28 Maret 2020

Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak

Ternyata tanda dan cara menghadapinya berbeda lho, Moms!

Walau sekilas terlihat sama, sebenarnya ada perbedaan mendasar antara anak mimpi buruk dan anak yang mengalami night terror lho, Moms.

Selain terjadi dengan tanda dan waktu yang berbeda, langkah yang harus dilakukan orang tua untuk mengatasinya juga tidak sama.

Menurut studi yang dilansir National Institutes of Health, night terror paling sering dialami oleh anak usia 4-12 tahun, dengan kasus terbanyak pada rentang usia 5-7 tahun. Sedangkan mimpi buruk bisa dialami oleh anak dan dewasa segala usia.

Nah, apa lagi perbedaan antara keduanya dan bagaimana cara menghadapi Si Kecil yang mengalaminya? Silakan baca sampai selesai untuk tahu jawabannya ya, Moms.

Mimpi Buruk pada Anak

Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 1.jpg
Foto: Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 1.jpg

Foto: kids-harbor.com

Secara sederhana, mimpi buruk bisa digambarkan sebagai mimpi tidak menyenangkan yang memicu respon emosional kuat sehingga seseorang terbangun dari tidurnya. .

Mengutip National Sleep Foundation, mimpi buruk terjadi pada fase REM dalam siklus tidur, yang biasanya terjadi pada larut malam atau dini hari.

Anak mimpi buruk sendiri bisa dipicu oleh sakit, posisi tidur tidak nyaman, stress, cemas, atau meningkatnya metabolisme tubuh dan aktivitas otak karena makan sebelum tidur.

Anak yang terbangun karena mimpi buruk biasanya tidak bisa langsung tidur lagi selama beberapa saat, tapi masih bisa diajak bicara dan ditenangkan  oleh Moms dan Dads.

Night Terror

Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 2.jpg
Foto: Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 2.jpg

Foto: parent.com

Anak yang mengalami night terror justru tidak terbangun, tapi ia mungkin akan berteriak, mengibaskan tangan atau menendang, mendadak mengangkat badan dengan wajah ketakutan, berkeringat dengan napas memburu, atau mendadak membuka mata dengan lebar.

Berbeda dengan mimpi buruk, night terror biasanya terjadi pada sepertiga awal atau sepertiga akhir siklus tidur dan setiap episodenya bisa berlangsung seama 10-30 menit.

Anak yang sedang mengalami night terror biasanya sangat sulit dibangunkan, tapi setelah selesai bisa kembali tidur tenang seperti biasa.  

Baca Juga: 7 Penyebab Anak Susah Tidur di Malam Hari, Jangan Dianggap Sepele!

Perbedaan Terbesar Night Terror dan Mimpi Buruk

Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 3.jpg
Foto: Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 3.jpg

Foto: magzter.com

Perbedaan night terror dan mimpi buruk yang paling mudah dikenali adalah tingkat kesadaran anak saat mengalaminya.

Anak yang mengalami mimpi buruk masih bisa mengingat dengan cukup detail isi mimpinya, dan biasanya langsung mencari Moms dan Dads untuk mengatasi rasa takutnya.

Sedangkan setelah anak yang mengalami night terror terbangun, ia cenderung kebingungan dan tidak ingat atau hanya ingat sebagian kecil isi mimpinya.

Jika dibangunkan, ia tidak bisa mengenali orang di sekelilingnya dan menjadi semakin panik.

Namun, anak yang mengalami night terror biasanya bisa kembali berbaring dan tidur seperti biasa seolah tidak ada yang terjadi.

Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?

Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 4.jpeg
Foto: Perbedaan Night Terror dan Mimpi Buruk Pada Anak 4.jpeg

Foto: Kidspot.co.nz

Jika Si Kecil terbangun karena mimpi buruk, Moms bisa menenangkan dan meyakinkan kalau tidak ada yang perlu ditakutkan. Setelah ia tenang, Moms bisa membantunya kembali tidur.

Untuk mengurangi resiko terjadinya mimpi buruk, hindari tontonan yang bisa membuatnya merasa takut, menjalankan rutinitas tidur yang membuatnya nyaman, atau mencari tahu jika ada hal yang membuat merasa takut atau trauma.

Melihat anak mengalami night terror pasti membuat orang tua panik dan khawatir, tapi menurut rekomendasi National Health Services orang tua sebaiknya tetap tenang dan menunggu sampai berakhir.

Namun, pastikan S Kecil aman dari hal yang bisa menyakitinya untuk mengantisipasi jika ia mengalami tidur berjalan atau sleepwalking.

Misalnya dengan membereskan barang yang berserakan di lantai kamar, memastikan pintu dan jendela sudah terkunci, atau memasang gerbang pengaman di atas tangga.

Jika night terror selalu terjadi di waktu yang sama setiap malam, kacaukan siklusnya dengan membangunkan Si Kecil sekitar 15 menit sebelum waktu tersebut selama 7 hari berturut-turut.

Baca Juga: 5 Gangguan Tidur yang Bikin Anak Susah Terlelap di Malam Hari

Setelah tahu perbedaan night terror dan mimpi buruk pada anak, tidak ada salahnya membuat catatan tentang waktu terjadinya kedua hal tersebut serta berbagai hal yang bisa jadi petunjuk penyebabnya.

Jangan segan berkonsultasi dengan dokter jika Si Kecil terlihat sering mengalami salah satunya ya, Moms.

Nah, bagaimana biasanya Moms menenangkan anak yang mengalami mimpi buruk?

Konten di bawah ini disajikan oleh advertiser.
Tim Redaksi Orami tidak terlibat dalam materi konten ini.


FOLLOW US

facebook
twitter
instagram
spotify
tiktok

Orami Articles — Artikel Seputar Parenting, Kesehatan,
Gaya Hidup dan Hiburan

Copyright © 2024 Orami. All rights reserved.