Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | Sep 25, 2018

Ngeri! Balita Ini Hampir Meninggal Akibat Terkena Cakaran Kucing

Bagikan



Seorang balita berusia 3 tahun hampir meninggal setelah dicakar anak kucing peliharaannya. Cakaran tersebut menyebabkan si balita terkena toxic shock syndrome (TSS) yang mematikan.

Balita bernama Lilianna Batstone itu sedang terkena cacar air ketika dicakar oleh anak kucing peliharaannya di area leher. Ketika itu, ibunya, Kelly Batstone, tidak terlalu menyadari hal tersebut.

Namun, belum beberapa jam setelah kejadian tersebut, Lilianna menjerit kesakitan dan segera dibawa ke rumah sakit. Tubuhnya lemas tidak berdaya, kulitnya ruam, dan dia tidak bisa berhenti muntah.

balita kena cakaran kucing

dailymail.co.uk

Setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit, Lilianna berhasil disembuhkan. Kelly percaya, anaknya mungkin tidak selamat jika dokter yang menangani belum pernah menangani pasien TSS.

“Saya mengenal TSS hanya dari membaca kotak pembungkus tampon. Untungnya, dokter yang merawat Lilianna pernah merawat pasien TSS beberapa bulan lalu. Jadi, dia sudah langsung bisa mengetahuinya,” terang Kelly seperti dikutip dari Dailymail.co.uk.

Cacar air yang sedang diderita Lilianna memang membuat bakteri penyebab TSS lebih mudah menyerang tubuh Lilianna. Namun, terlepas dari hal tersebut, siapapun bisa terjangkit TSS jika memiliki luka di kulit.

Baca Juga : Punya Kucing dan Balita di Rumah? Cek Dulu 4 Hal Berikut Ini!

Kronologis Kejadian yang menimpa Lilianna

balita kena cakaran kucing

dailymail.co.uk

Kelly bercerita tentang kronologis kejadian yang menimpa putrinya itu. Menurut Kelly, ketika itu, Lilianna yang masih berusia 2 tahun bermain bersama anak kucingnya yang berwarna putih.

Tidak disangka, anak kucing bernama Chanel itu mencakar leher Lilianna. Kelly tidak menganggap kejadian itu sebagai hal yang membahayakan.

Beberapa jam setelah kejadian, Kelly melihat leher Lilianna semakin memerah ketika sedang menidurkan bocah itu. Lagi-lagi, Kelly tidak menganggapnya sebagai hal yang tidak berbahaya.

Tengah malamnya, Lilianna terbangun dan menjerit kesakitan sambil memegang lehernya.

“Saya langsung menyalakan lampu dan melihat sudah ada benjolan besar di lehernya. Hanya dalam hitungan jam sudah menjadi sebesar itu,” ungkap Kelly.

Setelah melihat benjolan itu, Kelly baru menyadari bahwa infeksi itu berbahaya. Dia langsung memberitahu suaminya untuk membawa Lilianna ke rumah sakit karena pasti ada yang tidak beres.

Di rumah sakit, Lilianna mulai muntah-muntah dan tubuhnya lemas. “Saya sangat takut. Saya tahu ada sesuatu yang benar-benar salah. Tubuhnya jadi penuh dengan ruam. Kondisi Lilianna juga tidak stabil,” cerita Kelly.

Butuh setidaknya satu jam untuk menstabilkan kondisi Lilianna. Dokter lalu memberikan cairan infus dan antibiotik pada Liliana.

Setelah itu, dokter menjelaskan bahwa Lilianna terkena TSS yang disebabkan oleh bakteri yang mengeluarkan racun berbahaya dalam tubuh.

Baca Juga : Memelihara Kucing Pasti Terkena Toksoplasma?

Merayakan Ulang Tahun di Rumah Sakit

balita kena cakaran kucing

dailymail.co.uk

Untuk mengembalikan kondisi Lilianna, dia harus tinggal agak lama di rumah sakit. Di rumah sakit juga, Lilianna merayakan ulang tahunnya yang ketiga.

Kelly mengaku kecewa karena harus merayakan ulang tahun di rumah sakit dengan kondisi Lilianna yang tidak sehat.

“Tapi, para perawat sangat luar biasa. Mereka memberikan kejutan untuk Lilianna dengan memberikannya hadiah boneka dan tas.

Setidaknya Lilianna tetap punya sesuatu untuk dibuka sebagai hadiah,” terang Kelly.

(AND)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.