Gratis Ongkir minimum Rp 250.000* Lihat detil

DIREKTORI

Belanja Berdasarkan Kategori :
Belanja Berdasarkan Kategori
DIREKTORI BELANJA
  • Promo & Highlights

  • Kebutuhan Bayi

  • Perlengkapan Bayi

  • Perawatan Pribadi

  • Supermarket

  • Rumah & Dekorasi

  • Kosmetik

  • Alat Kecantikan

  • Pakaian & Aksesoris

  • Kesehatan

  • Mainan & Media

  • Gadget & Elektronik

Kesehatan Balita | Mar 19, 2019

3 Penyebab Balita Sering Digigit Nyamuk, Salah Satunya Familiar!

Bagikan


Setiap orang tua pasti berusaha keras mencegah balita digigit nyamuk, terutama karena khawatir akan tertular penyakit seperti demam berdarah, chikungunya, atau malaria.

Berbicara soal gigitan nyamuk, pernahkah Moms memerhatikan kalau ada balita yang lebih sering dihinggapi nyamuk ketimbang anak lainnya?

Jerry Butler, peneliti dari University of Florida, rupanya dibuat penasaran juga oleh fenomena ini.

Ia kemudian melakukan riset yang menunjukkan hasil bahwa 1 dari 10 orang akan lebih sering digigit nyamuk ketimbang sisa 9 orang lainnya.

Fenomena ini bukan hanya terjadi pada orang dewasa, tapi juga pada anak berusia balita.

Wah, sebenarnya apa yang membuat seorang balita sering digigit nyamuk ketimbang anak lain ya, Moms?

1. Karbondioksida

Moms, pernah mendengar mitos kalau nyamuk lebih tertarik pada orang yang memiliki darah “manis?”

Faktanya, nyamuk tidak memiliki indera perasa seperti manusia. Nyamuk menggunakan indera penciuman untuk menemukan target utama mereka, yaitu orang yang mengeluarkan karbondioksida dalam jumlah banyak.

Mereka mampu mencium target dari jarak 50 meter lebih sambil berpindah dari tempat lembap ke tempat lembap lainnya. Mereka juga tertarik pada objek yang hangat dan bergerak.

Itulah kenapa balita yang memiliki suhu tubuh lebih tinggi, berada di tempat lembap, mengeluarkan lebih banyak karbondioksida, serta lebih banyak berkeringat akan menjadi target favorit nyamuk.

Baca Juga: Lakukan 5 Cara Mudah Ini Agar Anak Tidak Digigit Nyamuk

2. Asam Laktat

Tahukah Moms, kalau tubuh akan memproduksi senyawa kimia bernama asam laktat setelah mengonsumsi makanan tertentu?

Nah, asam laktat juga menjadi salah satu alasan yang membuat balita digigit nyamuk.

Asam laktat adalah senyawa kimia yang dihasilkan kulit setelah mengonsumsi susu, buah, sayur, serta beberapa tumbuhan lain.

Manfaat asam laktat sendiri adalah untuk membuat kulit menjadi lebih halus, lembap, dan terlindung dari iritasi.

Nah, balita yang memiliki tingkat asam laktat lebih tinggi pada permukaan kulitnya cenderung akan lebih sering digigit nyamuk bila dibandingkan dengan orang dewasa.

Baca Juga: Amankah Lotion Anti Nyamuk untuk Bayi?

3. Keringat

Selain karbondioksida, indera penciuman nyamuk juga tertarik dengan bau keringat yang keluar dari tubuh manusia.

Tapi bukan sembarang keringat, Moms. Nyamuk ternyata lebih tertarik dengan bau keringat yang bercampur dengan bakteri, debu, dan kotoran.

Jadi bila Moms melihat Si Kecil lebih sering digigit nyamuk, terutama setelah bermain di luar ruangan, segera mandi dan oleskan krim anti nyamuk.

Baca Juga: Keringat Berlebih Pada Anak, Normalkah?

Melihat berbagai alasan yang membuat balita digigit nyamuk lebih sering ketimbang anak lainnya, pencegahan yang paling baik adalah menjaga asupan gizi, kebersihan serta aktivitasnya.

Apa Moms punya trik jitu untuk mengatasi balita sering digigit nyamuk?

(WA)

Bagikan

Artikel Terkait



Newsletter

Dapatkan diskon dan penawaran spesial setiap hari melalui email kamu dengan berlangganan newsletter.