21 Juni 2024

Mengenal Neptu Weton, Perhitungan Hari Lahir di Budaya Jawa

Cari tahu artinya di sini, yuk!
Mengenal Neptu Weton, Perhitungan Hari Lahir di Budaya Jawa

Foto: Free Range Stock

Penasaran dengan perhitungan weton Moms dan Dads? Cari tahu soal neptu weton terlebih dahulu, yuk!

Dalam budaya Jawa, weton masih terbilang cukup lekat dalam kehidupan sehari-hari.

Sebagai informasi, weton adalah penanggalan atau hari lahir seseorang yang dilihat dari kalender Jawa.

Weton dianggap bisa menjadi ramalan dalam penentuan akan suatu hal.

Biasanya, weton digunakan untuk menghitung hari, baik atau prediksi jodoh, rezeki, dan lainnya.

Namun, sebelum menghitung weton, Moms harus terlebih dahulu tahu tentang neptu weton.

Singkatnya, hal ini merupakan nilai jumlah angka hari dan pasaran. Ini merupakan jumlah dari hari masehi dan hari pasaran dalam kalender Jawa.

Ingin tahu weton yang Moms dan Dads miliki? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

Baca Juga: Cara Menghitung Hari Baik Pernikahan Menurut Primbon Jawa

Apa Itu Neptu Weton?

Weton (Orami Photo Stocks)
Foto: Weton (Orami Photo Stocks)

Neptu weton adalah nilai atau jumlah dari hari kelahiran masehi dan kalender Jawa.

Perlu diketahui, dalam kalender Jawa terdapat 5 hari pasaran yang berbeda dengan hari masehi, yakni:

  • Legi
  • Pahing
  • Pon
  • Wage
  • Kliwon

Perhitungan ini biasanya digunakan untuk menemukan angka wetonan.

Angka tersebut nantinya bisa digunakan untuk memperingati hari kelahiran, perhitungan jodoh, ritual adat, dan hari baik.

Bahkan, belakangan ini perhitungan weton juga digunakan untuk meramal apakah hubungan percintaan akan berlangsung baik atau tidak.

Baca Juga: Begini Cara Menghitung Weton Jawa untuk Pernikahan, Calon Pengantin Wajib Tahu!

Wuku dan Neptu

Kalender Jawa, selain berfungsi untuk menandai waktu, juga memiliki peran penting dalam budaya dan spiritualitas masyarakat Jawa.

Salah satu aspek menarik dari kalender ini adalah adanya sistem Wuku dan Neptu yang diyakini dapat menentukan watak dan nasib seseorang.

Wuku adalah siklus 30 periode waktu yang masing-masing memiliki makna dan pengaruh tertentu.

Perhitungannya disebut Pawukon, dan satu siklus Wuku berlangsung selama 210 hari, yang dikenal sebagai Dapur Wuku.

Selain Wuku, terdapat pula Neptu yang digunakan untuk menghitung nilai hari berdasarkan hari-hari dalam Saptawara dan Pancawara.

Nilai-nilai ini diyakini dapat memprediksi baik buruknya hari untuk melakukan kegiatan tertentu, serta menentukan perwatakan seseorang yang lahir pada hari tersebut.

Kalender Sultan Agungan, yang dimulai pada tanggal 1 Sura tahun Alip 1555 J, merupakan salah satu contoh penyatuan budaya dan religi dalam sistem penanggalan Jawa.

Kalender ini diprakarsai oleh Sultan Agung Hanyokrokusumo, pemimpin Kesultanan Mataram, sebagai upaya untuk menyelaraskan tradisi Jawa dengan nilai-nilai Islam.

Peristiwa ini menandai era baru dalam sejarah Mataram, di mana perayaan-perayaan adat seperti Garebeg tidak hanya dilestarikan, tetapi juga dimaknai dengan nilai-nilai Islam.

Hal ini menunjukkan bagaimana Islam tidak hanya diterima, tetapi juga diintegrasikan dengan budaya Jawa.

Sistem penanggalan Jawa, dengan Wuku, Neptu, dan Kalender Sultan Agungan, merupakan bukti kekayaan budaya dan tradisi Jawa yang berpadu dengan nilai-nilai Islam.

Kalender ini menjadi pengingat bagaimana identitas dan spiritualitas dapat hidup berdampingan dan saling memperkaya.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya bahwa untuk menemukan neptu weton, Moms perlu menjumlahkan...

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.

rbb