15 November 2023

4 Penyebab Bau Badan pada Anak dan Cara Mengatasinya, Gunakan Deodoran Khusus!

Pastikan Si Kecil bebas dari bau badan yang tidak sedap, ya Moms!
4 Penyebab Bau Badan pada Anak dan Cara Mengatasinya, Gunakan Deodoran Khusus!

Foto: Freepik.com/stockking

Punya anak aktif bisa berisiko mengeluarkan keringat berlebih dan memicu bau badan. Moms perlu tahu apa saja penyebab bau badan pada anak dan cara mengatasinya.

Keringat dan aktivitas sehari-hari anak yang tak henti-hentinya sering kali menimbulkan masalah bau badan.

Meskipun keringat sendiri pada dasarnya tidak berbau, namun saat bercampur dengan bakteri di kulit, bisa menghasilkan aroma yang tidak sedap.

Baca Juga: 10+ Review Sabun Anak yang Aman dan Bagus untuk Kulit Si Kecil

Penyebab Bau Badan pada Anak

Anak Bau Badan
Foto: Anak Bau Badan (Avera.org)

Untuk bisa mengatasi dengan tepat, Moms perlu tahu lebih dulu apa saja penyebab bau badan pada anak.

1. Produksi Keringat Berlebih yang Bercampur Bakteri

Penyebab bau badan pada anak terutama yang berasal dari ketiak paling umum disebabkan oleh keringat yang bercampur bakteri, seperti melansir dari laman University of Utah Health.

Bau badan yang tidak sedap biasanya disebabkan oleh bakteri yang hidup di permukaan kulit.

Ketika keringat diproduksi secara berlebihan, keringat itu sendiri sebenarnya tidak berbau.

Namun, bakteri-bakteri ini ketika bercampur dengan keringat akan menghasilkan bau yang tidak sedap.

Pada anak-anak, produksi keringat berlebihan bisa disebabkan oleh berbagai faktor utama seperti aktivitas fisik yang intens dan cuaca panas.

Anak-anak yang bermain atau berolahraga dengan intensitas tinggi cenderung menghasilkan lebih banyak keringat.

Ditambah cuaca yang panas dapat membuat anak sering gerah dan meningkatkan produksi keringat pada anak-anak.

2. Kurang Menjaga Kebersihan

Kebersihan yang buruk adalah salah satu penyebab bau badan pada anak yang paling umum.

Mandi yang tidak teratur, tidak mencuci daerah ketiak dan selangkangan dengan benar, serta bakteri yang menumpuk di pakaian dapat menyebabkan bau tak sedap.

Baca Juga: Apa Itu Skibidi Toilet dan Dampak Negatif bagi Anak-anak

3. Kebiasaan Makan Anak yang Pengaruhi Aroma Tubuh

Makanan yang dikonsumsi anak dapat berefek pada bau badannya.

Beberapa makanan yang dapat menghasilkan bau badan tak sedap antara lain:

  • Daging Merah

Jenis daging ini memiliki turunan asam amino yang disebut karnitin.

Dalam studi di jurnal Chemical Senses disebutkan bahwa, terlalu banyak karnitin dapat membuat bau badan "amis".

  • Susu yang Mengandung Protein

Dalam laman Harvard University disebutkan bahwa, konsumsi produk susu yang berlebihan dapat menyebabkan pelepasan metil merkaptan dan hidrogen sulfida ke dalam tubuh, karena membutuhkan waktu lebih lama untuk dicerna dibandingkan makanan lain.

Hal ini dapat menyebabkan timbulnya bau busuk sehingga konsumsi susu mungkin saja berkontribusi pada bau tidak sedap pada tubuh anak.

  • Makanan Olahan

Beberapa makanan olahan dapat meningkatkan risiko bau badan yang tidak sedap jika dikonsumsi dalam jumlah yang berlebihan.

  • Makanan Berbau

Makanan berbau kuat, terutama makanan yang mengandung bahan-bahan seperti bawang merah, bawang putih, bawang bombay, atau rempah-rempah yang kuat, dapat diabsorpsi oleh tubuh dan kemudian keluar melalui keringat, urine, atau pernapasan, yang dapat menyebabkan bau badan.

Seperti yang disebutkan dalam laman Michigan State University Extension, konsumsi bawang putih bukan hanya pengaruhi aroma kurang sedap di mulut, tapi juga keringat yang keluar di kulit.

4. Menjelang Masa Pubertas

Pubertas adalah fase di mana anak perempuan dan laki-laki mencapai kematangan seksual.

Melansir The National Health Service di Inggris, rata-rata usia pubertas pada anak perempuan adalah di usia 11 tahun dan pada anak laki-laki di usia 12 tahun.

Namun, masih hal yang normal jika rentang usia pubertas pada perempuan antara usia 8–13 tahun dan pada anak laki-laki 9–14 tahun.

Selama mengalami masa puber, anak-anak banyak mengalami perubahan hormonal yang berujung pada variasi tubuh dan perilakunya.

Salah satu perubahan pada seorang anak yang sedang melewati masa pubertas adalah bau badan.

Jadi jika anak Moms termasuk dalam kelompok usia ini, bau badan adalah normal dan tidak perlu dikhawatirkan.

Baca Juga: 7 Dampak Malas Mandi pada Kesehatan, Bisa Kena Penyakit!

Cara Mengatasi Bau Badan pada Anak

Cara Menghilangkan Bau Badan pada Anak
Foto: Cara Menghilangkan Bau Badan pada Anak (Parenting.firstcry.com)

Lantas, bagaimana cara menghilangkan bau badan pada anak yang efektif sehingga Si Kecil bisa tampil lebih percaya diri?

Pastikan Si Kecil mandi teratur dan selalu ganti baju saat berkeringat. Pada waktu mandi, gunakan sabun antibakteri.

Hindari pakaian ketat dan jaga kebersihan pakaian. Sementara dari dalam, bisa arahkan anak untuk konsumsi makanan sehat dan cukupi kebutuhan cairannya.

Jika bau badan sudah dirasa sangat mengganggu, Moms bisa pilihkan deodoran khusus anak untuk ia pakai.

Baca Juga: 6 Rekomendasi Botol Minum untuk Jaga Hidrasi Tubuh Si Kecil saat di Sekolah

Deodoran Seperti Apa yang Aman Digunakan untuk Anak?

Deodoran Anak
Foto: Deodoran Anak (Orami Photo Stocks)

Melansir dari Connecticut Children’s Medical Center tidak ada patokan usia spesifik kapan anak boleh menggunakan deodoran.

Beberapa anak mulai menggunakannya pada memasuki masa remaja.

Namun bisa juga digunakan pada anak menjelang usia 8 atau 8 tahun

Apalagi saat mereka dalam masa pubertas, masalah bau badan perlu diatasi dan produk deodoran khusus anak aman digunakan sehari-hari.

Namun, seperti apa deodoran yang baik untuk anak-anak?

1. Diformulasikan Khusus Anak

Menggunakan deodoran bisa jadi solusi yang tepat sebagai menghilangkan penyebab bau badan pada anak.

Melansir WebMD, penggunaan deodoran khusus anak diperbolehkan.

Namun, pastikan Moms memilih deodoran khusus anak yang berbeda dengan dewasa.

Hal ini karena kulit anak-anak cenderung lebih sensitif daripada kulit orang dewasa.

Deodoran yang dirancang khusus untuk anak-anak biasanya mengandung bahan-bahan yang lebih lembut dan cocok untuk kulit mereka.

2. Tidak Mengandung Aluminium dan Alkohol

Namun, pastikan Moms memilih produk yang tepat dan menghindari penggunaan antiperspiran.

Sebaiknya anak-anak menggunakan deodoran dibanding antiperspiran.

Karena, melansir laman The Ohio State University Wexner Medical Center, deodoran bekerja dengan menargetkan bakteri penyebab bau di ketiak.

Sementara antiperspiran, bekerja dengan menurunkan produksi keringat, di mana kandungan aluminium di dalamnya bekerja dengan menyumbat permukaan saluran keringat yang mencegah produksi dan pelepasan keringat.

Menurut studi di Journal of Clinical, Cosmetic, and Investigational Dermatology, antiperspiran dapat menyebabkan iritasi kulit seperti gatal hingga ruam.

Ini juga dijelaskan pada laman American Academy of Dermatology Association, yang menyebutkan bahwa efek samping dari kandungan aluminium dalam antiperspiran yang umum terjadi adalah dermatitis kontak alergi.

Selain alumunium, pastikan deodoran anak juga tidak mengandung alkohol.

Melansir WebMD, alkohol dalam deodoran dapat membuat kulit cepat kering dan menyebabkan iritasi, terutama untuk pemilik kulit sensitif.

Karena itu, pastikan Moms memilih produk dedoran bebas alkohol untuk Si Kecil.

3. Mengandung Moisturizer

Pilihlah deodoran khusus anak yang mengandung ekstra moisturizer.

Moisturizer tidak hanya membantu menjaga kelembaban kulit, tetapi juga membantu mengurangi gesekan antara kulit ketika bergerak.

Jadi, memberikan perlindungan tambahan pada anak yang dapat membantu mencegah iritasi dan lecet di area ketiak.

Baca Juga: Kenali Hiperhidrosis, Kondisi Keringat Berlebih yang Bisa Berhubungan dengan Penyakit

Memilih Deodoran yang Tepat untuk Anak

Jika Moms ingin menggunakan deodoran untuk menghilangkan penyebab bau badan pada anak, pastikan produknya memiliki kandungan yang aman.

Salah satu produk deodoran untuk anak yang bisa Moms berikan pada buah hati yaitu PUREKIDS Deodorant.

PUREKIDS Deodorant adalah pelopor pertama deodoran anak di Indonesia yang diformulasikan khusus untuk anak-anak, tanpa kandungan aluminium yang bisa menyumbat pori-pori.

Deodoran anak ini juga bebas alkohol, sehingga aman digunakan Si Kecil tanpa khawatir risiko iritasi.

Selain itu, PUREKIDS Deodorant juga mengandung ekstra moisturizer yang dapat menutrisi, menjaga kelembutan, dan mencerahkan kulit.

Kandungan Triple Antibacterial dalam deodoran anak ini ampuh menghilangkan bakteri penyebab bau di ketiak.

Dengan pilihan varian sporty grapefruit dan happy melon, PUREKIDS Deodorant memiliki aroma yang menyegarkan seharian.

PUREKIDS Deodorant juga sudah teruji dermatology tested sehingga cocok untuk kulit sensitif dan normal.

Anak-anak pun bisa menggunakannya setiap hari dengan nyaman karena tidak lengket di kulit dan tidak meninggalkan bekas atau noda pada pakaian.

Produk PUREKIDS Deodorant ini bisa didapatkan dengan mudah secara offline maupun online di e-commerce kesayangan Moms.

Baca Juga: 8 Cara Perawatan Kulit Anak agar Selalu Sehat dan Lembap

Itu dia kemungkinan penyebab dan cara menghilangkan bau badan pada anak beserta yang ampuh. Semoga bermanfaat, Moms!

(ADV)

  • https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3013594/
  • https://academic.oup.com/chemse/article/31/8/747/364338
  • https://news.harvard.edu/gazette/story/2006/12/hormones-in-milk-can-be-dangerous/
  • https://www.webmd.com/children/is-it-safe-for-kids-to-wear-deodorant
  • https://www.nhs.uk/conditions/early-or-delayed-puberty/
  • https://www.canr.msu.edu/news/stinking_facts_about_garlic
  • https://healthcare.utah.edu/the-scope/kids-zone/all/2021/03/my-childs-stinky-funk-normal
  • https://wexnermedical.osu.edu/blog/aluminum-deoderant
  • https://www.connecticutchildrens.org/summer-safety-kit/ask-a-pediatrician-deodorant/
  • https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/features/antiperspirant-sensitive-skin

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.