Program Hamil

30 Januari 2021

Masih Ada Flek Coklat setelah Haid Bolehkah Berhubungan Intim?

Temukan jawaban dan penjelasannya di sini
placeholder
placeholder
Artikel ditulis oleh Fia Afifah R
Disunting oleh Andra Nur Oktaviani

Apakah Moms pernah merasakan atau melihat flek coklat di dalam celana dalam? Jika ya, ada beberapa pertanyaan yang biasanya terlintas, misalnya flek apa itu? Apakah warnanya merah karena darah? Kapan datangnya? Jika ada flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan? dan sebagainya.

Sebelumnya, Moms harus mengetahui terlebih dahulu tentang keputihan, karena hal ini bisa menjadi salah satu penyebabnya. Keputihan dari vagina adalah hal yang normal selama waktu-waktu tertentu dalam sebulan, seperti sebelum atau setelah menstruasi.

Hal ini bisa disebabkan oleh sejumlah kecil darah yang keluar saat haid dimulai atau darah lama yang mengering meninggalkan vagina setelah haid.

Namun dalam beberapa kasus, keputihan berwarna coklat mungkin merupakan tanda dari kondisi lain yang berkaitan dengan masalah kesehatan.

Baca Juga: Cara Membedakan Keputihan yang Normal dan Berbahaya Saat Hamil

Kapan Keputihan Terjadi?

Flek Coklat Setelah Haid Bolehkah Berhubungan -1

Foto: Orami Photo Stock

Sekalipun keputihan mungkin merupakan bagian normal dari siklus menstruasi, itu bisa jadi merupakan gejala dari kondisi lain. Terkadang muncul pertanyaan keputihan yang menyerupai flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan intim.

Ada beberapa penyebab potensial dari keluarnya cairan atau flek coklat baik sebelum atau setelah haid, misalnya:

1. Terjadi Sebelum dan Sesudah Periode Haid

Menurut Sutter Health, mengalami keputihan berwarna coklat beberapa hari sebelum dan setelah haid adalah hal yang normal bagi perempuan karena merupakan salah satu bagian dari siklus menstruasi.

Jika flek tersebut terlihat sebelum haid, kemungkinan alirannya akan terasa ringan dan lebih awal keluar. Meski namanya keputihan namun jika terjadi setelah menstruasi, keluarnya cairan berwarna kecoklatan dan bukan putih terjadi karena adanya sisa darah menstruasi yang keluar dari vagina.

2. Perimenopause

Perimenopause adalah waktu menjelang menopause. Menurut North American Menopause Society , penyakit ini dapat bertahan selama 4-8 tahun. Gejala perimenopause dapat berupa keringat malam, vagina kering, dan hot flashes.

American College of Obstetricians and Gynecologists mencatat bahwa perimenopause dapat menyebabkan perdarahan dan atau flek yang tidak teratur. Moms tetap harus mendiskusikan perdarahan abnormal dengan dokter, karena itu bisa menjadi tanda polip atau ketidakseimbangan hormonal.

3. Kontrol Kelahiran

Metode pengendalian kelahiran tertentu dapat menyebabkan bercak atau keluarnya cairan berwarna coklat. Misalnya, seseorang mungkin mengalami perdarahan tidak teratur atau bercak selama sekitar 3-6 bulan setelah pemasangan alat kontrasepsi dalam rahim (IUD).

Menurut Society of Obstetricians and Gynecologists of Canada , pil KB dapat menyebabkan flek atau keluarnya cairan berwarna coklat selama beberapa bulan pertama meminumnya. Flek lebih sering terjadi pada pil progestin dibandingkan dengan pil yang mengandung estrogen. Itu juga bisa terjadi ketika orang terlambat minum pil.

4. Terkait Kehamilan

Selama awal kehamilan, perempuan mungkin mengalami flek yang tidak berbahaya, pendarahan ringan, atau keluarnya cairan berwarna coklat, dilansir National Health Service . Ini dapat terjadi karena pendarahan implantasi, yang dapat terjadi saat embrio pertama kali menempel ke rahim, atau akibat pengeluaran darah lama dari rahim.

Jika terjadi pada kehamilan selanjutnya, keputihan bisa menjadi tanda masalah dengan plasenta atau persalinan prematur. Perdarahan terkait kehamilan bisa menjadi tanda keguguran jika:

  • Perdarahannya lebih berat
  • Ada kram perut
  • Keluarnya cairan atau jaringan yang menyertainya

Baca Juga: Apa Penyebab Keputihan, dan Apakah Bisa Diatasi Dengan Air Rebusan Sirih?

Penyebab Keluarnya Flek Coklat

Flek Coklat Setelah Haid Bolehkah Berhubungan -2

Foto: Orami Photo Stock

Sebelum menjawab apakah flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan, Moms harus mengetahui beberapa kondisi medis dapat menyebabkan keluarnya flek coklat. Berikut ini adalah beberapa penyebab yang paling umum:

1. Sindrom Ovarium Polikistik

Sindrom ovarium polikistik atau polycystic ovary syndrome adalah kondisi metabolik dan hormonal yang mempengaruhi 1 dari 10 perempuan usia subur, dikutip Women’s Health. Selain bercak coklat, kondisi tersebut juga dapat menyebabkan:

  • Menstruasi yang terlewat
  • Menipiskan rambut
  • Jerawat
  • Pertumbuhan rambut wajah
  • Penambahan berat badan
  • Menggelapkan kulit di area tubuh tertentu

2. Infeksi Menular Seksual (IMS)

IMS atau Sexually Transmitted Infections (STIs) dapat menyebabkan keputihan yang tidak biasa. Menurut Texas Department of State Health Services , infeksi yang dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna kecoklatan adalah:

  • Gonorea
  • Klamidia
  • Penyakit radang panggul, yang dapat disebabkan oleh kasus gonore atau klamidia yang tidak diobati

Beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala apa pun. Namun, Moms yang yang memilikinya mungkin akan merasa:

  • Kotoran berbau yang mungkin berwarna putih, kuning, coklat, atau kehijauan
  • Nyeri saat berhubungan seks atau buang air kecil
  • Nyeri di perut
  • Gatal di sekitar alat kelamin
  • Ruam atau luka

3. Ketidakseimbangan Hormonal

Ketidakseimbangan hormon dapat menyebabkan bercak atau perdarahan antar periode, yang dapat menyebabkan keluarnya cairan berwarna coklat, menurut Reproductive Facts . Faktor-faktor tertentu juga dapat mengubah kadar hormon dan menyebabkan perdarahan abnormal dari rahim. Ini termasuk:

  • Obat-obatan yang mempengaruhi estrogen dan progesteron
  • Diabetes
  • Gangguan hati atau ginjal
  • Masalah tiroid atau kelenjar adrenal
  • Perubahan berat badan yang signifikan

4. Kista Ovarium

Kista ovarium adalah kantung berisi cairan yang terbentuk di bagian dalam ovarium. Dalam banyak kasus, kista ini tidak menimbulkan gejala. Dalam kasus lain, seseorang mungkin mengalami:

  • Sakit perut
  • Penambahan berat badan
  • Nyeri saat berhubungan seks
  • Kesulitan mengosongkan kandung kemih
  • Kelembutan di payudara
  • Perdarahan atau bercak di antara periode

Beberapa orang mungkin tidak memerlukan perawatan untuk kista ovarium, tetapi dokter akan terus memantau perubahan apa pun. Kista bisa hilang dengan sendirinya setelah satu atau dua siklus menstruasi.

5. Pemeriksaan Panggul

Terkadang cairan berwarna coklat atau flek berarti Moms memiliki area yang sangat sensitif di sekitar sana. Jika Moms menjalani pemeriksaan panggul, misalnya, Moms mungkin akan mengalami sedikit bercak atau flek setelahnya.

Ini juga sangat normal jika Moms mengeluarkan cairan atau bercak coklat setelah melakukan Pap smear. Sebab, tes ini mengumpulkan sel-sel dari serviks dengan menggunakan kapas atau sikat lembut dan itu dapat menyebabkan sedikit pendarahan atau flek selama beberapa hari ke depan setelah pemeriksaan.

Baca Juga: Vagina Nyeri Saat Keputihan, Apa Penyebabnya?

Muncul Flek Coklat setelah Haid Bolehkah Berhubungan Intim?

Flek Coklat Setelah Haid Bolehkah Berhubungan -3

Foto: Orami Photo Stock

Karena flek berwarna coklat adalah keputihan yang diwarnai dengan darah lama, yang membuatnya tampak seperti ‘coklat’ beserta beberapa penyebabnya di atas, banyak yang merasakan keraguan dan bertanya-tanya apakah flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan seksual?

Jawabannya flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan adalah boleh. Sebab, untuk alasan apa pun beberapa darah di rahim Moms membutuhkan waktu lebih lama untuk keluar dan seiring bertambahnya usia, darah berubah menjadi coklat.

Hasil akhirnya: Moms akan mendapatkan bercak coklat atau cairan kecoklatan lebih sering dari sebelumnya.

Saat hari terakhir haid, pastikan tidak ada lagi darah menggumpal. Karena kondisi haid setiap orang berbeda, jadi Moms tidak perlu khawatir terjadi keputihan saat akan berhubungan seksual. Ini tidak akan mengganggu prosesnya, Moms dan Dads dapat melakukannya tanpa khawatir.

Jika Moms tidak dalam kondisi hamil dan mengalami keputihan tepat sebelum atau setelah menstruasi, sekitar ovulasi, atau kadang-kadang setelah berhubungan seks, kemungkinan besar itu adalah hal sangat normal dan tidak mempengaruhi aktivitas seksual.

Meskipun Moms dapat memeriksakan diri ke dokter jika khawatir, Moms bisa saja hanya mencatat kapan itu terjadi dan menggunakan panty liner sampai bercak tersebut hilang. Hal tersebut bisa menjadi catatan saat berkonsultasi dengan dokter.

Jika Moms melihat keluarnya cairan berwarna coklat atau ada darah yang keluar lebih dari beberapa minggu atau sering terjadi setelah berhubungan seks, atau saat area vagina gatal, keputihan berbau tidak sedap atau disertai kram, segera hubungi dokter karena bisa menjadi tanda-tanda infeksi atau kondisi lain yang lebih serius.

Baca Juga: Apa Arti Perbedaan Warna Keputihan Saat Hamil?

Apakah Bisa Menyebabkan Kehamilan?

Flek Coklat Setelah Haid Bolehkah Berhubungan -4

Foto: Orami Photo Stock

Pertanyaan lanjutan selain apakah flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan biasanya berhubungan dengan kehamilan. Sebab, flek bisa menjadi tanda berakhirnya periode haid dan bisa terjadi kehamilan jika dilakukan tanpa pengaman.

Kehamilan bisa saja terjadi karena tidak ada ‘waktu aman’ dalam siklus menstruasi untuk berhubungan seks tanpa menggunakan alat kontrasepsi. Alasannya karena:

  • Kehamilan bisa terjadi ketika sel sperma dalam air mani bertemu dengan salah satu sel telur. Ovarium akan melepaskan sel telur setiap bulan yang disebut ovulasi.
  • Setelah berhubungan seks, sperma dapat hidup hingga 5 hari di tubuh dan menunggu salah satu sel telur ini. Artinya, meskipun Moms tidak sedang berovulasi saat berhubungan seks, sperma masih dapat bertemu dengan sel telur di kemudian hari.
  • Ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi dimulai, tetapi tubuh setiap orang berbeda. Moms mungkin berovulasi lebih awal atau lebih lambat, tergantung pada lamanya siklus menstruasi.

Jika semua ini terdengar sangat rumit, itu memang benar. Dan siklus menstruasi setiap orang sedikit berbeda, yang membuatnya lebih rumit. Sangat umum siklus seseorang tidak teratur, yang berarti menstruasi akan datang pada waktu yang berbeda.

Tetapi meskipun siklus haid Moms teratur, mungkin akan sulit untuk mengetahui dengan pasti kapan Moms sedang berovulasi dan berisiko hamil. Itulah mengapa sangat penting untuk menggunakan kontrasepsi setiap kali berhubungan seks jika tidak ingin hamil.

Karena pertanyaan flek coklat setelah haid bolehkah berhubungan telah terjawab, Moms tidak perlu lagi khawatir saat akan berhubungan seksual dengan Dads. Namun jika berlanjut dengan pendarangan, segera hubungi dokter ya.

Produk Rekomendasi

TOOLS PARENTING

Komentar

Yuk, ngobrol dan sharing pendapat dengan moms lainnya.

member-image

Beri Komentar...

Artikel Terkait