05 Agustus 2022

Mengenal Komet, Benda Langit Spektakuler yang Memiliki Ekor

Jika berada dekat Bumi, Moms akan melihat pemandangan langit malam yang spektakuler

Komet adalah badan es dari gas beku, batu, dan debu yang tersisa dari pembentukan tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

Mereka mengitari matahari dalam orbit berbentuk elips yang dapat memakan waktu ratusan ribu tahun sekali putaran.

Menurut Lunar and Planetary Institute, komet akan memanas saat mendekati matahari.

Benda langit ini memanas dengan sangat cepat sehingga menyebabkan es padat berubah langsung menjadi gas melalui proses yang disebut sublimasi.

Gas tersebut mengandung uap air, karbon monoksida, karbon dioksida dan zat-zat lainnya, dan akhirnya tersapu ke dalam ekor komet yang sangat khas.

Para ilmuwan terkadang menyebutnya sebagai bola salju kotor atau bola tanah bersalju, tergantung apakah mereka mengandung lebih banyak bahan es atau puing berbatu.

Sementara itu, orang Jawa biasanya menyebutnya sebagai lintang kemukus yang kehadirannya bisa menjadi sebuah pertanda.

Yuk, Moms pahami lebih lanjut mengenai komet, mulai dari bagian hingga nama-nama komet! Dengan begini, Moms nantinya bisa mengajarkannya pada anak.

Baca Juga: Urutan Planet dalam Tata Surya, Yuk Ajarkan pada Si Kecil!

Bagian Komet dan Bahan Penyusunnya

komet
Foto: komet

Foto Bagian Komet (discovermagazine.com)

Menurut NASA, per September 2021, jumlah komet yang diketahui saat ini adalah 3.743.

Meskipun miliaran lagi diperkirakan telah mengorbit matahari di luar Neptunus, di Sabuk Kuiper, dan awan Oort yang jauh berada di luar Pluto.

Kadang-kadang, sebuah komet melesat melalui tata surya bagian dalam.

Beberapa di antaranya melakukannya secara teratur, akan tetapi ada juga yang hanya sekali setiap beberapa abad.

Banyak orang yang belum pernah melihatnya, tetapi mereka yang pernah melihat benda langit ini pastinya tidak akan mudah melupakan pemandangan langit yang mengesankan ini.

Ada beberapa bagian komet, yakni nukleus, koma, selubung hidrogen, debu, dan ekor plasma. Berikut ulasannya:

1. Inti

Nukleus adalah inti padat yang terdiri dari molekul beku termasuk air, karbon monoksida, karbon dioksida, metana, dan amonia serta molekul anorganik dan organik lainnya seperti debu.

Menurut ESA, bagian inti biasanya berukuran sekitar 10 kilometer atau kurang.

2. Koma

Saat ia semakin dekat dengan matahari, es di permukaan nukleus mulai berubah menjadi gas, sehingga akan membentuk awan di sekitar komet yang dikenal sebagai koma.

Faktanya, bagian koma ini sering kali berukuran 1.000 kali lebih besar dari nukleus.

Di sekeliling koma terdapat selubung hidrogen yang panjangnya bisa mencapai 10 juta kilometer dan terbuat dari atom hidrogen.

Saat ia semakin dekat ke matahari, selubung hidrogen semakin besar.

3. Ekor

Ada dua jenis unsur utama dalam ekor komet, yakni debu dan gas. Bagian ekor dibentuk oleh sinar matahari dan angin matahari, bagian ini pun selalu menjauhi matahari.

Ekor komet akan bertambah panjang saat mendekati matahari dan bisa berakhir jutaan kilometer.

Ekor debu terbentuk ketika angin matahari mendorong partikel-partikel kecil ke jalur melengkung yang memanjang.

Sedangkan ion ekor terbentuk dari molekul gas yang bermuatan listrik.

Bagian ekor bahkan dapat menyembur planet, seperti yang terjadi pada tahun 2013, yakni saat pertemuan dekat antara Komet Siding Spring dengan Mars.

Kita dapat melihat sejumlah komet dengan mata telanjang ketika mereka lewat dekat dengan matahari karena koma dan ekornya memantulkan sinar matahari atau bahkan bersinar karena energi yang mereka serap dari matahari.

Namun, kebanyakan terlalu kecil atau terlalu redup untuk dilihat tanpa teleskop.

Jika ada yang bertanya apakah komet adalah bintang, jawabannya adalah bukan.

Seperti halnya bulan yang bersinar di malam hari, mereka hanya memantulkan atau menyerap cahaya dari matahari.

Komet meninggalkan jejak puing-puing di belakangnya yang dapat menyebabkan hujan meteor di Bumi.

Baca Juga: 7 Macam Rasi Bintang dan Penjelasannya, Moms Sudah Tahu?

Macam dan Nama-Nama Komet

komet halley
Foto: komet halley

Foto Komet Halley 1986 (space.com)

Di zaman kuno, komet menginspirasi kekaguman dan pertanda alam, ia dianggap sebagai "bintang berbulu" menyerupai pedang api yang muncul tak terduga di langit.

Sering kali, arti komet bagi peradaban di masa lalu tampaknya erat berkaitan dengan malapetaka. Namun, ketakutan ini juga tetap terjadi setelahnya, seperti pada tahun 1910.

Di masa tersebut, orang-orang di Chicago menutup jendela mereka untuk melindungi diri dari ekor komet yang mereka anggap beracun.

Komet umumnya dinamai menurut penemunya. Misalnya, komet yang bisa dibilang paling terkenal dalam sejarah, yakni komet Halley.

Ia dinamai menurut astronom Inggris Edmond Halley, yang meneliti laporan tentang sebuah komet yang mendekati Bumi pada tahun 1531, 1607, dan 1682.

Ia menyimpulkan bahwa ketiga komet ini sebenarnya adalah komet yang sama yang berulang kali kembali, dan meramalkan bahwa ia akan kembali pada tahun 1758.

Sebagai komet "berkala", ia kembali ke sekitar Bumi setiap 75 tahun, sehingga memungkinkan seseorang untuk melihatnya dua kali dalam hidup mereka.

Ia terakhir muncul pada tahun 1986, dan diproyeksikan kembali pada tahun 2061.

Selain itu, ada Shoemaker-Levy 9 bertabrakan secara spektakuler dengan Jupiter pada tahun 1994, dengan tarikan gravitasi planet raksasa itu merobeknya hingga setidaknya ada dampak yang terlihat.

Tabrakan terbesar menciptakan bola api yang naik sekitar 3.000 km di atas puncak awan Jovian serta bintik hitam raksasa dengan lebar lebih dari 12.000 km.

Kira-kira seukuran Bumi dan diperkirakan telah meledak dengan kekuatan 6.000 gigaton TNT.

Fragmen tersebar dari komet Shoemaker-Levy 9 ditangkap pada 17 Mei 1994 oleh Teleskop Luar Angkasa Hubble.

Baca Juga: Unik! Begini Perkembangan Makanan Astronot dari Masa ke Masa

komet halle bopp
Foto: komet halle bopp

Foto Halle Bopp (liputan6.com)

Sebuah komet yang relatif baru dan sangat terlihat adalah Hale-Bopp, yang berada dalam jarak 197 juta km dari Bumi pada tahun 1997.

Inti yang luar biasa besar mengeluarkan banyak debu dan gas dan diperkirakan mencapai kira-kira 30 sampai 40 km.

Ia tampak terang di langit untuk bisa dilihat dengan mata telanjang.

Pada tahun 2021, para ilmuwan menemukan apa yang bisa menjadi komet terbesar yang pernah dilihat.

Ia adalah Komet C/2014 UN271 atau Bernardinelli-Bernstein yang dinamai dengan nama penemunya, mahasiswa pascasarjana Universitas Pennsylvania, Pedro Bernardinelli dan astronom Gary Bernstein.

Para astronom memperkirakan benda es ini memiliki diameter 100 km hingga 200 km, membuatnya sekitar 10 kali lebih lebar dari komet biasa.

Ia diperkirakan akan melakukan pendekatan terdekatnya ke planet kita pada tahun 2031 tetapi akan tetap berada pada jarak yang cukup jauh.

Baca Juga: Proses Terjadinya Petir di Langit yang Bisa Menewaskan Manusia

Itulah informasi mengenai komet. Mempelajari benda-benda langit memang mengasyikkan.

Tak heran jika banyak anak-anak yang bercita-cita untuk menjadi ahli astronomi atau bahkan astronot.

  • https://www.space.com/comets.html
  • https://solarsystem.nasa.gov/asteroids-comets-and-meteors/comets/overview/?page=0&per_page=40&order=name+asc&search=&condition_1=102%3Aparent_id&condition_2=comet%3Abody_type%3Ailike
  • https://spaceplace.nasa.gov/comets/en/

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.