihan
  • Promo ANZ 30% Semua produk




Mengetahui Kapan Waktu yang Tepat untuk Program Hamil?

Bagikan


Mengetahui Kapan Waktu yang Tepat untuk Program Hamil?

Dalam merencanakan kehamilan, tentu butuh banyak persiapan yang harus dilakukan. Dengan perencanaan yang matang, diharapkan program kehamilan ini dapat berlangsung dengan lancar dan berhasil. Termasuk mengetahui kapan waktu yang tepat untuk melakukan program hamil.

Namun, persiapan utama yang harus dipertimbangkan adalah kesehatan fisik dan psikis. Apakah kondisi kesehatan Moms sudah prima baik secara fisik maupun mental?

Lalu kesiapan lain yang tak kalah penting adalah tentunya terkait finansial. Misalnya, Moms tentu perlu menyiapkan dana atau biaya untuk pemeriksaan kesehatan, kontrol ke dokter, membeli perlengkapan Si Kecil dan biaya persalinan.

Baca Juga : Ini 5 Cara Cepat Hamil Setelah Menikah

Nah, pertanyaannya selanjutnya, kapan waktu yang tepat untuk melaksanakan program kehamilan? Hal ini bisa berbeda-beda pada tiap individu.

Pada sebagian calon ibu, mungkin butuh waktu beberapa bulan untuk menyiapkan dirinya menghadapi kehamilan. Pada sebagian calon ibu yang lain, mungkin butuh waktu lebih lama lagi.

Sebenarnya, secara umum waktu yang ideal untuk merencanakan kehamilan adalah setidaknya 6 bulan sebelum hamil. Dengan begitu, diharapkan kehamilan akan berjalan lancar dan sehat. Perlu kita tahu, merencanakan kehamilan penting dilakukan sebagai upaya persiapan diri dan menghindar kemungkinan risiko yang bisa terjadi.

Sebab bila kehamilan terjadi tanpa direncanakan, janin mengalami risiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan. Misal, janin mengalami penyakit tertentu atau pertumbuhannya terhambat karena kekurangan asupan zat-zat gizi yang sangat penting didapat calon ibu sebelum hamil.

Baca Juga : 12 Hal yang Harus Dipersiapkan Calon Ibu, Bahkan Sejak Sebelum Hamil

Nah, jadi persiapkan kehamilan beberapa bulan sebelumnya, ya, Moms. Kemudian, dalam rentang waktu tersebut apa saja yang perlu dilakukan? Berikut di antaranya:

1. Konsultasi dengan dokter

Calon ibu penting berkunjung ke dokter dan berkonsultasi meminta saran mengenai asupan makanan, suplemen atau vitamin apa yang sebaiknya dikonsumsi untuk persiapan kehamilan. Misalnya, mengonsumsi suplemen asam folat yang dimulai sejak sebulan sebelum merencanaka kehamilan hingga kelak bayi lahir.

Jangan lupa, mintalah saran perubahan pola hidup seperti yang perlu dilakukan, misalnya latihan atau olahraga apa yang perlu dilakukan untuk mempertahankan berat badan normal dan tidak obesitas, menghindari makanan junk food, berhenti merokok, hindari stres dan sebagainya.

Baca Juga : 9 Pertanyaan yang Wajib Ditanyakan Ke Dokter Kandungan Saat Program Hamil

Selain itu, Moms juga bisa berkonsultasi mengenai obat-obatan apa saja yang aman dan tidak aman dikonsumsi selama kehamilan. Atau, bisa juga konseling mengenai kesehatan genetik dan sebagainya.

Kemudian, untuk memastikan kondisi kesehatan secara lebih rinci, Moms mungkin perlu melakukan medical check up. Misalnya, untuk mengetahui apakah Moms tidak mengalami atau berisiko penyakit diabetes, hepatitis, HIV dan sebagainya. Pastikan juga calon ibu untuk mendapatkan imunisasi seperti cacar atau rubella.

Bila hasil pemeriksaan kesehatan ternyata diketahui ada penyakit yang harus ditangani atau disembuhkan, maka pastikan calon ibu mendapatkan penanganan atau perawatan hingga sembuh.

Misalnya, jika berisiko mengalami obesitas, dokter menganjurkan untuk tidak melakukan diet secara ketat. Sebaiknya mulai menghindari konsumsi gula apalagi berlebihan. Sebagai informasi, American Academy of Nutrition menjelaskan, ibu hamil hanya boleh mengonsumsi kafein (misalnya kopi atau teh) sebanyak 200 mg per hari.

2. Berhenti menggunakan kontrasepsi

Bila calon ibu saat ini menggunakan atau mengonsumsi kontrasepsi sebaiknya mulai berhenti. Melepas penggunaan alat kontrasepsi atau berhenti minum obat KB memungkinkan calon ibu untuk bisa hamil.

3. Merencanakan hubungan seks

Konsultasikan juga dengan dokter mengenai perencanaan hubungan intim, kapan waktu yang tepat untuk proses pembuahan, yaitu pada masa subur.

Bila calon moms mengalami siklus menstruasi yang tidak teratur, bisa ditanyakan pada dokter bagaimana mengatasinya dan sebagainya. 

Nah, bagi calon moms yang saat ini sedang merencanakan kehamilan, semoga lancar, ya!

(HIL)

Sumber: cdc.gov, medicinenet.com

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.