21 Juni 2018

Patah Tulang Berobat ke Tempat Alternatif, Bolehkah?

Berobat ke dukun tulang ada risikonya lho Moms

Pernah mendengar istilah dukun tulang? Moms yang pernah mengalami patah tulang tentu sudah tidak asing lagi dengan dukun tulang. Ya, cukup banyak lho yang menyarankan datang ke dukun tulang atau tempat alternatif saat mengalami patah tulang.

Ketimbang mendatangi dokter spesialis bedah ortopedi, banyak orang yang lebih menyukai datang ke tempat alternatif, terutama untuk kondisi patah tulang yang tidak terlalu parah.

Selain biayanya jauh lebih murah, berobat ke tempat alternatif tidak perlu proses operasi seperti berobat ke dokter spesialis bedah ortopedi.

Tempat alternatif biasanya hanya membalurkan minyak dan melakukan pijatan dan tarikan di bagian tulang yang patah.

Untuk proses penyembuhan, dukun tulang biasanya memberikan pantangan untuk pasiennya. Pasien umumnya diminta untuk mutih, alias hanya makan nasi dan air putih. Tidak lama, tulang pun kembali tersambung. Tapi bolehkah berobat ke tempat alternatif saat patah tulang?

Baca Juga: Seperti Apa Tahapan Perkembangan Tulang Anak?

Bolehkah Berobat ke Tempat Alternatif?

Dokter Spesialis Bedah Ortopedi Rumah Sakit Pondok Indah (RSPI) Bintaro Jaya, Dimas Radithya Boedijono tidak menyarankan pasien patah tulang untuk berobat ke dukun tulang.

Menurutnya, jika hanya karena takut dioperasi atau takut membayar biaya operasi yang besar, jangan ke dukun tulang.

Ia mengatakan, sebanyak 80 persen kasus patah tulang bisa sembuh hanya dengan fisioterapi, tanpa berakhir di meja operasi.

“Patah itu bisa nyambung lagi. Nggak harus dioperasi, yang penting, posisi tulangnya dioptimalkan dulu agar ketika nanti nyambung akan bagus,” ungkapnya.

Tapi, kebanyakan posisi tulang yang tersambung tidak optimal. Biasanya, kata dr Dimas, bentuknya jadi tidak normal seperti semula.
“Itu terjadi karena posisi tulang tidak dioptimalkan sejak awal. Jadi, ketika tersambung tidak seperti semula,” jelasnya.

Baca Juga: 6 Makanan yang Wajib Dikonsumsi untuk Perkuat Tulang

Nutrisi untuk Pasien Patah Tulang

Terkait dengan pantangan makan yang diberikan oleh tempat alternatif, Dokter Spesialis Bedah Ortopedi RSPI Bintaro Jaya, Iman Widya Aminata mengatakan bahwa hal tersebut tidak masuk akal.

Soal nutrisi, pasien patah tulang sangat membutuhkan protein untuk memperbaiki cidera tulangnya itu, bukan karbohidrat dengan cara mutih.

“Protein seperti daging-dagingan itu merupakan bahan dasar untuk memperbaiki sel dan otot yang cidera. Jadi justru itu yang harusnya diperbanyak,” ungkapnya.

Sekarang sudah tahu kan Moms risiko berobat patah tulang ke tempat alternatif? Semoga informasinya bermanfaat ya Moms!

(AND)

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.