18 Januari 2020

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak

Ketiganya ternyata memiliki gejala dan penyebab yang berbeda

Meski sekilas terlihat sama, milia, jerawat, dan bruntusan pada anak sebenarnya adalah tiga kondisi dengan gejala dan penyebab yang berbeda.

Supaya tidak lagi tertukar dan bisa mengatasinya secara tepat, simak dulu perbedaan milia, jerawat, dan bruntusan berikut ini ya, Moms.

Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan

Milia

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 1.jpg
Foto: Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 1.jpg

Foto: blog.coolibar.com

Walau kondisi ini paling sering ditemukan pada bayi yang baru lahir, anak yang lebih besar juga bisa mengalaminya akibat sering terkena paparan sinar matahari, luka melepuh, atau masalah kesehatan.

Milia sebenarnya adalah sekelompok kista milium, yaitu benjolan kecil berwarna putih yang biasanya muncul di permukaan kulit sekitar hidung, pipi, dan kelopak mata. Namun, bisa juga ditemukan pada bagian tubuh lain.

Menurut dokter Celeste Robb, MD, kepala editor Harvard Women’s Health Watch, milia terbentuk dari keratin, sel kulit mata, dan kotoran lain yang terperangkap di dasar folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit.

Milia biasanya akan hilang sendiri dalam waktu beberapa bulan, jadi sebaiknya tidak digosok atau dikorek dengan tangan. Lebih baik Moms mulai biasakan Si Kecil untuk melindungi diri dari sengatan matahari dan rajin mencuci muka setelah berkeringat atau beraktivitas.

Baca Juga: Milia di Bawah Mata, Apakah Bisa Dihilangkan?

Jerawat

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 2.jpg
Foto: Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 2.jpg

Foto: unsplash.com

Jerawat bisa dialami oleh semua orang dari segala rentang usia, tapi kemunculan jerawat di wajah biasanya akan meningkat saat Si Kecil memasuki masa puber. Jerawat sendiri memiliki ukuran yang lebih besar dari milia maupun bruntusan.

Menurut ensiklopedia kesehatan University of Rochester, jerawat umumnya terjadi akibat folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit tersumbat oleh kotoran maupun sel kulit mati, sehingga bakteri kulit mulai berkembang biak di dalamnya.

Nah, beberapa jenis jerawat yang paling umum ditemui adalah:

  • Komedo putih atau komedo tertutup: Jerawat yang ditandai dengan cairan berwarna putih di bagian atasnya.
  • Komedo hitam atau komedo terbuka: Jerawat yang ditandai dengan warna hitam di bagian atasnya akibat proses oksidasi minyak yang terkena udara.
  • Papula: Jerawat berbentuk benjolan kecil berwarna pink yang terasa sakit bila disentuh.
  • Pustula: Jerawat yang berwarna merah di bagian dasar dan berisi cairan nanah di bagian atasnya.
  • Nodul: Jerawat yang besar, keras, terasa sakit, dan tumbuh di bagian dalam kulit.
  • Sistik: Jerawat radang yang berisi nanah, membuat lubang hingga ke bagian kulit yang dalam, dan biasanya meninggalkan bekas setelah sembuh.

Jerawat pada anak bisa diatasi dengan menjaga kebersihan kulit Maupun menggunakan krim khusus yang mengandung benzoyl peroksida, antibiotik, atau retionoid untuk membunuh bakteri dan meredakan peradangan.

Baca Juga: Yuk, Kenali Jerawat Pada Bayi

Bruntusan

Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 3.jpg
Foto: Mirip Tapi Tak Sama, Ini Perbedaan Milia, Jerawat, dan Bruntusan Pada Anak 3.jpg

Foto: toofruit.com

Dalam dunia medis, bruntusan dikenal dengan istilah folikulitis malassezia. Menurut studi yang dilansir oleh National Institutes of Health, bruntusan terbentuk akibat pertumbuhan berlebih jenis jamur Malassezia yang memang hidup di kulit manusia.

Bruntusan biasanya berbentuk benjolan kecil berwarna pink yang terasa gatal dan terkadang disertai dengan titik putih di bagian atasnya. Pada wajah, bruntusan umumnya menyebar di sekitar area dahi atau pipi.

Beberapa kondisi yang bisa memicu bruntusan pada anak diantaranya adalah sering berkeringat, berada di lingkungan yang panas dan lembab, penggunaan tabir surya atau produk berbahan dasar minyak, kulit berminyak, serta stress dan kelelahan.

Moms bisa mencoba mengatasi bruntusan pada anak dengan menggunakan krim atau sabun khusus untuk membunuh bakteri.

Baca Juga: Cara Mengatasi Jerawat Bruntusan yang Tak Kunjung Hilang

Bila milia, jerawat, atau bruntusan pada anak tidak kunjung hilang meski sudah diobati di rumah, Moms bisa mengajak Si Kecil berkonsultasi dengan dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang sesuai.

Bagaimana Moms, sudahkah mengajarkan Si Kecil cara menjaga kebersihan kulitnya agar terhindar dari milia, jerawat, dan bruntusan?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.